
Mendengar suara yang baru saja memasuki restoran, ke empat pria paruh baya itu kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Siapa kalian? Beraninya bersuara lantang di hadapan kami." Salah satu pria paruh baya berkepala plontos mengeram ke arah dua pendekar yang baru saja tiba.
"Sepertinya dua orang itu yang baru saja kita lihat diluar." satu pria aneh lain ikut bersuara.
"Iya aku juga mengingatnya... sepertinya aku baru melihatmu di Desa ini, apa kau pengunjung?" ucap pria kepala plontos.
"Yah kami baru saja tiba, sejak kapan kalian berada di desa dengan melakukan tindak kriminal seperti ini?" Lim Kim menjawab dengan santai.
"Pantas saja raut wajahmu tidak menunjukkan ketakutan." bersuara datar.
"Kenapa aku harus Takut? dengan kalian?"
"Jangan banyak bicara lagi ayo kita beri mereka pelajaran."
4 pria paru baya berpenampilan aneh menyerang Lim Kim dan Lie Han secara bersama-sama. Karena tak ingin merusak fasilitas restoran, Lim Kim memutar badan dan berlari keluar restoran.
"Lie Han ayo."
"Baik guru." Lie Han mengikuti gurunya.
"Kalian mau lari... jangan harap." kejar ke empat orang itu.
Mereka berempat mengejar dua pendekar yang berlari keluar. Setelah merasa meninggalkan restoran cukup jauh, Lim Kim menghentikan langkahnya.
"Guru kenapa kita berhenti?"
"Kita harus mencari tahu apa yang sudah terjadi pada desa ini."
Tak berselang lama 4 orang yang mengejarnya, berhasil menyusul mereka.
__ADS_1
"Kalian pikir bisa lari setelah berbicara sombong kepada kami?"
"Aku sama sekali tidak berniat lari, justru sebaliknya aku ingin menanyakan sesuatu pada kalian."
"Cihh bicaramu membuatku muak, katakan itu setelah kau berhasil mengalahkan kami." mereka berempat menyerang bersama.
"Baiklah jika itu mau mu... Lie Han hadapi dua lainnya." Lim Kim menyuruh Lie Han mengahadapi dua pria berpenampilan aneh yang masing-masing memiliki kemampuan setara pendekar kelas satu.
Lie Han mengangguk dan mengerti dan mulai menyerang mereka dengan tangan kosong, pertarungan 2 lawan 1 pun terjadi. Pertukaran jurus terjadi beberapa menit sampai akhirnya Lie Han mampu menundukkan mereka berdua sampai posisi mereka tak berdaya.
Lim Kim menyelesaikan musuh sedikit lebih lama, ia berniat menyandra satu diantaranya untuk dimintai keterangan, satu lainnya juga berhasil dibuat tak berdaya.
"Cepat katakan siapa kalian." Lim Kim mencabut pedangnya menaruhnya di leher musuh dengan mengancam.
Mereka berempat berasal dari para gerombolan perompak yang sebulan yang lalu menduduki desa ini. Mereka memaksa para pemilik restoran dan pemilik penginapan untuk selalu beroperasi meski tak ada pelanggan dari luar lagi yang berkunjung, karena para perompak menaruh penjaga di gerbang desa. Kedatangan Lim Kim dan Lie Han ke desa tanpa kendala karena para Perompak mengira tak ada lagi pengunjung yang akan berani memasuki desa setelah tahu keberadaan Mereka. Para perompak menikmati semua fasilitas yang ada di desa tanpa membayar sepersen pun.
Biasanya perompak menikmati sesuatu yang dijarahnya selama berminggu-minggu sampai hingga tak ada lagi yang mereka bisa ambil di desa. Setelah itu barulah mereka kembali ke lautan.
Lie Han yang mendengarnya sedikit tak percaya, baru kali ini ia bertemu dengan para manusia yang berbuat sekejam itu, dirinya sedikit emosional.
"Kenapa kalian melakukan hal seburuk itu?"
"Ah... itu untuk menyambung hidup kami." jawab salah satu perompak tanpa rasa bersalah.
"Menyambung hidup katamu, apa kau tidak sadar kalian perlahan membunuh mereka. Kalian membunuh orang dengan bertahan hidup kalian lebih buruk dari iblis." Lie Han mengepalkan tangannya menahan amarah.
Pria perompak hanya diam tak menjawab.
"Lie Han percuma mengatakan hal seperti itu pada mereka" Lim Kim memberi tahu jika para perompak memang cenderung tak memiliki perasaan dalam memperlakukan orang-orang.
Lim Kim kembali menyarungkan pedangnya. Setelah bertanya lebih lanjut, mereka mendapatkan informasi jika para gerombolan perompak sudah berada di sekitaran desa yang sedang bermarkas di sudut desa, Lim Kim meminta empat perompak itu mengantar mereka kesana.
__ADS_1
Anggota perompak yang ia ancam barusan tersenyum tipis sembari berjalan. Mereka berenam kemudian menuju ke sudut kampung markas tempat para perompak. Setelah berjalan cukup jauh, mereka kemudian tiba.
"Kita sudah sampai, tempatnya di sana" Wajah perompak menunjuk bangunan berlantai dua, ia menyampaikan dengan senyum dingin.
Tapi setelah mereka berbalik, dua pendekar yang berjalan bersama dengan mereka tadi sudah tak ada.
Setelah mengetahui dimana markas para perompak itu, Lim Kim dan Lie Han kemudian pergi dengan cepat agar jejak mereka tak diketahui. Mereka menuju ke salah bangunan tua yang tak berpenghuni dan bersembunyi di sana.
"Guru, apa rencana kita selanjutnya?" tanya Lie Han.
"Untuk sementara waktu kita bersembunyi disini, sambil membuat rencana."
"Baik guru. Mereka tidak mungkin mengetahui keberadaan kita sekarang."
"Tapi tentu ke empat perompak tadi sudah menyampaikan keberadaan kita ke rombongannya."
"Itu artinya mereka pasti sudah mencari kita."
"Aku harap mereka belum melakukan itu. Lie Han, kau harus keluar dan mencari tahu di mana rumah Kepala Desa dengan menyamar sebagai penduduk biasa, setelah itu temui dia, cari tahu apa yang sebenarnya terjadi."
"Baik guru, kau bisa mengandalkan ku."
Lie Han kemudian keluar dari persembunyian dan mencari tahu keberadaan rumah Kepala Desa. Mereka berniat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai invasi yang terjadi di desa.
Di desa tersebut sebenarnya memiliki Kepala Desa dan ratusan prajurit keamanan yang bertugas di dalam desa. Untuk bisa menundukkan desa tersebut, tentunya yang melakukan itu pasti memiliki kemampuan tingkat tinggi atau paling tidak mereka memiliki banyak tentara. Lim Kim ingin mengetahui sejauh mana kekuatan musuh.
Setelah beberapa lama berjalan dengan mengamati desa, Lie Han menemukan satu orang yang berjalan hendak memasuki rumah, Lie Han menghampirinya dan berpura-pura ingin bertamu.
Penduduk tersebut sudah terbiasa menerima tamu asing semenjak penjarahan yang ia rasakan, ia menerima Lie Han tanpa keberatan sama sekali.
Setelah Lie Han berhasil memasuki rumah, ia kemudian bertanya tentang para perompak dan kenapa mereka bisa sampai menguasai fesa. Awalnya warga itu menolak, tapi Lie Han meyakinkan dan berbohong kalau dirinya utusan dari kekaisaran untuk menyelamatkan mereka, warga itupun bersedia dan menceritakan semuanya.
__ADS_1