PENDEKAR PETIR BIRU

PENDEKAR PETIR BIRU
Misi Mendadak


__ADS_3

Hari ini, di Pulau Persik sedang merayakan hari jadi Sekte. Pendekar dan para penduduk biasa semuanya berbaur bersama.


Banyak pedagang seperti penjual makanan, pakaian dan senjata menggelar dagangannya di tempat perayaan. Tempatnya luas seperti area lapangan.


Lie Han sedang berjalan-jalan di tempat perayaan bersama dengan Yue Chan. Yue Chan yang masih berumur 10 tahun tak kalah berkembangnya dengan Lie Han. Karena dia adalah anak petinggi sekte, dia di bekali sumber daya yang berkualitas. Karena itu Yue Chan kini terlihat tumbuh menjadi gadis cantik yang memiliki tinggi 150 cm. Meski belum menunjukkan tubuh wanita dewasa, tapi Yue Chan sudah terlihat seperti gadis remaja yang manis.


"Han-gege, apa kau tidak ingin membelikan ku sesuatu?" rayu Yue Chan sambil berjalan menatap mata Lie Han.


"Membelikan mu sesuatu... tapi apa?"


"Ya apa saja... bagaimana kalau itu" Yue Chan menunjuk sebuah Keranjang tempat penjual cemilan.


"Ya sudah ayo..."


"Wah.. Han-gege baik." Yue Chan mengepal kedua tangannya di dagu, matanya berkedip beberapa kali...


"Aku baik yahh...? hehehe" Lie Han menggaruk kepalanya sedikit bingung.


Mereka berdua kemudian mencari tempat bersantai untuk menikmati cemilan yang baru mereka beli.


Di tengah keramaian 3 orang murid remaja laki-laki yang rata-rata berumur 13 tahun juga sedang menikmati perayaan. Satu orang terlihat menonjol dengan berjalan di posisi paling depan. Di akademi ia di panggil dengan sebutan Bhai Kun.


Di akademi, Bhai Kun sekelas dengan Yue Chan. Karena Yue Chan termasuk murid wanita tercantik di kelasnya, hingga membuat Bhai Kun tertarik dan sering menggoda Yue Chan.


"Hari jadi perayaan sekte selalu membuatku bahagia...kenapa perayaan ini tidak dibuat sebulan sekali saja"


"Tapi Bos, bukannya yang namanya hari jadi memang di rayakan sekali setahun yah."


"Dasar bodoh... kau tau apa"


"Maaf bos saya salah"


"Ayo kita berputar mengelilingi tempat ini sekali lagi"


"Sekali lagi bos? tapi ini sudah sekian kalinya"


"Apa kau menentang ku, apa mau dihajar kau?"


"Tidak bos, baik sekali lagi yah..."


"Bos bukankah yang disana itu..." teman bawahan Bhai Kun yang satunya menunjuk ke arah dua orang remaja laki-laki dan gadis cantik yang sedang duduk bersantai.


"Ahh... siapa?" Bhai Kun merapatkan matanya melihat ke tempat ditunjukkan.


Setelah selesai menyantap cemilan, Yue Chan dan Lie Han kembali berdiri. Sebelum mereka melangkahkan kaki, mereka dihentikan oleh suara teriakan dari belakang.

__ADS_1


"Hei bocah.....beraninya kau menggoda pacarku..... ayo berkelahi." Bhai Kun menunjuk Lie Han yang memiliki postur tubuh lebih tinggi darinya.


"Bos kau dan Yue Chan sudah jadian yahh?"


"Bos... dia lebih tinggi darimu" bawahan Bhai Kun yang lain menambahkan kalimat yang tak perlu.


"Diam kau...apa kau meremehkan ku?"


"Bukan bos.... maaf aku salah"


Lie Han memiringkan kepalanya tak percaya apa yang baru saja ia dengar dari anak yang jauh lebih pendek darinya. Berbeda dengan Lie Han, raut wajah Yue Chan justru terlihat memerah dan panas menahan amarah mendengar ucapan Bhai Kun barusan.


"Bhai Kun.... Apa katamu?" Yue Chan mengepalkan tangan dengan wajah memerah.


"Wanita jangan ikut campur....ini urusan pria." Bhai Kun menunjuk Yue Chan lalu menunjuk Lie Han.


Mendengar itu Lie Han hanya berdiri mematung. Dia benar-benar tak mengerti tentang kejadian yang begitu cepat ini.


"Kau tidak mau menyerang lebih dulu yah.... Jadi kau tipe petarung menyerang balik. baiklah aku akan menyerang lebih dulu." serang Bhai Kun penuh emosi


Bhai Kun berlari ke arah Lie Han hendak memukulnya, tapi tanpa Bhai Kun sadari langkahnya sudah tak menapak ketanah, kakinya menendang-nendang di udara.


