
Sejak usia 14 tahun hingga sekarang, Xia Long berhasil menyelesaikan 128 misi tingkat D, 97 misi tingkat B, 64 misi tingkat A, dan berhasil menyelesaikan 21 misi tingkat S. Tingkat S adalah misi tersulit yang membahayakan nyawa karena berhadapan dengan para pendekar tingkat tinggi.
Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang pendekar yang masih berumur begitu muda.
Karena pencapaian itu Xia Long yang memiliki tingkat pendekar mendekati puncak bergelar mendapatkan julukan sebagai pendekar 4 elemen.
Selain itu Xia Long juga memiliki ciri khas rambut berwarna putih keperakan dengan model acakan hingga bahu. Bagi para pendekar diluar sana tentu mudah mengenalinya.
Banyak pendekar dari sekte aliran hitam yang berada di tingkat kelas 1 dan ahli memilih untuk menjauh ketika bertemu dengannya dari pada harus berhadapan langsung.
*****
Penjaga buru-buru menjelaskan situasinya.
"Ada dua orang yang berusaha menyusup masuk ke gerbang, untungnya para penjaga berhasil mendeteksi mereka".
"Penyusup?....... Dimana mereka sekarang?" tanya Xia Long memastikan.
"4 orang penjaga yang lain sudah mengejarnya, tapi sepertinya para penyusup itu adalah pendekar yang berbahaya".
"Begitu yahh... ayo bawa aku kesana".
"Baik Tetua".
Mereka berdua kemudian berlari menyusul 4 pengejar yang lain ke arah timur pintu gerbang.
2 penjaga lain yang masih berada di pintu gerbang ikut bergabung dengan mereka.
"Mereka lari ke arah mana?" tanya Xia Long sambil berlari dengan cepat.
"Mereka ke arah dermaga, sepertinya mereka akan kabur lewat sana".
"Ahhhh... dermaga?" wajah Xia Long kebingungan.
Sambil berlari Xia Long sejenak berpikir, jika para penyusup itu benar berusaha kabur lewat lautan, itu tentu akan mempermudah mereka menangkapnya, tapi informasi dari penjaga tadi bahwa dua penyusup itu dari pendekar tingkat tinggi. Xia Long berpikir sebagai pendekar tinggi sudah seharusnya memiliki banyak pengalaman, mereka tidak mungkin mengambil tindakan yang ceroboh.
"Berhenti....!!!" tegas Xia Long yang mengejutkan dan memberhentikan langkah penjaga yang ikut berlari bersama mereka.
"Tetua ada apa?" salah satu penjaga terkejut dengan perintah Xia Long.
"Tak ada waktu untuk menjelaskan... kalian semua ikuti aku".
"Baik Tetua".
Xia Long memutar arah kembali mendekati gerbang, 3 orang penjaga yang mengikutinya berasa heran, tapi tak menanyakan itu. Lagi pula yang memerintah mereka adalah murid terbaik yang dimiliki Pulau Persik di eranya.
*****
"Apa apaan kau Dong Shu.. setelah berlari ke arah timur kau malah memutar Melawati bagian kiri Pula Persik" Tegur Li Jue terhadap pria paruh baya berbaju serba hitam.
__ADS_1
"Sudah ikuti saja aku.... kita tidak mungkin lari melewati lautan, itu butuh waktu lama. Para pengejar akan segera mendapatkan kita".
" Tapi kita akan kehabisan tenaga dalam jika berlari dengan jarak yang jauh begini".
"Tenang saja, ketika sudah melewati belakang Sekte Pulau Persik kita akan beristirahat di pegunungan itu" Dong Shu menunjuk gunung di belakang sekte Pulau Persik.
"Ahh.. kau akan mempertemukan kita dengan binatang buas" sanggah Li Jue.
"Menurut informasi, kita akan terhindar dari binatang buas ketika melewati jalur kiri samping Pulau".
"Cihhh terserah kau saja" Li Jue merapatkan giginya.
Sepanjang perjalanan Li Jue terus mengoceh, meski dirinya berusia jauh lebih muda dibanding Dong Shu, dia tidak merasa ada masalah dengan itu. Tentu ocehan Li Jue membuat kuping Dong Shu sedikit panas, tapi itu sudah cukup biasa bagi Dong Shu.
Tiba-tiba mereka di kejutkan sebuah serangan dari arah depan.
"Li Jue.... !!!!" peringatan Dong Shu.
"Yahh....".
Li Jue Juga merasakan serangan berbentuk pisau angin yang mengarah ke mereka, dengan sigap mereka berdua melompat menjauh menghindari pisau angin itu. Satu buah pohon tumbang karena terkena serangan pisau angin liar itu.
"Apa itu barusan?" Li Jue melirik pohon yang barusan terpotong menjadi dua bagian. ia menelan ludahnya merasa beruntung.
"Jangan hilangkan kewaspadaan mu, musuh ada di depan kita" Dong Shu menegur Li Jue lalu mengambil posisi siap berhati-hati.
Tak berselang lama pria muda berambut putih keperakan berjalan di balik pepohonan di ikuti 3 pengawalnya, Dong Shu dibuat terkejut, sedangkan Li Jue hanya mengerutkan dahi tak mengerti.
