
Suara penjaga gerbang yang memanggil nama petinggi Yue Fein cukup keras untuk sampai di telinga Lie Ming dan anaknya, mereka berdua seperti sedang mendapatkan angin segar dan kesempatan emas.
Lie Han tak ingin ibunya melakukan hal yang membuatnya sedih berulang kali, anak kecil bertubuh mungil itu kemudian berlari mendahului ibunya mendekati Yue Fein.
"Paman... namaku Lie Han.." ucap Lie Han berlari.
Mata Yue Fein terfokus melihat anak mungil yang berlari ke arahnya, tapi dua penjaga gerbang tiba-tiba melompat di hadapan Yue Fein waspada.
"Petinggi Fein.... hati-hati kita tak mengenal mereka bisa saja mereka adalah penyusup" salah satu penjaga yang berdiri di hadapan Yue Fein berniat melindungi.
Mata Yue Fein sedikit menyipit merasa telah tersinggung.
"Hei.. sejak kapan kalian merasa memiliki kemampuan pengamatan lebih baik dariku?" tegur Yue Fein.
"Aaaaa... petinggi maaf kami tak bermaksud begitu" para penjaga tersadar tindakannya sedikit berlebihan sehingga sedikit menyinggung petinggi yang tentu tingkat kemampuannya jauh di atas mereka.
"Sebaiknya kalian menjauh, biar aku yang memastikannya".
"Baik petinggi" dua penjaga menepi memberi jalan.
Yue Fein berjalan mengamati anak kecil itu, ia diam-diam menggunakan jurus pendeteksi. Hanya perlu beberapa detik mengamati Yue Fein tak menemukan hal yang mencurigakan pada anak kecil bertubuh mungil ini.
"Apa-apaan kalian ini.... kalian mengkhawatirkan orang sama sekali tidak memiliki sesuatu yang bisa mengancam Sekte"
Teguran Yue Fein pada dua orang penjaga pintu gerbang Pulau Persik, Yue Fein mengatakan mereka harus lebih terlatih untuk membedakan mana pengunjung yang memberi ancaman dan mana yang pengunjung biasa, dua penjaga meminta maaf pada petinggi.
Setelah melakukan pengamatan Yue Fein hanya menemukan tenaga dalam pada diri seorang wanita yang terasa sedikit lebih banyak di banding seorang pria yang memikul peti berukuran besar, Yue Fein belum menemukan ancaman sejauh ini dan berniat mengetahui lebih jauh.
"Petinggi... tadi mereka mengatakan mencari anda" salah satu penjaga meluruskan.
"Mencari ku..?" menyipitkan mata penasaran wajahnya berbalik memandangi Lie Han.
__ADS_1
"Anak manis apa kau mencari ku... ada apa?"
"Paman, Kakek menyuruh kami menemui mu?"
"Kakek ?.... anak manis siapa nama kakek mu" bingung dan kembali bertanya?
"Nama kakek ku adalah Lie Jing paman"
"Lie Jing ..... jangan-jangan kalian ini?" Yue Fein melamun sejenak seingatnya hanya ada satu nama Lie Jing yang ia kenal... dia adalah teman lama sekitar 80 tahun yang lalu mereka berdua pernah menjadi partner ketika masih menjadi pendekar misterius di dunia persilatan, meski usianya lebih muda 50 tahun di banding Lie Jing tapi hubungan mereka sudah seperti seorang teman seumuran.
"Tuan... ayah mengirim ini dan meminta memberikannya pada anda" Lie Ming berjalan memperlihatkan topeng berwarna keemasan.
"Ini...." mata Yue Fein melebar terkejut.
Mereka akhirnya berbincang, Lie Ming memberikan selembar kertas berisikan pesan permintaan Lie Jing untuk menerima mereka sebagai penduduk Pulau Persik pada Sahabat lamanya. Yue Fein menyanggupi lalu menanyakan banyak sekali pertanyaan, betapa terkejutnya ketika ia mengetahui alasan mereka datang karena sahabat lamanya telah tewas dan sekte Petir Putih telah berakhir oleh serangan pasukan Hantu Tengkorak.
Sudah sejak lama pasukan Hantu Tengkorak menjadi musuh besar bagi sekte aliran putih, termasuk Pulau Persik yang akhir-akhir ini disibukkan dengan mencari data-data dari Hantu Tengkorak.
Meski belum menemukan banyak data mengenai Sembilan Tengkorak. Tapi berdasarkan info dari team pengintai, organisasi ini memiliki rencana untuk meruntuhkan Sekte aliran putih, dan sekte yang dianggap bisa mengancam menyusahkan rencana mereka.
Selain itu berdasarkan data yang sudah terkumpul selama bertahun-tahun, organisasi ini juga aktif dalam perburuan benda pusaka.
