
Para pasukan sekaligus murid dari Sekte Petir Putih memberi jalan pada patriark yang perlahan tapi pasti mulai mendekati kumpulan musuh. Dengan wajah begitu tenang tanpa mengekspresikan ketakutan sama sekali. Pihak Hantu Tengkorak terdiam sejenak suasana menjadi hening seketika.
Langkah pria berwajah tua berambut putih terhenti di antara pasukan Hantu Tengkorak dan sekte Petir Putih. Ia memerhatikan sekitar ribuan mayat telah berbaring kaku bersimbah darah. Lie Jing merasa terpukul melihat tragedi ini, yang paling menyayat hati sebagian dari mayat adalah murid-muridnya. Lie Jing lalu menoleh ke tiga mayat yang ia kenal begitu dekat.
Bola mata Lie Jing seketika berubah menjadi sayup, seperti telah kehilangan energinya. Ia mendekati tiga mayat tetua pedang memegangi mereka bergantian.
Lie Jing berdiri tegap menghela nafas menatap langit lalu menghembuskan perlahan. Pihak musuh hanya terdiam memandangi pria tua berpakaian serba putih itu. Tak ada yang berani mendekati sampai mereka mendapatkan perintah.
Penyesalan terlintas di benak Lie Jing. Sejak pengumuman penyerangan ia sudah memberi tahu kepada para tetua dan murid-murid sekte untuk meninggalkan sekte dan mencari kehidupan baru.
Tak ada satupun dari murid dan tetua pedang yang memenuhi permintaan dari Patriark. Mereka mengatakan bahwa sekte Petir Putih adalah rumah mereka tak ada tempat lain untuk pulang .
Sebagian besar murid sekte Petir Putih adalah dari keluarga biasa, kebanyakan dari anak yatim piatu korban dari para bandit yang merampas harta dan membunuh orang tua mereka dengan sadis. Di masa lalu Lie Jing dan para tetua pedang menyelamatkan mereka dari belenggu kesepian dan kesulitan.
Bagi mereka mempertahankan rumah meski harus menghadapi kematian tidak lebih buruk dari pada lari seperti seorang pengecut yang tak peduli dengan saudara.
Mereka mengecualikan para anak kecil yang tetap harus melanjutkan hidupnya. sehari sebelum penyerangan, semuanya sudah pergi meninggalkan sekte dengan ibu yang mendampingi mereka, bagi wanita yang belum menikah memilih untuk bertahan membela Sekte.
Lie Jing kembali berjalan maju, pandangannya tertuju pada satu orang yang memakai rompi perang.
"Kang Gouw...." Lie Jing berteriak memanggil.
Kang Gouw berjalan meninggalkan barisannya mendekat Lie Jing.
"Bisakah kita melakukan pertarungan terakhir?" pinta Lie Jing.
"Tentu saja...." Kang Gouw mengiyakan sembari berjalan ke hadapan Lie Jing.
"Sebelum semuanya berakhir..... kita harus menentukan siapa yang lebih kuat di antara kita" Lie Jing menatap sahabat lamanya dengan senyuman.
"Kau.....?" mata kang Gouw melebar.
Mereka sejenak mengingat kenangan di masa lalu.
__ADS_1
"Aku tak sabar merasakan sensasi pertarungan ini......aku sudah menunggu sejak lama" Kang Gouw menyipitkan mata.
Ia lalu bergerak dengan mencabut pedangnya, Lie Jing beranjak dari pijatannya dengan tangan kosong menghampiri.
Pertarungan dua mantan sahabat pun terjadi, beberapa jurus dilepaskan oleh dua pendekar suci ini. Meski dengan tangan kosong Lie Jing mampu mengimbangi Kang Gouw.
Mereka hanya menggunakan ilmu bela diri biasa dengan tenaga dalam hanya dialirkan kepada tubuh, terlihat hanya melakukan
sebuah latih tanding biasa.
Zhao Ga yang sejak tadi tak bergerak dari tempatnya memperhatikan mereka dari kejauhan. Sedikit terheran pendekar suci seharusnya bisa bertarung dengan efek lebih besar dari ini, seperti halnya melakukan ledakan dengan perubahan jenis tenaga dalam, tapi yang ia lihat hanya sebuah pertarungan ilmu bela diri biasa.
Pertarungan itu sendiri hanya tentang menguji siapa diantara mereka berdua yang lebih unggul dalam ilmu bela diri, bukan menguji siapa diantara mereka yang memiliki tingkatan pendekar yang lebih tinggi.
Sebagai orang yang mengenal Lie Jing lebih lama, Kang Gouw tentu tahu bahwa tenaga dalam Lie Jing jauh di atasnya yang sudah mencapai puncak pendekar suci.
Pertarungan berlangsung beberapa menit, Kang Gouw beberapa kali menerima pukulan, tapi tak satupun ia sarankan ke tubuh Lie Jing. Ia kemudian mundur menjauh dari pertarungan
"Kau tetap hebat seperti dulu...Lie Jing"
"Hmm... kau benar" Kang Gouw tersenyum percaya.
