
Sekte Pulau Persik terletak pada Benua Bintang Tiga di bagian barat. Sebuah pulau yang bagian belakang Sekte nya terhubung pada gunung besar yang di huni oleh para binatang buas. Salah satu alasan mengapa Sampai sekarang Organisasi 9 Tengkorak masih sulit untuk melakukan invasi ke Pulau Persik.
Akses termudah memasuki Sekte Pulau Persik adalah dengan mengambil jalur lautan, tapi jika itu untuk rencana penyerangan jelas akan sangat beresiko. Musuh harus menyiapkan banyak kapal perang dengan perlengkapan senjata jarak jauh, jika tidak sebelum sampai ke dermaga atau daratan pulau Persik mereka akan di habisi oleh para pasukan pertahanan pulau Persik.
Karena akses ke pulau persik begitu susah, sehingga Organisasi 9 Tengkorak sulit untuk mendapatkan informasi tentang Pulau Persik. Satu kali percobaan mereka dengan menggunakan jasa pendekar berpengalaman mencari informasi, tapi berakhir dengan kegagalan, di sebabkan pertahanan Pulau Persik yang memiliki sistem sensor pelacak tenaga dalam energi negatif, yang ditugaskan langsung oleh petinggi Yue Fein. Artinya sensor ini ditujukan pada pendekar aliran hitam.
Luas Sekte Pulau Persik seperti sebuah kota besar, di dalamnya juga memiliki konsep pemerintahan sebagai mana yang di terapkan oleh Kekaisaran Wei. Mengatur keuangan Sekte dari pendapatan sumber daya alam dan hasil bayaran dari para pendekar nya. Semua keuangan dianggarkan untuk pembangunan Sekte. Karena termasuk salah satu sekte yang memiliki pendekar bayaran terbanyak dan termahal sehingga menjadikan sekte Pulau Persik sebesar sekarang.
Sekte Pulau Persik memiliki banyak pendekar tingkat tinggi yang memiliki jabatan penting dalam mengatur sekte. Selain Patriark sebagai ketua utama, ada juga 10 petinggi sekte, ditambah ada 100 tetua pedang yang tingkatan pendekar mereka di atur sesuai dengan nomor urutan.
*****
Di gedung akademi pelatihan. Salah satu tetua pedang terlihat sedang melatih 100 murid berusia 8 tahun hingga 12 tahun.
Lim Kim adalah Tetua pedang dengan urutan 80, memiliki tingkatan pendekar bergelar tingkat awal.
Umur yang kini sudah menginjak 35 tahun. Usia yang bisa dibilang masih muda sebagai seorang tetua pedang. Lim Kim sebenarnya memiliki bekal promosi untuk meningkatkan kekuatannya tahun ini, tapi dirinya menolak dan memilih untuk fokus mendidik para pendekar muda. Meski itu akan mengurangi lebih banyak misinya, tapi Lim Kim merasa senang dan bahagia karena bisa melatih langsung bibit pendekar dan dapat melihat mereka perlahanan berkembang secara langsung.
100 murid muda berlatih dengan gerakan serentak sama persis. Itu adalah sebuah gerakan dasar yang dilalui sebelum berlanjut berlatih dengan menggunakan pedang.
Dalam seminggu, latihan dasar gerakan dilakukan selama 3 hari berturut-turut, tiga hari setelahnya adalah pelatihan membentuk tenaga dalam atau pengembangan tenaga dalam. Ada beberapa murid yang memang sudah memiliki tenaga dalam sebelum mereka resmi menjadi murid karena dibekali sumber daya dan latihan oleh orang tua mereka sejak dini.
Lim Kim berjalan dari kanan ke kiri berulang-ulang dengan santai, sambil memerhatikan para murid melakukan gerakan dasar bela diri secara bersamaan.
Mata Lim Kim tertuju pada satu murid yang memiliki kualitas gerakan hampir sempurna dan mengungguli teman muridnya yang lain.
Beberapa Minggu yang lalu di saat Lim Kim mengecek biodata murid mereka, yang ternyata siswa yang menjadi perhatiannya itu adalah anak berusia 8 tahun tapi memiliki bentuk fisik seperti seorang yang berusia 12 tahun. Lim Kim mengingat saat pertama kali anak itu memulai latihan 2 bulan yang lalu tubuhnya masih setinggi anak berusia 10 tahun.
Bagi Lim Kim hanya anak-anak para petinggi besar Pulau Persik yang biasanya memiliki perkembangan pertumbuhan secepat itu, karena dukungan dari sumber daya berkualitas dan tentunya sangat mahal dan susah di temukan.
Satu hal yang Lim Kim sadari adalah, anak ini hanyalah anak dari seorang perempuan pendekar biasa Pulau Persik, yang bahkan baru resmi bergabung dengan sekte 3 Tahun yang lalu. Berdasarkan hitungan pendapatannya itu tak masuk logika untuk bisa membeli sumber daya yang berkualitas tinggi dan mahal.
