Pendekar Pedang Naga Bayangan

Pendekar Pedang Naga Bayangan
Membalas kesombongan


__ADS_3

"ini tempat yang indah bukan.. mari ikuti aku.. " ucap Liang Jun sambil berjalan menuju pohon Apel malam..


sesampainya di bawah pohon apel malam, Liang Jun langsung memetik 3 buah apel tersebut.. sedangkan mereka yang menyaksikan itu tidak paham dengan apa yang ingin Liang Jun lakukan..


"ayah, ibu ,kakak duduklah seperti biasanya kalian berkultivasi.."


"baik"


"makanlah buah ini.. nanti aku akan membantu kalian untuk menyerapnya.. "


dalam keadaan duduk, mereka menerima buah yang diberikan oleh Liang Jun, saat tangan mereka memegang buah itu, mereka merasakan energi yang sangat besar terkandung di dalam buah tersebut..


"wwooooooow.. sangat menakjubkan " ucap Jiangwu


Liang Jun yang mendengar itupun hanya tersenyum..


kemudian mereka bertiga memakan buah tersebut , energi yang sangat besar langsung bergejolak di dalam tubuh mereka.. mereka mulai mengalirkan Qi murni dari buah tersebut kedalam Dantian yang mereka miliki.. karena tekhnik kultivasi yang mereka miliki adalah tekhnik biasa yang digunakan oleh kultivator pada umumnya sehingga proses penyerapan energi Qi dari buah tersebut akan memakan waktu yang sangat lama, oleh sebab itu Liang Jun berniat membantu mereka menyerap energi tersebut..


Liang Jun berdiri di belakang ibunya kemudian duduk dalam posisi lotus.. lalu menempelkan kedua tapak tangannya ke punggung ibunya, lalu mengalirkan Qi yang ia miliki untuk membantu ibunya menyerap Energi murni dari buah apel malam yang saat ini sedang bergejolak di dalam tubuh Lien Hua..


tak terasa 1 bulan telah berlalu , Lien Hua pun sudah menyerap habis energi tersebut dengan bantuan Liang jun.


tahapan kultivasinya saat ini telah naik 2 tingkat menjadi menjadi Bintang Emas level sembilan.. lalu Liang Jun meminta ibunya terus belkultivasi untuk menstabilkan tahapan baru yang ibunya miliki, sedangkan Liang jun sendiri mulai berpindah posisi untuk membantu ayahnya.. begitupun seterusnya ..


hingga genap 6 bulan mereka berada di sana, Liang Jun meminta mereka semua bangun dari kultivasi ..


saat ini Jiangwu sudah berada di tahapan kultivasi Bintang Emas level 1, yang sebelumnya berada di tahapan kultivasi Bintang Perak level 4


sedangkan Xiuan yang sebelumnya berada di tahapan kultivasi Bintang Perunggu level 9, sekarang berada di tahapan kultivasi Bintang Perak level 8,


boleh dikatakan Xiuan adalah yang terkuat saat ini di antara teman temannya yang masih berada di tahapan kultivasi bintang perak level 4,


sebenarnya Xiuan juga termasuk orang yang sulit berkultivasi ,, sudah cukup lama ia berlatih di akademi milik klannya ,namun dia masih saja bertahan di tahapan kultivasi bintang perunggu.. berbeda dengan teman temannya yang sebagian besar sudah berada di tahapan kuktivasi bintang perak level 3 dan 4 , hal inilah yang menjadikan Liang Jun sangat ingin membantu kakak sepupunya ini dalam berkultivasi..


Liang Jun bisa saja membantu mereka berkultivasi di luar dimensi Cincin Semesta.. namun berhubung waktu yang Xiuan miliki hanyalah 2 bulan lagi menjelang turnamen kuktivator muda yang akan diselenggarakan tersebut, maka Liang Jun membawa Xiuan kedalam dimensi Cincin Semesta untuk menghemat waktu.. 1 bulan di dalam dimensi Cincin Semesta sebanding dengan satu jam di dunia mereka..