Pertemuan yang akan menjadi kenangan indah bagi mereka berdua. lie Jing tertawa beberapa saat lalu tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi serius, bola matanya bergerak ke kiri dan kanan memandang semua pasukan hantu tengkorak.
"Kang Gouw ...... lindungi pasukan sebanyak yang kau bisa" Lie Jing berteriak dengan keras sembari melepaskan tenaga dalam yang besar dengan aura berwarna putih.
Getaran besar terjadi di Medan pertempuran, seakan bencana gempa melanda. Tubuh Lie Jing perlahan melayang ke udara, aura putih itu seakan mengangkat dirinya.
Sontak Zhao Ga merasakan ancaman, ia melakukan tindakan buru-buru menyerang Lie Jing sebelum hal buruk terjadi pada mereka.
"Pasukan pemanah serang...." Zhao Ga menunjuk pria berpakaian putih diatas udara.
Para pasukan pemanah bergerak maju ke barisan depan, siap melepaskan anak panah ke arah Lie Jing. Empat Tetua pedang tersisa tak tinggal diam, mereka berlari ke arah Lie Jing dan berdiri di bawahnya.
__ADS_1
"Cepat.... lindungi patriark" teriak Thio Sam berlari
Ratusan anak panah mengarah ke arah Lie Jing, tapi empat tetua pedang berusaha melompat menepisnya dengan pedang, celakanya jumlahnyabegitu banyak sehingga beberapa anak panah berhasil menancap ke tubuh mereka dan terjatuh. Beberapa anak panah yang lain berhasil mengenai Lie Jing tapi hancur seketika.
Aura putih yang meliputi Lie Jing kini menjadi percikan listrik putih menyelimuti semua tubuhnya yang juga berfungsi menjadi pertahanannya, matanya memutih dan mengeluarkan cahaya.
Awan di langit terlihat berkumpul menghitam, seperti akan menyirami medan perang dengan hujan.
Duarrr...!!!
Duarrr...!!!
Suara petir menggelegar dibalik awan hitam, kilatan terjadi beberapa kali, aliran listrik tubuh Lie Jing terhubung dengan petir di awan hitam.
"Tak ada jalan lain selain menggunakannya..." lie Jing berkata pelan.
Kondisi medan perang seperti sedang terjadi sebuah bencana alam. Tapi itu semua akibat dari jurus yang Lie Jing lepaskan. Jurus DEWA PETIR termasuk jurus terlarang yang akan membunuh pengguna setelah menggunakannya.
Untuk menggunakan jurus itu seseorang harus mengalirkan 1000 lingkaran tenaga dalam, yang berarti hanya bisa di lakukan oleh pendekar suci saja, sayangnya karena kapasitas tenaga dalam pendekar suci hanya berada 1000 lingkaran sehingga menjadikan jurus itu terlarang.
Seorang pendekar suci akan langsung kehabisan tenaga dalam dan hanya menyisakan energi kehidupan saja. Sebelumnya Lie Jing sudah menggunakan beberapa puluh lingkaran saat menghadapi Kang Gouw, meski hanya bela diri biasa tapi tetap mengurangi 1000 lingkaran miliknya sehingga jurus itu menyerap sebagian banyak energi kehidupan Lie Jing.
Sebenarnya jurus itu bukan jurus terlarang ketika yang menggunakannya memiliki QI, karena pada dasarnya satu lingkaran Qi setara dengan sepuluh lingkaran tenaga dalam. Qi itu sendiri sifatnya lebih tebal dan padat di bandingkan dengan tenaga dalam.
Lie Jing mulai mengarahkan tangannya ke langit, suara kilatan petir semakin menggelegar bersiap menyambar bumi. Pihak hantu tengkorak terlihat ketakutan melihat fenomena ini.
"Semuanya berlari.... keluar dari pintu gerbang" suara lantang ketakutan Kang Gouw
"Sudah terlambat...." Lie Jing mengerakkan tangannya ke bawah, bersamaan dengan itu sambaran petir mulai turun dari langit meledakkan bumi.
Efek ledakan yang begitu besar, Lie Jing mengarahkan ke pintu gerbang, dalam satu ledakan berhasil membunuh puluhan sampai ratusan pasukan hantu tengkorak beberapa di antaranya mati karena tertimpa reruntuhan.
Kang Gouw dan Zhao Ga hanya merapatkan giginya yang tak bisa melakukan apa-apa.
__ADS_1
Lie Jing bisa saja mengusir mereka dengan itu lalu membatalkan jurusnya agar terhindar dari kematian, tapi suatu saat pasukan hantu tengkorak akan kembali menyerang dengan kekuatan yang lebih besar, untuk sekarang bagi Lie Jing tak ada jalan lain selain mati bersama dengan mereka semua.