
Halaman 25 dijadikan Sandera
di rumah makan penginapan yang sangat ramai , ruangan yang cukup Luas tersebut hampir penuh oleh pengunjung, ada yang memang sedang menikmati makanan dan tidak sedikit pula orang orang sekedar mengobrol di sana, di salah satu meja di sudut ruangan tersebut, seorang pemuda berjubah hitam sedang menikmati makanannya dengan lahap, setelah beberapa saat yang lalu dia mencari Liang Jun, akhirnya dia memutuskan untuk mengatasi rasa laparnya terlebih dahulu
dari sekian banyaknya pengunjung rumah makan tersebut.. hanya Xiuan saja yang mengenakan pakaian layaknya penduduk biasa,, hal ini menarik perhatian pengunjung lain.. bahkan tidak sedikit orang yang memandang Xiuan dengan mencibir..
Xiuan menyadari itu, namun dia tidak memperdulikan cibiran mereka,, baginya ada hal yang lebih penting yang harus diatasi terlebih dulu, yaitu rasa lapar yang sangat menyiksanya beberapa hari terakhir ini.
sementara itu, di pintu masuk hotel, 6 orang dengan mengenakan jubah berwarna ungu sedang bertanya ke penjaga pintu penginapan tersebut..
"hey pak tua,, apa kau melihat dua anak berumur sekitar 15 tahun masuk kesini.. "
"i iya tuan.. mereka ada di sini.. "
ucap pengawal itu dengan ketakutan ,, dia bisa menebak siapa 6 orang di hadapannya itu dari pakaian yang mereka kenakan.. jubah ungu dengan ukiran bunga teratai berwarna hitam menjadi tanda bahwa mereka berasal dari sekte teratai hitam
"ha ha ha.. ayo kita masuk"
enam kultivator itu langsung masuk ke dalam penginapan untuk mencari anak yang telah melukai tuan muda mereka..
mereka mengelilingi setiap lorong dan memeriksa setiap kamar, walaupun banyak pengunjung yang tidak suka dengan sikap mereka, namun tidak ada satupun orang yang berani bertindak menghentikan apa yang mereka lakukan..
tidak terkecuali rumah makan tempat Xiuan berada, tentu tak lepas dari pemeriksaan mereka
'tetua Zong, lihat... sepertinya itu salah satu dari anak yang kita cari" ucap salah satu mereka sambil menunjuk kepada seorang pemuda yang sedang menikmati makanannya , jubah hitam yang pemuda itu kenakan persis seperti apa yang diceritakan oleh para pengawal yang menyaksikan kejadian di pintu gerbang beberapa waktu yang lalu
Xiuan sendiri tidak menyadari kalau ada 6 orang yang berjalan ke arahnya sambil menatapnya dengan tajam
"hey bocah. apa benar kau yang telah membuat keributan di gerbang kota?" seorang pria berbadan kekar mendekati Xiuan dan meletakkan kakinya di atas kursi yang diduduki oleh Xiuan sambil bertanya dengan kasar,,
Xiuan yang melihat sikap arogan orang itu merasa geram..
"haah.. apa kau bicara denganku " ucap Xiuan sambil tetap menikmati makanannya, ia cukup tenang sebab dia tau orang yang bertanya kepadanya hanyalah kultivator Bintang Perak level 5, tentu bukan tandingannya yang saat ini berada di tahapan kultivasi Bintang Perak level 8
"ha ha ha.. kau cukup berani ternyata"
__ADS_1
tanpa basa basi pria itu langsung memukul Xiuan dengan kepalan tangannya.. Xiuan tidak tinggal diam.. dia segera menghindar dan kemudian membalas serangan tersebut dengan sebuah pukulan tepat di perut pria itu,
~Baaaannnnggg~
pria itu tersungkur lemah tak berdaya, jangankan untuk melawan, sekedar untuk berbicarapun ia kesulitan
para pengunjung segera keluar dari rumah makan tersebut. mereka tidak ingin terlibat masalah, apalagi 6 kultivator yang datang tersebut adalah anggota sekte yang paling ditakuti di kota dong dan sekitarnya
"ha ha ha.. bagus bagus.. kau cukup kuat rupanya.." pria paruh baya yang bernama Zong Dau tertawa melihat anak buahnya tersungkur tak berdaya setelah terkena pukulan pemuda berjubah hitam di hadapannya ..
