PENDEKAR PETIR BIRU

PENDEKAR PETIR BIRU
7 Tetua Pedang Sekte Petir putih


__ADS_3

"Ming'er jaga baik-baik sumber daya ini, pastikan Lie Han menggunakannya dengan baik" pesan Lie Jing.


"Ayah tak perlu khawatir" Lie Ming mencoba menghilangkan beban pikiran ayahnya.


"Kenapa kakek tidak ikut bersama kami..." Lie Han bertanya dengan tatapan polos.


"Han'er ada yang harus kakek lakukan terlebih dahulu" Kakek berusaha menjelaskan pada cucunya.


"Setelah itu kakek menyusul kita yah?"


"Hahahaha... tentu saja Han'er" Lie Jing mengelus kepala Lie Han dengan senyuman.


Lie Jing menatap Lie Han dengan penuh perasaan, kemudian memberi perintah pada awak kapal untuk memulai perjalanan. Kapal pun perlahan menjauh meninggalkan Lie Jing dan daratan sekte Petir Putih.


Lie Han berlari ke tepi kapal dan melambaikan tangan ke pada kakeknya, Lie Jing sekali lagi tersenyum melihat perilaku menggemaskan cucunya lalu membalasnya dengan lambaian tangan juga.


Lie Ming memperhatikan mereka berdua, ia merenung beberapa saat. Lie ming masih tak percaya bahwa pertemuan mereka bertiga hari ini benar-benar akan menjadi pertemuan terakhir.


___________________________


Di sisi lain Kang Gouw yang sudah berada tidak jauh dari gerbang sekte petir putih bersama dengan 10.000 pasukannya mulai mengamati dari kejauhan, terlihat pintu gerbang Sekte Petir putih tertutup rapat seperti sedang menolak kehadiran mereka.


"Ketua Kang, apa kau yakin tidak berlebihan menyerang sekte kecil seperti itu dengan membawa pasukan sebanyak ini" ucap salah seorang pendekar berwajah kotak dengan bekas luka di matanya sambil menunggang kuda.


"Kau jangan meremehkan mereka Zhao Ga" sanggah Kang Gouw.


"Kau yang meremehkan kami" Zhao Ga memotong


"Hmmmmm..... kau akan mengerti setelah bertarung di balik pintu gerbang itu"


"Aku tak sabar mengetahuinya..." Zhao Ga tersenyum penasaran


Kang Gouw menyuruh Zhao Ga untuk mulai mengatur pasukan, mereka bisa menyerang kapan saja sembari berjalan perlahan mendekati pintu gerbang.


Para pasukan hantu tengkorak berbaris tepat di bawah pintu gerbang, mereka bersiap menyerang kapan saja. Kang Gouw memerhatikan di sekeliling pintu gerbang yang terlihat sunyi, seakan menunjukkan tak ada aktivitas didalam sekte


"Kau yakin mereka semua tidak melarikan diri" Zhao Ga menatap kang Gouw yang terlihat berdiam beberapa saat.


"Aku sangat mengenalnya... dia tidak mungkin melarikan diri seperti pecundang" ujar Kang Gouw yakin.


"Kau berbicara seakan kalian dekat"

__ADS_1


"Lie Jing... dia adalah teman lama, kami sering bertarung beberapa kali" jelas Kang Gouw dengan sedikit kenangan yang melintas di pikirannya.


"Apa....?" Zhao Ga terkejut


"Kami sempat menjadi murid satu perguruan, namun pada akhirnya kami berdua memilih berpisah dan mencari kekuatan dengan jalan yang masing-masing" jelas Kang Gouw lebih lanjut


"Sangat di sayangkan.... andai saja kalian tetap bersama mungkin kalian sudah menjadi partner di sekte aliran putih... atau dia sudah bersama kita disini" Zhao Ga menarik bibirnya ke atas.


"Membangun sebuah sekte adalah satu-satunya mimpi Lie Jing sejak kami masih remaja, ...... itulah mengapa ia tak mungkin meninggalkan sekte yang sudah ia bangun dengan kerja kerasnya"


"Aku jadi terharu.... kau pasti berat melakukan ini padanya" ucap Zhao Ga.


"Berhenti mengatakan omong kosong..... yang aku ceritakan hanyalah masa lalu" Kang Gouw menatap Zhao dengan tajam.


Kang Gouw mulai mengangkat tangannya memberi aba-aba lalu menggerakkan tangannya ke bawah tanda memulai menyerang sekte, tak peduli pintu gerbang tertutup dan terlihat tak berpenghuni.


Zhao Ga merasa heran melihat Kang Gouw yang menggerakkan hampir 2000 pasukan untuk membuka pintu gerbang, tapi tak bertanya apapun.


2000 pasukan mendekat pintu gerbang dan mendorongnya secara paksa, pintu gerbang terkunci dengan rapat dari dalam, para pasukan hantu tengkorak berusaha lebih keras mendobrak pintu gerbang.


Zhao Ga melompat dari kudanya lalu berlari ke arah pintu gerbang disusul belasan pendekar elite dari belakang, ia mengalirkan tenaga dalam pada telapak kakinya, ia berlari memanjat dinding pagar, para pasukan terpukau melihatnya berlari dengan hanya menggunakan kaki di dinding pagar.