Seseorang telah menarik kerah bajunya dari belakang.


"Murid nakal... apa kau mau membuat keributan disini."


"Guru Lim..."


"Sudahlah..." Lim Kim menurunkan anak yang baru ia angkat dengan satu tangannya.


"Sebaiknya kalian pergi saja...jangan berbuat onar" Lanjut Lim Kim.


"Baik guru"


Bhai Kun berjalan meninggalkan mereka, tapi sebelum itu dia berbalik ke arah Lie Han dan menunjuk kedua mata Lie Han dengan kedua jarinya. Lie Han kembali bingung.


"Sudah pergi sana." Lim Kim menjewer kuping Bhai Kun.


"Aduh sakit, baik guru..."


Mereka bertiga kemudian pergi menjauh.


"Bos.. tadi kau keren sekali"


"Bos.. andai bukan karena Guru Lim Kim, kau pasti sudah menghajar bocah itu."

__ADS_1


Suara para bawahan Bhai Kun terus menari di telinganya, Bhai Kun senang mendengarnya dan merasa begitu percaya diri.


"Apa kalian tidak apa-apa?"


"Tidak guru... Kami baik-baik saja" Jawab Lie Han singkat.


"Baguslah.... anak yang tadi namanya Bhai Kun. dia teman satu kelas Yue Chan"


"Dia memang terkenal begitu pengganggu di kelas" terang Yue Chan dengan melipat tangannya di dada.


***


Patriark Jin Yong sedang dalam perjalanan menuju ke istana kekaisaran Wei di temani dua petinggi sekte. Mereka ingin menemui kaisar Huang Taiji untuk membahas masalah keberadaan 9 Tengkorak.


Sehari setelah keberangkatan mereka, para petinggi yang tinggal di sekte baru saja mendapatkan laporan baru dari pendekar yang baru saja tiba menjalankan misi. Data laporan itu begitu penting untuk pertemuan Patriark Jin Yong Dengan kaisar, para petinggi mengutus salah satu tetua untuk mengantarkannya. karena berkasnya cukup banyak sehingga sulit untuk mengirimnya menggunakan burung pembawa pesan.


Para tetua kebanyakan sedang menjalankan misi dan kesibukan lain, beberapa di antaranya masih dalam waktu istirahat.


Petinggi memerintahkan Lim Kim untuk mengantarkan data laporan itu pada patriark Jin Yong.


Lim Kim tidak keberatan, lagi pula sudah lama ia libur menjalankan misi diluar sekte, karena kelamaan di sekte Lim Kim juga merasa Suntuk, dan ingin keluar sekte sekali-sekali.


Misinya membawakan Data laporan itu menjawab keinginan kecil Lim Kim.


***


Lie Han sedang mengobrol dengan ibunya yang membahas tentang perkembangan Lie Han sejauh ini. Melihat kemajuan Lie Han, Lie Ming sedikit berbangga hati, karena Lie Han berada pada poros yang baik.


Di umur Lie Han yang menginjak 12 tahun, dengan postur tubuh seperti sekarang, memungkinkan dia untuk mulai mengonsumsi ginseng merah, karena Fungsi Ginseng air juga kurang optimal lagi sejak setahun terakhir.


Saat mereka berdua berbincang-bincang, suara ketukan pintu terdengar dari luar. Lie Ming buru-buru membukanya dan ternyata itu adalah Tetua Lim Kim.


Kedatangan Lim Kim bertujuan untuk mengajak Lie Han untuk ikut bersamanya dalam menjalankan misi pengantaran data informasi.


Mendengarnya Lie Ming sempat protes karena Lie Han masih begitu muda untuk menjalankan misi diluar sekte.


"Lagi pula diluar sana banyak ancaman berbahaya." ucap Lie Ming khawatir.


"Nona Lie Ming, percayalah padaku. Lie Han butuh misi ini, ia sudah saatnya mulai mengenal dunia luar, lagi pula aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu pada Lie Han. Itu janjiku"


Nada tegas Lim Kim Membuat Lie Ming sedikit menaruh percaya. Di dunia luar terdapat banyak sekali ancaman, termasuk binatang buas dan para bandit-bandit liar, dan yang paling berbahaya adalah para pendekar dari aliran hitam.


Untungnya para bandit-bandit hanya berada pada tingkatan pendekar ahli beberapa di antaranya sudah mencapai puncak pendekar ahli, dengan kekuatan Lim Kim sekarang yang berada di tingkat pendekar bergelar bagian dua, tentu bisa mengatasi mereka.


Lagi pula, para bandit biasanya menghindari para pendekar dan hanya menyerang para pedagang untuk ia rampok.

__ADS_1


Dengan rujukan dan petimbangan itu Lie Ming akhirnya mengizinkan Lim Kim ikut mengajak Lie Han untuk menjalankan misi pengantaran data laporan.


__ADS_2