"Jun'er.. sudah berapa lama kita di sini..?" Jiangwu merasa terlalu lama meninggalkan kedai miliknya


"sudah 6 bulan ayah.. " ucap Liang Jun dengan santai


"haaaaaaaahhh.. 6 bulan?"


Jiangwu sangat kaget.. karena dia tidak bisa memperkirakan waktu yang ia lewati , namun ia tau telah tinggal di cincin tersebut dalam waktu yang cukup lama, begitupun Xiuan, di tidak tau harus menjelaskan apa dengan orangtuanya karena telah pergi terlalu lama ,


berbeda dengan Liang Jun, walaupun dia di dalam dimensi Cincin Semesta namun dia tetap bisa merasakan energi dan berikut keadaan di luar cincin tepatnya di wilayah saat sebelum masuk kedalam dimensi Cincin Semesta


"ia ayah... aku rasa sudah cukup latihan kita kali ini, sekarang pegang tanganku dan pejamkan mata kalian agar aku bisa membawa kalian kembali ke dunia kita."


beberapa saat kemudian mereka telah kembali ke dunia mereka, tepatnya di dalam ruang tamu milik keluarga Liang Jun..

__ADS_1


"silahkan buka mata kalian..


kita sudah kembali.. "


"sepertinya ini malam hari..? "


"ia ayah.. kita hanya 6 jam di tempat itu.. !"


"bukankah tadi engkau mengatakan kita telah 6 bulan di sana?" Jiangwu jadi bingung


betul ayah.. 6 bulan di sana sebanding dengan 6 jam disini.. karena itu aku membawa kalian ke sana untuk menghemat waktu kultivasi yang kalian lakukan..


"owwh.. terimakasih nak.. aku sangat beruntung menjadi ayahmu," Jiangwu tersenyum bangga kepada Liang Jun


"aku juga beruntung menjadi anakmu ayah"


setelah itu merekapun kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat sambil menunggu pagi tiba.


keesokan harinya.. Liang Jun kembali melatih Xiuan di halaman samping rumahnya..


begitulah.. sejak saat itu xiuan setiap hari Xiuan akan datang ke rumah Liang Jun untuk berlatih, kadang Liang Jun membawanya ke dimensi Cincin Semesta untuk berkultivasi..


Xiuan pun telah menguasai beberapa jurus yang Liang Jun ajarkan.. bahkan tahapan kultivasi Xiuan telah naik menjadi Bintang Emas level 7 karena sudah beberapa kali berkultivasi di dalam cincin semesta..


tak terasa tinggal tinggal 2 minggu lagi turnamen kultivator muda akan dimulai..


Liang Jun dan Xiuan sedang mempersiapkan perbekalan untuk melaksanakan perjalanan menuju kota Dong tempat turnamen itu di adakan.


Liang Jun dan Xiuan berangkat menuju pasar terlebih dahulu, karena jarak yang akan mereka tempuh sangat jauh.. maka Liang Jun ingin membeli kuda untuk perjalanan mereka..


"Jun'er bukankah kota Dong ke arah timur..? " Xiuan sedikit bingung dengan arah mereka berjalan..


"benar kakak.. tapi tidak mungkin kita ke sana dengan berjalan kaki, jadi kita ke pasar terlebih dahulu untuk membeli kuda agar perjalanan kita tidak memakan waktu yang terlalu lama.. "


"owhh. tapi uang yang kita miliki tidak cukup untuk membeli kuda ?"


"tenang saja kak. aku memiliki uang yang cukup untuk membeli 2 ekor kuda. .. "


"baiklah"


kuda memang merupakan hal yang mewah bagi penduduk di kota Seribu Awan.. hanya keluarga walikota, para saudagar kaya dan klan yang besar saja memiliki kuda..


sedangkan di klan Li sendiri hanya beberapa pedagang saja yang memiliki kuda,


andai saja Liang Jun dan Xiuan bukan seorang kultivator tentu mereka akan sangat sulit untuk menunggang kuda.. tapi bagi kultivator menunggang hewan itu tidaklah sulit, sebab mereka memiliki Qi yang bisa menjadikan hewan tunggangan menjadi patuh kepada mereka..


merekapun sampai di tempat penjualan kuda , tempat tersebut cukup luas.. ada sekitar 20 ekor kuda tertambat di sana..


