PENDEKAR PETIR BIRU

PENDEKAR PETIR BIRU
Rencana


__ADS_3

Setelah mengetahui letak kediaman Kepala Desa, Lie Han kemudian pamit dan meminta kepada warga tersebut agar tidak memberi tahu siapa-siapa soal kedatangannya.


"Baiklah, terima kasih atas informasinya. Saya harap pertemuan ini menjadi rahasia kita saja." pamit Lie Han.


Lie Han kemudian meninggalkan rumah warga tersebut dan menuju ke tengah Desa mencari rumah Kepala Desa. Setelah sampai disana Lie Han melihat satu rumah yang berukuran lebih besar dari bangunan lainnya sedang di jaga oleh 2 orang perompak.


Untuk menemui Kepala Desa sekarang tentunya bukan waktu yang tepat, karena keberadaan Lie Han akan diketahui dengan mudah, Ia kemudian kembali ke tempat gurunya berada.


Sesampainya Lie Han di tempat persembunyian, ia menceritakan semua informasi pada gurunya, bahwa semenjak para perompak berhasil menguasai desa, Kepala Desa sangat jarang sekali terlihat.


Menurut keterangan dari warga, bahwa ada kemungkinan Kepala Desa di tahan di kediamannya. Hal itu sedikit membuktikan karena di kediaman Kepala Desa terlihat dua orang perompak menjaga di depan pintu.


"Guru, bukankah ini adalah wilayah kekuasaan kekaisaran? Kenapa mereka tidak mengirim para tentara untuk mengusir para perompak ini"


keluh Lie Han yang semakin terlihat berpikir seperti orang dewasa.


"Aku juga belum tahu, kenapa kekaisaran belum mengirim para tentara, aku curiga informasi ini belum sampai ke ibu kota."


"Tapi para perompak ini sudah menguasai desa selama sebulan, bagaimana mungkin berita itu belum sampai." perkataan Lie Han sedikit emosional.


"Tenanglah Lie Han, mereka adalah perompak berpengalaman, bisa saja mereka menyembunyikan jejak dan informasi keberadaan mereka."

__ADS_1


"Apa kita masih punya waktu jika menyampaikan kejadian ini kekaisaran?"


"Aku tidak yakin.. tapi untuk sekarang kita harus mencari informasi tentang kekuatan musuh, jika memungkinkan kita akan menyelesaikannya sendiri." Lim Kim memegang pundak muridnya.


"Baik guru, aku akan melakukan yang terbaik" sentuhan guru membuat perasaan Lie Han lebih tenang.


Mereka kemudian mengatur rencana untuk menyusup ke rumah Kepala Desa ketika malam hari. Lie Han kembali kesana untuk mempelajari situasi dan kondisi kediaman Kepala Desa sebelum akhirnya melakukan penyusupan di malam hari.


Malam harinya mereka berdua kemudian mulai bergerak. Mereka mengendap-endap di sekitaran kediaman yang di jaga dua orang perompak. Untungnya kediaman itu tidak dijaga dengan ketat, di lantai dua terdapat banyak jendela yang bisa menjadi akses masuk ke rumah.


Mereka berdua melompat dengan ilmu meringankan tubuh ke lantai dua, langkah mereka begitu halus dan tak menimbulkan suara kecuali angin. Angin malam ini juga berhembus kencang, keberadaan mereka tak diketahui oleh penjaga lalu masuk ke rumah dengan melewati jendela.


Lie Han dan gurunya berjalan dengan melangkah begitu hati-hati dan memeriksa setiap sudut ruangan, tak lama kemudian di satu ruangan terlihat 3 orang sedang duduk dengan wajah lesu, mereka berdua menghampirinya.


Lim Kim dengan cepat memberi kode pada mereka untuk tidak melakukan pergerakan yang bisa menarik perhatian penjaga.


"Kamu siapa?" tanya Kepala Desa sedikit ketakutan dengan kedatangan orang asing.


"Kami adalah para pendekar yang di utus oleh kekaisaran untuk menyelamatkan kalian" jawab Lim Kim tanpa basa basi.


Kabar itu seperti sebuah angin segar bagi kepala desa, ia lalu buru-buru menutup pintu untuk mendengar informasi lebih lanjut.

__ADS_1


"Kenapa kalian datang begitu terlambat, apa kalian tahu kami sudah hampir kehilangan keluarga kami" istri Kepala Desa tak bisa menahan tangisnya


"Ibu tenanglah, mereka pasti punya alasan kenapa mereka terlambat"


"Itu benar, di jalan tadi kami memiliki beberapa kendala yang mengharuskan kami mengatasinya lebih dulu. lagi pula kami harus mencari informasi lebih dulu agar bisa menemukan lokasi kalian. Karena keterlambatan ini kami minta maaf." Lim Kim menundukkan kepala.


"Tidak usah minta maaf pendekar, kedatangan kalian sudah membuat kami jauh lebih baik."


Kepala Desa kemudian menceritakan kronologis penjarahan yang dilakukan oleh para perompak. Sebulan yang lalu para perompak menyerang desa, meski desa memiliki lebih dari 100 pasukan keamanan yang memiliki tingkat kekuatan setara pendekar kelas 3, tapi para perompak mampu mengalahkan mereka tanpa perlawanan berarti, itu dikarenakan level kekuatan pasukan yang dimiliki para perompak jauh melebihi pasukan keamanan yang ada di desa meski hanya berjumlah 50 orang.


Karena di anggap melawan, para perompak membunuh puluhan pasukan keamanan desa, sisanya di jebloskan kedalam penjara desa di ruang bawah tanah di samping kediaman Kepala Desa.


Kepala Desa sendiri masih dibiarkan untuk tinggal di kediamannya, karena ketua perompak memanfaatkan otoritas kepala desa untuk mengatur warganya agar menuruti semua keinginan para perompak. Kepala Desa tak punya pilihan lain, ia terpaksa memenuhi keinginan para perompak.


Lim Kim kemudian menanyakan jumlah pasukan Desa yang tersisa dan di mana tempat mereka dipenjarakan.


Setelah mengetahui, Lim Kim mengatur rencana untuk melakukan serangan balik. Istri Kepala Desa sedikit sinis terhadap rencana Lim Kim, karena menurutnya menggunakan kemampuan tentara yang sama akan berujung sia-sia. Kepala desa meminta istrinya untuk mengikuti apa yang direncanakan Lim Kim, dan tak melakukan tindakan-tindakan yang tidak perlu sebelum rencana itu selesai di realisasikan.


Lim Kim sedikit terganggu dengan sikap istri kepala desa, tapi ia tidak ingin begitu mempedulikannya. Prioritas utamanya sekarang adalah melakukan serangan balik dengan cepat, dan memerintahkan Lie Han menuju ke ruang bawah tanah melepaskan para tawanan.


Sementara itu Lim Kim berniat menemui pimpinan perompak secara langsung.

__ADS_1


Untuk sementara waktu ia meminta kepala desa, istri dan anaknya untuk berada dalam kediamannya dan tidak melakukan tindakan yang membuat para perompak curiga.


__ADS_2