"Dari raut wajahmu, sepertinya kami mengejutkan kalian yah?" Xia Long berjalan perlahan.
"Bagaimana bisa kalian mengetahuinya?".
Selain Dong Shu, 3 pengawal Xia Long tak kalah terkejut.
"Bagaimana menjawabnya yahh... tapi yang pasti kalian sedang menyusup ke sekte yang salah" Xia Long menurunkan alisnya.
Dong Shu memperhatikan pendekar berambut putih perak di hadapannya, sepertinya dia adalah ancaman. Di tambah ia tidak sedang ingin bertarung sekarang, ini berada pada wilayah musuh yang cepat atau lambat bantuan bisa saja datang kapan saja dan merugikan mereka.
"Wajah sok keren mu sangat menjengkelkan.. apa kau tahu, aku sudah membunuh lebih dari 50 orang sepertimu" wajah kesal Li Jue
"Aku sendiri sudah membunuh lebih dari seratus orang sepertimu?" balasan Xia Long membuat Li Jue jatuh mental.
"Apa katamu haaaa?" Li Jue naik pitam.
"Li Jue tenanglah jangan berbuat sesuatu yang merugikan kita" Dong Shu menenangkan.
"Jangan hanya berdiam diri... urus ketiga orang itu, biar aku mengurus pendekar muda sombong ini?" mengeram menahan marah.
Mendengar Li Jue, 3 pengawal meningkatkan kewaspadaannya beberapa berkeringat dingin, ia tentu merasakan hawa pembunuh yang pekat pada kedua orang di hadapannya. Xia Long membentangkan tangannya.
__ADS_1
"Kalian bertiga jangan ada yang ikut campur... aku akan mengurus mereka berdua".
"Tetua Xia tapi?" wajah keheranan pengawal.
"Diam saja... dan tetap waspada" tutup Xia Long.
"Kau sombong sekali... baiklah aku jadi ingin benar-benar membunuhmu... Dong Shu tunggu apa lagi".
Dong Shu berpikir cepat, menyerang pendekar muda itu secara bersamaan adalah ide baik, mungkin saja mereka berdua bisa mengalahkannya agar bisa pergi dengan lebih cepat.
"Terserah kau saja... mari kita mulai".
"Aku pikir kau akan menolaknya lagi....". Li Jue tersenyum bersemangat.
Mereka berdua mengambil ancang ancang bersiap menyerang. Xia Long yang dengan wajah tenang mulai mencabut pedang dari sarungnya dan membentangkannya. Xia Long Menarik nafas dengan kuat lalu menghembuskan lewat mulut.
"Mari kita mulai..." Xia Long menyipitkan mata bersiap.
Mereka bertiga mengalirkan tenaga dalam ke sekujur tubuh mereka dan bergerak maju secara bersamaan. Masing-masing pedang mereka dilapisi tenaga dalam, dan dalam waktu singkat akhirnya terjadi berbenturan pedang.
Gerakan mereka begitu cepat, hampir tak bisa di tangkap dengan mata biasa, 3 penjaga yang memperhatikan dari kejauhan begitu takjub, sesekali mereka berkata ini adalah pertarungan tingkat tinggi, kita tak bisa mencampuri atau akan merugikan tetua Xia Long.
Suara Pedang berbenturan terjadi tiada henti begitu nyaring, bagi orang yang mendengarnya memilih untuk menutup telinga. dalam waktu singkat terjadi hingga ratusan kali benturan pedang yang menghasilkan percikan-percikan api.
Xia Long terlihat mengambil posisi bertahan dan mundur, tapi ia masih terus di hujani dua pedang lawannya. Ia berfokus pada serangan pedang lawan berusaha menghindari luka tebasan dari musuh, tapi Dong Shu yang berpengalaman melihat celah.
"Kau Begitu kerepotan bertahan yahh.... " senyum dingin Dong Shu.
Dong Shu lalu melepaskan tendangan bersamaan dengan pedangnya, Xia Long sebenarnya menyadari tapi tak bisa menghindar karena pertahannya sedang direpotkan oleh serangan pedang lawan.
Xia Long terkena tendangan ia terlempar jauh terpental menggeser tanah di bawahnya, melihat itu 3 pengawalnya panik.
"Tetua Xia..." suara khawatir.
Setelah berhasil mengenai lawannya, Li Jue menghentikan serangannya dan berusaha mengejek lebih dulu.
"Hahahaha.. apa kau masih bisa menunjukkan wajah sok keren itu?" Li Jue mengejek merendahkan Xia Long.
Dong Shu memperhatikan Li Jue yang begitu mengulur waktu.
"Apa yang kau lakukan?" Dong Shu memarahi Li Jue.
"Sabarlah dulu aku sedang menikmati ini..." senyuman Li Jua begitu dingin menakutkan.
Di tengah perdebatan kecil mereka tak sadar bahwa seseorang yang baru dia tendang sudah berdiri perlahan bejalan mendekati mereka.
"Apa yang kalian lakukan... kenapa tidak melanjutkannya?" Xia Long berjalan tanpa merasakan rasa sakit sedikitpun.
Dua pendekar aliran hitam begitu terkejut melihatnya.
__ADS_1
"Kau..... kenapa bisa?" Mata Li Jue melebar tak percaya.