Liang Jun dan Xiuan pun memasuki tempat itu..

__ADS_1


"heyy .. apa yang kalian lakukan di sini?" seorang pria paruh baya berteriak


"maaf paman.. bolehkah aku melihat kuda kudamu..? "


"apakah kalian memiliki uang???.. kuda kudaku ini kuda yang terbaik di kota ini.. jadi harganya sangat mahal."


jawab seorang lelaki paruh baya penjual kuda tersebut dengan sedikit kasar karena ia merasa tidak mungkin dua anak yang berpakaian biasa saja ini memiliki uang untuk membeli kudanya


"sudahlah Jun'er .. mari kita pergi saja" Xiuan kesal karena merasa diremehkan oleh pemilik kuda kuda tersebut


"kalau begitu aku ingin kuda terbaik yang kau miliki paman, bisakah kau bawakan untukku?" ucap Liang Jun dengan tegas tanpa menghiraukan perkataan Xiuan sebelumnya


"haaah. ..


apa yang kau katakan anak muda..? "


"katakan saja berapa harganya dan bawakan kepadaku.. atau mungkin tempat ini sekalian saja kau jual biar aku membelinya.. " Liang Jun sangat kesal karena sikap penjual kuda tersebut..


"aaah.. lulucon apa yang kau katakan.. cepat pergi dari sini.. atau aku panggilkan penjaga untuk mengusir kalian!"


"apakah ini cukup.. ?"


Liang Jun tidak menghiraukan perkataan lelaki paruh baya tersebut.. kemudian dia melemparkan sekantong koin yang berisi seratus koin emas yang sengaja ia buka ikatannya agar koin tersebut berserakan di tanah..


" haaaah.. " pemilik kuda itu sangat kaget saat melihat begitu banyak koin dari kantong tersebut yang sebagiannya berserakan di tanah


"itu seratus keping emas.. kalau belum cukup katakan saja berapa harganya sekalian tempat ini juga !". Xiuan yang mendengar itupun ikut ikut terkejut.. dia tidak menyangka kalau adik sepupunya ini memiliki sangat banyak uang..


"ma maafkan aku tuan muda.. " pemilik kuda dengan wajah malu dan merasa sangat bersalah mendekati Liang Jun..


"tidak perlu minta maaf , aku tidak butuh itu.. siapkan saja kuda yang aku minta.. !


"ba ba baik tuan muda. tunggu sebentar aku akan bawakan.."


beberapa saat kemudian penjual kuda tersebut kembali dengan membawa dua ekor kuda yang sangat bagus..


" berapa harga dua ekor kuda ini.. ?"


"50 keping emas tuan muda" penjual kuda tersebut berkata dengan sangat ramah kepada Liang Jun


"baiklah.. kami ambil dua kuda ini.. dan sisa uangnya untukmu saja paman, aku tidak biasa menyimpan uang yang sudah tercecer di tanah" ucap Liang Jun dengan nada sombong..


"ba baik tuan muda. .. dan aku minta maaf atas sikapku sebelumnya.. "


"sudahlah.. ayo kita pergi kak"


Liang Jun dan Xiuan pergi dengan menunggangi kuda yang baru mereka beli , penjual kuda tersebut menatap mereka yang mulai menjauh dengan wajah yang masih memerah karena malu sekaligus merasa sangat bersalah karena telah meremehkan dua pemuda tersebut, kejadian tersebut merupakan pukulan telak baginya , dan mungkin setelah ini dia tidak akan berani lagi meremehkan orang lain.


"Jun'er... aku tak menyangka kau bisa bersikap seperti itu"

__ADS_1


"memang harus begitu kak.. orang sombong harus dibalas dengan sombong pula, agar menjadi pengingat bagi mereka untuk tidak meremehkan orang lain lagi" ucap Liang Jun sambil memacu kudanya lebih cepat


"ha ha ha.. benar juga .. " Xiuan pun ikut memacu kudanya lebih cepat mengikuti Liang Jun.


__ADS_2