PENDEKAR PETIR BIRU

PENDEKAR PETIR BIRU
Tangisan Lie Han


__ADS_3

Tak ada satupun pihak Hantu Tengkorak yang berani mengambil resiko dengan menyerang lie Jing. kang Gouw dan Zhao ga pun berlari menjauh bersama, mengambil posisi aman lalu membalikkan badan melihat ke arah pasukannya yang masih berlarian menghindari Sambaran petir.


DUARRR....!!!


DUARRR....!!!


gemuruh petir masih menyambar, suara teriakan ketakutan hantu tengkorak. raut wajah kang Gouw begitu khawatir melihat ledakan yang terus menerus terjadi. Sambaran petir dari langit menghabiskan pasukannya jauh lebih banyak.


Tak ada lagi pintu gerbang Sekte petir putih semuanya telah berubah jadi bongkahan-bongkahan bercampur ribuan mayat pasukan hantu tengkorak. Zhao ga tak kalah paniknya melihat para pasukannya terkikis habis, lebih dari seribu pasukan mati mengenaskan dalam waktu belasan menit.


"apa kau tak bisa menghentikannya?" ucap Zhao ga panik


"aku Sama sekali tak melihat celah" kang Gouw menjawab dengan mata yang mengarah pada pria melayang dengan sinar putih tubuhnya


"bukankah kalian sama-sama pendekar suci?"


"yahh... kau benar"


"mana mungkin kau tak bisa berbuat apa-apa, paling tidak kau bisa sedikit menekan kekuatannya"


"aku pun tak mengerti, sejak tadi aku mengamati kekuatan dari petir itu, rasanya meski membaluti tubuhku dengan banyak tenaga dalam aku tetap akan hancur karenanya"


"bagaimana bisa..?" wajah Zhao ga terkejut


"aku curiga ini adalah teknik terlarang yang melampaui kekuatan asli penggunanya"


"kekuatan terlarang... bukankah dengan melakukan itu akan ada efek samping dari penggunanya?"


"aku masih tak begitu yakin" potong kang Gouw yang masih mengamati.


ledakan masih terus terjadi, Lie Jing melayang menggerakkan kedua tangannya terus menerus kebawah beberapa kali, beberapa menit setelahnya wajah Lie Jing tiba-tiba berubah merasakan sesuatu pada tubuhnya


"apa.....!!! jangan-jangan" wajah panik lie Jing.


Selimut dan kilatan petir lie Jing mulai melemah perlahan mendekati redup, tapi ia masih berusaha keras dengan berteriak ke langit, menggunakan semua kekuatannya yang masih tersisa menyatukan semua petir di langit dalam satu titik. lie Jing berencana membuat satu ledakan terakhir sebelum akhirnya ia kehabisan energi.


DUARRRRRRRRRRR.....!!!


Satu ledakan menghantam bumi bersama pasukan Hantu Tengkorak, ledakan itu membunuh lebih dari dua ratus pasukan musuh. bersamaan dengan itu cahaya dan selimut petir putih di tubuh Lie Jing tiba-tiba redup, rambut putih panjang yang sejak tadi bergelombang mulai lurus kembali.


Tubuh lie Jing melemah hampir tak memiliki tenaga lagi, perlahan jatuh siap menghantam tanah. dalam hati lie Jing yang masih terjaga, meski harus mati tapi itu tak membuat dirinya merasa kalah karena telah mengeluarkan semua kekuatannya membunuh para musuh, itu akan memberi mereka pelajaran.

__ADS_1


Paling tidak dirinya sudah mengarungi dunia persilatan selama lebih dari seratus tahun, tak ada lagi yang ia ingin gapai.


Satu hal yang ada dibenak lie Jing adalah cucu kesayangannya yang masih berumur lima tahun. dia selipkan satu pucuk harapan kepada Lie Han yang telah mewarisi semua kekuatan dari para leluhurnya yang terkumpul dalam cincin pengetahuan dan kitab petir penghancur gunung.


"lie Han.... jadilah pendekar yang tangguh, ukir sejarah yang besar sampai dunia mengenalmu" ucap pelan lie Jing yang perlahan kehilangan kesadarannya.


"Patriark....." Thio Sam beranjak dari tempatnya berlari ke arah lie Jing terjatuh.


Thio Sam mencabut beberapa anak panah pada tubuhnya lalu mengalirkan tenaga dalam menghentikan pendarahan, cukup menguras banyak tenaga dalamnya.


Sebagai tetua pedang yang masih tersisa dan bisa melakukan perlawanan, ia berusaha melakukan sesuatu yang berguna. Thio Sam melompat meraih mendekap lie Jing yang sudah tak sadarkan diri.


"patriark...patriark" Thio Sam berusaha membangunkan Lie Jing tapi sia-sia.


