
Lebih dari 50 pasukan perompak berhenti secara serentak setelah melihat satu pendekar berkelas berusaha menghadang mereka.
"Jika ada yang berani melangkahkan kaki, kalian akan kehilangan nyawa pada saat itu juga." Wajah Lim Kim mengancam begitu serius.
"Apa kau yakin bisa mengalahkan kami semua?"
"Kau ingin melawan kami seorang diri?"
"Apa kau bercanda?"
"Memangnya sekuat apa dirimu?"
Para pasukan perompak bekata bergantian, Lim Kim hanya merapatkan giginya, dengan perasaan khawatir, sedikit saja kesalahan akan memberikan ruang bagi para pasukan untuk menerobos dan menyerang ke rumah-rumah warga.
"Aku harus membunuh kalian semua, atau paling tidak setengah dari kalian."
Tak ada pilihan selain selain menyerang, Lim Kim berencana untuk membunuh mereka semua dengan masing-masing satu serangan, ia kemudian berlari sambil mencabut pedangnya. Dalam waktu relatif singkat ia sudah berada di antara barisan pasukan perompak.
Dengan tenaga dalam yang besar Lim Kim mampu menebas 2 pasukan perompak hingga terluka parah, tapi serangan berikutnya tak selancar serangan pertama. Tebasan pedang Lim Kim kemudian mampu di tahan oleh puluhan pasukan perompak, meski masih bisa melukai beberapa pasukan perompak, tapi itu hanyalah luka kecil.
"Para perompak ini, memiliki kemampuan pendekar kelas 1, Aku harus memikirkan cara lain." Lim Kim berucap pelan dengan kesal setelah tau dengan pasti kemampuan para perompak.
Lim Kim kemudian melompat beberapa meter meninggalkan barisan musuh, para perompak tak tinggal diam mereka secara serentak menyerangnya.
"kalian terperangkap." Lim Kim menaikkan sudut bibirnya.
Satu tebasan ke udara dengan tenaga dalam yang besar, pedang angin berukuran besar melesat ke arah pasukan perompak, 4 pasukan perompak kemudian meregang nyawa.
"Kurang ajar berani-beraninya kau."
"Cepat bunuh pendekar ini."
Suara para perompak berdecak kesal, mereka Kembali menyerang, Lim Kim memegang gagang pedangnya lebih erat dan bersiap menghadapai serangan lanjutan.
Ketika hendak melaju ke barisan musuh, tiba-tiba tubuh Lim Kim terasa berat, dirinya seperti sedang merasakan gravitasi yang begitu kuat, tapi ini begitu berbeda Lim Kim segera menyadari bahwa ini bukanlah gravitasi melainkan sebuah tekananan dari atas kepalanya, dengan berusaha Lim Kim menggerakkan kepalanya menatap ke langit.
Dari atas terlihat sebuah bayangan hitam yang melompat ke arahnya. Bayangan itu semakin mendekat, tak lama kemudian terlihat seorang pria bertubuh besar dengan memegangi senjata gada dengan kedua tangannya.
"Apa itu? gawat tubuhku tak bisa bergerak." Lim Kim terlihat khawatir.
Kapten perompak menggunakan senjata gada nya untuk mendorong udara dari atas dan memberikan tekanan pada tubuh Lim Kim.
"Matilah kau semut kecil." Kapten perompak memukulkan gada nya ke arah kepala Lim Kim dengan tenaga yang begitu kuat.
__ADS_1
Dengan cepat Lim Kim mengalirkan tenaga dalam yang besar untuk melawan tekanan dari udara itu, setelahnya Lim Kim berhasil melompat ke samping dengan cepat, kurang dari sedetik tanah dari pijakannya tadi kemudian hancur seketika karena serangan gada kapten perompak.
"Ha...hampir saja." Lim Kim menghela nafas.
Tak ingin pendekar itu merasa lolos, kapten perompak kembali menyerang dengan gada nya, dengan cepat Lim Kim memberi perlawanan dengan pedangnya. Senjata mereka saling berbenturan dan berlangsung selama 10 menit, terlihat Kapten perompak membabi buta, begitu kuat hingga memaksa Lim Kim lebih banyak menghindari serangannya dibanding menahannya dengan pedang.
Daya serang gada milik kapten perompak begitu kuat, Lim Kim khawatir pedangnya akan rusak jika membenturkannya terus menerus, Lim Kim memilih untuk terus menghindar, Tapi kapten perompak tak memberinya nafas dan terus menempelnya.
Dengan wajah sedikit khawatir, Lim Kim tak bisa membuat rencana karena tak diberi ruang, ia hanya terus menahan dan menghindari serangan musuh.
Tiba-tiba tanpa Lim Kim sadari kapten perompak kembali mendorong udara dan bersiap mengarahkan gada nya kepadanya.
"Mati lah..." Senyum kapten perompak.
"Apa?.. jurus ini lagi... aku tak sempat " Mata Lim Kim membelalak sebelum akhirnya mengalirkan tenaga dalam besar ke pedangnya dengan cepat.
Serangan gada dan pedang Lim Kim akhirnya bertemu, sehingga menghasilkan gelombang udara yang dahsyat dan menghancurkan apapun disekitarnya.
"Hahahaha.. matilah." wajah kemenangan kapten perompak.