Xiuan ,, mundur beberapa langkah melihat Lima orang berjalan kearahnya dengan niat membunuh,
"tunggu dulu , Kanapa kalian ingin menyerang ku" ucap Xiuan
"bukankah kau sudah tau tujuan kami bocah.. " ucap Zong Dau sambil menarik sebuah kursi tak jauh dari tempatnya berdiri dan kemudian duduk dengan santai
Xiuan yang mendengar itu langsung bersiap bertarung.. ia sebenarnya sedikit gentar sebab lawannya kali ini adalah kultivator Bintang Emas, terlebih lagi orang yang berkata tersebut telah berada di tahapan Kultivasi Bintang Emas level 9, sedangkan 4 orang lainnya berada di tahapan kultivasi Bintang emas level 2, tentu lawan yang tidak akan sanggup untuk ia hadapi, namun tidak ada pilihan lain selain bertarung
"serang dia!"
Xiuan langsung menggunakan Jurus Tarian Pedang Bayangan yang di ajarkan oleh adik sepupunya itu..
walaupun tahapan kultivasi Xiuan jauh di bawah mereka.. namun karena jurus yang iya gunakan adalah jurus tingkat langit.. maka dia bisa mengimbangi lawannya tersebut..
mereka telah bertukar ratusan serangan.. Xiuan telah mendapatkan beberapa luka di tubuhnya, begitupun dengan empat orang lawannya..
namun bagaimanapun juga tahapan Kultivasi Xiuan jauh di bawah mereka.. baik dari banyaknya Qi yang di miliki, kecepatan dan kekuatan fisik menjadikan Xiuan tak bisa mengimbangi mereka dalam waktu yang lama.. andai saja ini adalah pertarungan satu lawan satu.. tentu Xiuan memiliki peluang untuk menang walaupun tahapan kultivasinya lebih rendah..
~baaaaannnggghh~
"aaaaaaakkkhhh"
Xiuan terkena tendangan tepat di dadanya dan langsung terpental beberapa meter, belum sempat ia tertabrak apapun , musuhnya yang lain langsung menyusul dan menghantam dirinya dengan pukulan telak di perutnya,
Xiuan langsung memuntahkan darah segar.. ia tersungkur menabrak sebuah meja yang sektika itupun hancur dan Xiuan tak sadarkan diri,, namun penderitaan itu sepertinya belum akan berakhir..
__ADS_1
seorang musuhnya yang lain langsung menarik pedangnya hendak memenggal kepala Xiuan..
"Berhenti!" teriak Zong Dau kepada anak buahnya
pria itupun langsung menahan pedangnya.. dan mundur sedikit menjauh dari Xiuan..
"biarkan dia hidup.. kita jadikan dia sandera agar temannya datang menemui kita.. "
"baik ketua''
"ayo pergi.. bawa anak itu"
kelima kultivator itupun pergi dengan dua orang yang digendong tak sadarkan diri, satu di antaranya adalah Xiuan.
seorang wanita muda dan pengawal serta pegawai penginapan itu hanya bisa melihat mereka pergi dan mulai menjauh ke arah gerbang kota, tanpa ada satu orangpun yang berani menghentikan mereka
sedangkan di dimensi cincin semesta, Liang bangun dari kultivasinya.. dia telah berkultivasi di dalam kolam Susu Emas 1 bulan lamanya, berkat tahapan kultivasinya yang tinggi ,, menjadikan kecepatan Kultivasinya meningkat sangat cepat , saat ini dia telah berhasil meningkatkan kualitas tulangnya menjadi Tulang Naga Air
Liang Jun sebenarnya merasakan gejolak energi di dunianya,, namu dia menganggap itu adalah hal yang wajar, sebab mereka sedang berada di kota yang akan mengadakan sebuah turnamen
Liang Jun segera keluar dari dalam kolam Susu Emas tersebut dengan cara melompat.. kali ini lompatannya berbeda.. kalau sebelumnya ia seakan akan terbang.. tapi kali ini dia benar benar terbang
setelah berada di tahapan kultivasi Bintang Suci Liang Jun merasakan tubuhnya sangat ringan.. namun untuk terbang dia bisa melakukannya hanya saja itu akan menguras sangat banyak energi Qi yang ia miliki
Liang Jun turun secara berlahan tak jauh dari pohon Apel Malam..
"baiklah.. aku rasa sudah saatnya aku kembali"
setelah mengatakan itu, langsung langsung menghilang
Like
Komen
Vote
__ADS_1
Dan tetap tersenyum