Dua orang berlari dan melompat dengan ilmu meringankan tubuh menuju ke arah Thio Sam, perlahan mendekat tapi mereka di hentikan oleh seratus lebih murid sekte petir putih, kang Gouw dan Zhao ga mengentikan langkah


"apa orang seperti kalian tak bisa mengerti kekalahan" Zhao Ga mengejek menahan emosi


"kalian harus melewati kami dulu" salah satu murid sekte petir putih menantang


"jadi begitu yah... kalian benar-benar siap mati"


"jangan remehkan mereka" kang Gouw mengingatkan


"tentu saja...." tegas kang Gouw


Kang Gouw berteriak memanggil, tak lama belasan pasukan elite milik kang Gouw keluar dari barisan mendekat ke arah dan bergabung dengan kang Gouw.


"kau cukup peka juga yahh.... mari kita selesaikan dengan menghabisi sisa cecunguk ini" senyuman percaya diri Zhao ga


"yahh...." jawab kang Gouw singkat


mereka berdua di susul belasan pasukan Elite, mulai menusuk masuk menyerang barisan sekte petir putih.


*****


Lia Han yang sejak tadi duduk di tepi kapal, ibunya terus memandanginya. kesedihan karena berpisah dari kakek.


"Han'er.... kakek akan menyusul kita nanti, sekarang kemari lah" lie Ming begitu berat mengucapkan kebohongan itu dengan senyumannya tapi tak punya pilihan lain


"ibu....." tanya Lie Han menatap laut

__ADS_1


"yahh Han'er?" penasaran


"apakah kakek akan kalah dari pasukan hantu tengkorak"


"Han'er kau...?" mata lie Ming melebar tak menyembunyikan keterkejutannya


Sebelum penyerangan lie Jing menemui anaknya untuk memberitahukan agar besok dia dan lie Han harus meninggalkan sekte petir putih, mengira Lie Han sudah tertidur pulas. lie Han tak sengaja bangun dan mendengar percakapan mereka berdua.


Meski masih berusia lima tahun lie Han sebenarnya bisa menangkap dan memahami arti dari percakapan orang tua, berbeda dengan anak seusianya yang pada umumnya masih begitu polos.


Tak kuasa menahan kesedihannya, lie ming tersadar bahwa sejak mereka berangkat meninggalkan sekte, lie Han sudah menyimpan duka sedih dalam hatinya tapi tak menunjukkan itu padanya dan kakeknya.


lie Han sendiri tak ingin mengacaukan keputusan mereka berdua, meski banyak pertanyaan yang ingin lie Han tanyakan tapi ia lebih memilih menahannya.


Mengetahui semua itu lie Ming langsung memeluk anaknya dalam dekapan begitu erat.


"Han'er maafkan ibu" air mata lie Ming mengalir deras disusul lie Han yang juga sudah tak bisa menahan air matanya yang sejak tadi ingin mengalir.


*****


Pertarungan berlanjut beberapa menit sampai akhirnya kang Gouw Zhao ga dan belasan pasukan Elite berhasil menewaskan semua murid sekte petir putih.


lie Jing yang kembali tersadar tapi tidak dengan tenaganya, hanya bisa berbaring kaku, ia menatap seseorang yang berada diatasnya


"jadi sudah berakhir yah...?" tanya Lie Jing kepada sahabat lamanya


"yahh... apa kau punya permintaan terkahir?" tanya kang Gouw serius


"aku ingin kau membunuhku dan menguburku sebagai mana layaknya seorang pendekar semua inginkan" pinta lie Jing


"itu... aku akan melakukannya" kang Gouw bersedia


Sekali lagi kang Gouw mengingat masa lalu bersama dengan lie Jing ketika masih mengarungi Dunia persilatan bersama.


Thio Sam sudah tak berdaya dengan satu telapak kaki menginjak dadanya.


"kau membunuh pasukan ke sayangku seperti ini kan" Zhao ga menusuk dada Thio Sam dan mencabut nyawanya


"akhhhh....." suara kesakitan dan darah mengalir keluar dari luka dan mulut Thio Sam sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.


Setelah kematian Thio Sam dan lie Jing, kang Gouw memerintahkan pasukannya untuk mengubur mayat-mayat mereka selayaknya seorang pendekar, Zhao ga keberatan, selang beberapa lama ia pun mengikuti perintah kang Gouw yang menatapnya dengan melepaskan aura pembunuh yang begitu besar.

__ADS_1


Hari ini adalah hari runtuhnya sekte petir putih dari dunia persilatan, tapi yang menjadi beban pikiran kang Gouw dan Zhao ga sekarang adalah bagaimana mereka melapor pada ketua organisasi sembilan tengkorak jika pasukan mereka hanya menyisakan setengah dari yang mereka bawa dalam penyerangan sekte petir putih.


__ADS_2