Celakanya, Lim Kim tak kuat menahan gelombang udara yang besar, hingga membuat dirinya terpental jauh menghantam tanah dan mematahkan pohon-pohon yang ia tabrak, posisinya berakhir duduk menyender pada pohon berikutnya lalu memuntahkan dara segar.
"Sial... bagaiman bisa? aku merasa sudah mengeluarkan banyak tenaga dalam sebanyak dirinya untuk menyerang." Lim Kim terheran dengan posisi tak berdaya setelah terkena serangan.
"Gada? jangan-jangan gada itu termasuk pusaka bumi, jika itu benar, berarti aku terkena serangan langsung." ucap Lim Kim sambil memegangi dadanya yang mengalami luka dalam.
"Hahahaha, wajah frustasi itu, sungguh menyedihkan, aku senang membunuh orang seperti itu, rasanya nikmat." tawa kapten perompak menggelegar.
Tak mau menunggu waktu lagi, kapten perompak kembali mengangkat gada nya lalu mengalirkan tenaga dalam yang besar, bersiap menghantam Lim Kim.
"Menggunakan jurus kuat seperti itu terus menerus, apa kau tidak kehabisan tenaga dalam?" Lim Kim bersuara lemas dan sedikit pasrah.
"Matilah kau... Gada penghancur." teriak Kapten perompak sambil berlari ke arah Lim Kim.
"Apa aku akan mati dengan cara seperti ini?" ucap dalam hati Lim Kim, yang merenung sesaat.
Serangan kapten perompak mengarah ke kepala Lim Kim.
"Seni petir, jurus petir pemotong, pedang petir."
Lie Han tiba-tiba melompat, entah dari mana datangnya, ia langsung menahan serangan kapten perompak dengan pedang bercahaya putih yang diselimuti petir, Dengan menghabiskan 60 lingkaran tenaga dalam, Jurus petir Lie Han berhasil mengimbangi gada miliki kapten perompak.
Meski berhasil mengimbangi serangan, Tapi tubuh Lie Han masih begitu muda dan belum begitu berpengalaman mengahadapi gelombang udara yang kuat, sehingga tubuhnya terpental beberapa meter ke arah gurunya, untungnya Lie Han tak mendapatkan serangan langsung seperti gurunya.
__ADS_1
"Lie Han." suara khawatir Lim Kim.
"Aku tidak apa-apa guru." Lie Han berlari ke arah gurunya.
Lim Kim sedikit terkejut melihat Lie Han tak mendapatkan luka serius.
"Kau bagaiman bisa?"
"Aku juga tak mengerti guru, tapi itu tak penting, sekarang bagaimana keadaan guru?"
"Aku sedikit buruk, tapi berkat dirimu aku sedikit memiliki waktu untuk menyembuhkan diri." Lim Kim kemudian mengalirkan tenaga dalam lalu menyembuhkan luka dalamnya.
"Jadi kau orang kedua itu yah... aku akui kau bisa menahan serangan gada ku, Tapi hasilnya tetap akan sama." geram Kapten perompak.
"Lie Han serangannya memiliki daya hancur yang kuat, tapi dia sudah melakukan itu berulang kali, tenaga dalamnya pasti sudah terkuras habis."
"Lalu apa rencana guru?"
"Kau datang tepat waktu, dengan begini kita bisa menyerangnya tanpa harus mengeluarkan tenaga dalam banyak."
"Apa guru berniat mencari kelemahan musuh?"
"Yah kau benar, sekarang mari bersiap." Lim Kim kembali berdiri mengatur nafasnya.
"Melihat kalian tidak kabur, dan memilih mati disini itu sungguh membuatku senang, tapi sayangnya aku sudah menghabiskan banyak tenaga dalam. Tapi tenang saja, selama gada ini bersamaku membunuh kalian adalah persoalan mudah." Kapten perompak mengambil posisi siap menyerang.
"Lie Han lakukan dengan hati-hati levelnya jauh di atas mu, bisa dibilang orang ini setara diriku, tapi gada itu menjadi pembeda, tetap konsentrasi." ucap Lim Kim khawatir.
Mendengar itu dan mengetahui kondisinya, Lie Han tertegun sejenak, ia menundukkan kepalanya beberapa saat, ia berusaha menyiapkan mentalnya.
"Guru.. dengan kekuatanku yang sekarang, mustahil mengimbanginya, meski aku bersama guru, tapi aku sudah menghabiskan setengah dari tenaga dalam dengan serangan tadi."
"Lie Han kau?" Mata Lim Kim khawatir melihat muridnya, kondisinya hampir seburuk muridnya karena sudah menghabiskan banyak tenaga dalam. Tapi setidaknya ia masih bisa melakukan perlawan dan melakukan serangan pamungkas dengan tenaga dalam yang tersisa.
"Guru aku berniat menyelesaikan ini dengan satu kesempatan, aku harap guru tidak mempertanyakan apa yang akan guru lihat." tanpa menungggu jawaban dari gurunya, Lie Han kemudian mengalirkan 60 lingkaran tenaga dalam dan menyelimuti pedangnya dengan petir putih.
"Apa jurus itu memiliki efek samping?" tegas Lim Kim.
"Jika kita membunuhnya dengan cepat, efek samping itu tidak berlaku."
"Begitu yahh? baiklah aku yang akan membuat celah."
Mereka berdua mulai begitu serius.
__ADS_1
"Jurus itu berbahaya... aku harus bisa menghindarinya." ucap pelan kapten perompak, dengan perasaan sedikit khawatir.