Zhao Ga berlari beberapa langkah sampai akhirnya berhasil melewati pintu gerbang dan mendarat menggulingkan badannya di tanah lalu kembali mengambil posisi berdiri.


Zhao Ga yang baru saja mendarat sedikit keheranan dengan memiringkan kepalanya. sekitar hampir 1000 pria dan wanita berpakaian serba putih duduk berbaris, seakan sudah menyambut mereka.


Perlahan mereka berdiri serentak bersamaan, dengan memasang kuda-kuda tanda bersiap melawan, Zhao Ga terpesona melihat gerakan dan barisan mereka tertata rapi, di tambah pakaian serba putih.


"Aku seperti sedang melihat kawanan angsa putih menari di atas danau" Zhao Ga terpukau dengan pemandangan di depannya


"Apa kalian tidak berniat kabur saja dan serahkan apa yang kami mau" untungnya Zhao Ga langsung tersadar kembali akan tujuannya.


Zhao Ga menunggu jawaban, tapi selang beberapa menit tak ada yang bersuara menjawabnya, barisan pasukan sekte Petir Putih tetap pada posisi nya.


"Kalian memperlakukanku seperti orang bodoh" menghela nafas.


Raut wajah Zhao Ga seketika berubah dan merapatkan alisnya, wajahnya berubah menjadi begitu serius.


"Aku berharap akan melihat keindahan seperti ini lagi di tempat lain... karena kalian akan berakhir hari ini."


Zhao Ga memerintahkan pasukan menyerang, secara bersamaan ribuan pasukan hantu tengkorak mulai bergerak mendekati pasukan berpakaian putih.

__ADS_1


Pertarungan pun tak terelakkan, dua kubu masing-masing melancarkan serangannya. pasukan Hantu Tengkorak menyerang menggunakan pedang dan kapak, sedangkan pasukan sekte Petir Putih sebagian hanya menggunakan tangan kosong, dan puluhan di antaranya menggunakan pedang.


Meski banyak tak menggunakan senjata, pasukan sekte Petir Putih tetap bisa mengimbangi kekuatan pasukan Hantu Tengkorak meski mereka kalah dalam jumlah.


Zhao Ga terkejut melihatnya, ia sejenak mengingat perkataan Kang Gouw padanya sebelum pertempuran.


Halaman sekte Petir Putih yang tadinya tertata rapi dan damai kini menjadi Medan pertempuran besar, suara teriakan pasukan kedua belah pihak terdengar menggelegar dan pilu karena kesakitan menerima luka dari serangan.


Peperangan berlangsung hampir sejam hingga menewaskan hampir setengah masing-masing dari kubu, Zhao Ga terlihat khawatir meski situasi terlihat imbang, tapi pasukan sekte Petir Putih jelas lebih unggul karena lebih banyak membunuh para pasukannya.


Pasukan sekte Petir Putih menewaskan hampir 1000 pasukan Hantu Tengkorak, sedangkan dari kubu sekte Petir putih sekitar 500 prajurit yang tewas.


Pertarungan masih terus berlangsung, Zhao Ga masih memerhatikan dari jauh. Kang Gouw berjalan ke arahnya.


"Kenapa kau terlihat murung begitu?" kang Gouw mengejek Zhao Ga.


"Aku tak menyangka sekte sekecil ini bisa menghasilkan para murid yang kuat" Zhao Ga keheranan.


"Sekarang apa rencanamu?" Kang Gouw menunggu Zhao Ga memutuskan menambah pasukan penyerang


"Untungnya... kita memiliki jauh lebih banyak pasukan.... kita akan berada dalam masalah andai saja jumlah mereka lebih banyak"


"Aku.. sudah memberi tahu mu tapi kau tak mempercayaiku"


"Bagaimana bisa berita tentang sekte ini belum sampai ke telinga ku" Zhao Ga masih diliputi keterkejutan.


"Sekte Petir Putih bukanlah dari aliran putih atau sebaliknya" tambah Kang Gouw


"Apa...?" mulut Zhao Ga terbuka.


"Sekte mereka termasuk sekte aliran netral, itu lah sebabnya perkembangannya hanya sejauh ini"


"Jadi mereka memiliki keterbatasan dana untuk menambah kekuatan yahh?" akhirnya Zhao Ga mulai paham.


"Yahh... karena tentunya Kekaisaran lebih memilih untuk membayar pendekar-pendekar dari aliran putih yang sudah bekerja sama dengan kekaisaran sejak lama"


Zhao Ga tak punya pilihan ia menambah jauh lebih banyak pasukan untuk menyerang. tambahan pasukan Hantu Tengkorak mulai berlarian ke Medan perang.


para pasukan petir putih, terlihat khawatir namun tak punya pilihan lain selain meghadapi mereka, namun tiba-tiba pertarungan terhenti dengan paksa oleh sesuatu yang turun dari langit.


7 pendekar pria dan wanita paruh baya berpakaian putih masing-masing menggunakan pedang. Mereka menggunakan ilmu meringankan tubuh melompat dari satu bangunan ke bangunan yang lainnya, mereka seperti sedang terbang.

__ADS_1


Seluruh pasukan mendadak memperhatikan sampai mereka bertujuh mendarat di hadapan mereka semua.


Zhao Ga ikut terkejut melihat kedatangan 7 pendekar itu, sedangkan Kang Gouw hanya tersenyum tipis.


__ADS_2