Pandangan Lim Kim masih belum beralih dari anak itu, seminggu yang lalu karena rasa penasarannya, Lim Kim memeriksa tulang anak itu yang ternyata memiliki kualitas tulang tingkat Serigala tua.
__ADS_1
Pada umumnya murid yang masih berusia 8 tahun rata-rata berada pada tingkatan tulang Serigala Putih, dan yang sedikit mempunyai bakat tulang memiliki tingkatan tulang Serigala merah. Yang berarti kualitas tulang anak itu memiliki dua tingkatan di atas murid muda yang bahkan terbilang berbakat karena memiliki kualitas tulang Serigala Merah.
Dalam dunia pendekar terdapat tingkatan kualitas tulang pendekar dihitung dari yang paling rendah adalah.
Kelas pertama
-Tulang serigala muda
-Tulang serigala putih
-Tulang serigala merah
-Tulang serigala dewasa
-Tulang serigala tua
Kelas kedua
-Tulang harimau Putih
-Tulang harimau merah
-Tulang harimau dewasa
-Tulang harimau tua
Kelas tiga
-Tulang naga muda
-Tulang naga putih
-Tulang naga merah
__ADS_1
-Tulang naga dewasa
-Tulang naga tua
Lim Kim menyebut anak yang selangkah lagi memiliki kualitas tulang harimau muda itu dengan sebutan Lie Han.
Karena termasuk aset berharga, Lim Kim memberikan perhatian lebih padanya. Setelah kelas latihan selesai, Lim Kim sering mendatangi Lie Han dan memberikan arahan dan masukan-masukan penting untuk menopang perkembangannya.
Berkat masukan Lim Kim, Lie Han mampu membuat 20 lingkaran tenaga dalam pada dirinya, tentu di dukung juga dengan bakat alami Lie Han.
Selain itu Lim Kim juga memberikan latihan pedang, meski semua murid berusia 8 tahun masih berlatih pada gerakan dasar awal, tapi Lim Kim berpendapat Lie Han sudah mampu mempelajari ilmu pedang karena pada dasarnya kualitas Lie Han memang melebihi murid seusianya.
***
Pada bulan Ketiga pelatihan Lie Han. Ibunya memiliki misi tingkat B yang mengharuskannya berada diluar sekte dalam waktu yang cukup lama. Lie Han meminta izin untuk sementara dirinya tinggal di vila tetua Lim Kim, ibunya sempat menolak karena menganggap akan merepotkan tetua Lim Kim, selain itu Kok Shi juga akan merasa tidak berguna jika Kok Shi tak menjaga Lie Han ketika dirinya pergi menjalankan misi.
Tetua Lim Kim sudah mengira ibu Lie Han akan menolak, maka dari itu sejak awal Lim Kim sudah berencana untuk meminta Lie Han tinggal di rumah secara langsung pada ibunya.
Mendengar permintaan itu langsung dari mulut Lim Kim, Lie Ming akhirnya menyetujui.
Lie Han akhirnya memiliki cukup banyak waktu untuk berlatih di bawah bimbingan Tetua Lim Kim.
2 Minggu latihan mereka, perkembangan ilmu bela diri pedang Lie Han semakin meningkat, Lim Kim benar-benar mengajari Lie Han dengan sangat serius. Dalam benak Lim Kim adalah kebahagian karena kini dirinya memiliki murid yang begitu berbakat.
Lie Han tak kalah senangnya, di banding ibunya yang sering keluar menjalankan misi, Lim Kim sepertinya memiliki lebih banyak waktu untuk mendorong bela diri dan ilmu pedangnya agar semakin jauh berkembang.
Hingga setahun pelatihan, Lie Han akhirnya memiliki kualitas tenaga dalam tingkat Pendekar kelas 2 yang memiliki 80 lingkaran tenaga dalam.
Melihat itu ibunya merasa sudah saatnya untuk memberi tahu Lie Han sesuatu yang akan mengejutkan dirinya.
Kadang Lie Ming berpikir untuk meminta bantuan dan saran pada Lim Kim agar bisa memahami isi dari kitab Petir Penghancur Gunung. Tapi karena pertimbangan tertentu Lie Ming menurunkan niat, karena kitab itu adalah benda rahasia, ia tak yakin Lim Kim bisa menjaga rahasia itu, atau kemungkinan terburuk Lim Kim berbalik ingin merebut kitab itu.
Pikiran itu adalah bentuk ketakutan wajar dari Lie Ming sebagai orang yang dipercayakan ayahnya untuk menjaga kitab petir penghancur gunung dirinya harus sangat berhati-hati.
__ADS_1