Salah satu yang membuat sekte aliran putih khawatir karena benda pusaka itu adalah termasuk pusaka langit yang memiliki kekuatan yang luar biasa.
Masih belum di ketahui pasti apa tujuan yang sebenarnya dari organisasi Sembilan Tengkorak.
*****
Mereka berempat berjalan memasuki Sekte Pulau Persik dan menuju ke bangunan paviliun untuk melakukan pelaporan. Yue Fein sendiri sebenarnya baru tiba dari perjalanan menjalankan misi di salah satu sekte aliran putih guna membahas dan mengkaji data-data yang terkumpul mengenai organisasi Sembilan Tengkorak. Kabar kehancuran Sekte Petir Putih sungguh mengejutkan dirinya dan berniat kembali membahas ini dengan para petinggi yang lain.
Setelah melakukan laporan, Yue Fein sekaligus ingin mendaftarkan Mereka bertiga sebagai penduduk baru Pulau Persik. Yue Fein kebingungan akan mendaftarkan mereka bertiga sebagai murid atau sebagai penduduk biasa, lagi pula dua diantara mereka pengguna tenaga dalam meski pengawal memiliki tingkatan tenaga dalam rendah tapi sebenarnya itu sudah masuk dalam persyaratan.
__ADS_1
Yue Fein menanyai mereka akan mendaftarkan diri sebagi murid atau penduduk biasa.
Lie Ming juga merasa bingung ia masih belum mengetahui seperti apa mekanisme di dalam Pulau Persik, tidak mungkin juga dirinya untuk mendaftar sebagai penduduk biasa yang berarti akan memenuhi kebutuhan dengan bertani atau menjadi pedagang, Lie Ming tentu tak yakin akan bisa membeli lahan disini meski memiliki bekal beberapa kantong emas yang ia bawah dari Sekte.
Tidak juga dengan berdagang, ia sama sekali belum pernah memiliki pengalaman berdagang. setelah berpikir beberapa menit Lie Ming menyarankan agar dirinya di daftarkan sebagai murid saja, dengan itu dirinya bisa menyambung kehidupan dengan hasil dari menjalankan misi.
Yue Fein mengiyakan, perhatiannya tertuju pada Lie Han yang masih berusia lima tahun. Tentu belum bisa mendaftarkan Lie Han sebagai murid karena umur yang masih lima tahun. Di pulau Persik itu sendiri seseorang baru akan menjadi murid ketika berusia delapan tahun karena di anggap tulangnya sudah cukup kuat mendapatkan latihan tenaga dalam dan fisik. Untuk anak berusia lima tahun masih berada dalam perhatian orang tua untuk mengembangkan tulang dan fisiknya saja.
Yue Fein menyarankan agar Lie Han di daftarkan sebagai bakal murid, yang ketika sudah berusia delapan tahun secara otomatis dia akan menjadi murid di Pulau Persik.
Pengawal Lie Ming lebih memilih menjadi penduduk biasa, berniat mencari ketentraman dengan bertani, dengan itu Kok Shi juga bisa menemui Lie Ming dan Lie Han kapan saja dan menjaga mereka tanpa harus keluar dari sekte ketika menjalankan misi, Yue Fein mendengarnya masuk akal.
Sepanjang proses registrasi, tak ada pertanyaan kritik dari petugas Paviliun seperti sedang mencurigai penduduk baru atau semacamnya, itu karena Yue Fein sebagai petinggi sekte begitu di hormati.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan lebih ke dalam untuk mencari tempat tinggal. sepanjang perjalanan Lie Ming dan anaknya tak henti-hentinya di buat kagum dengan memandangi banyaknya bangunan-bangunan besar dan megah. Di dalam Pulau Persik juga terdapat banyak sekali para pedagang, salah satunya penjual senjata seperti pedang, busur dan tombak, senjata tersebut adalah yang biasanya di beli oleh para Pendekar Pulau Persik ketika sedang ingin menjalankan misi.
Pencarian mereka cukup lama. karena belum menemukan penginapan sewa untuk mereka.
Penginapan yang tersisa hanya bangunan kecil, sebagai orang yang menghormati Lie Jing tentu ingin anak dan cucu sahabatnya mendapatkan tempat yang layak.
Karena merasa kelelahan dan butuh tempat tinggal segera. Lie Ming melihat raut wajah Yue Fein yang mulai kebingungan, ia mengerti situasi yang di alami sahabat ayahnya ini, Lie Ming lalu menyarankan sesuatu.
"Petinggi Yue.. kami tak keberatan jika harus tinggal disini... ini sudah cukup baik bagi kami."
"Ahh.. aku akan tetap mencarikan penginapan yang lebih bagus untuk kalian" Yue Fein tak menyerah.
"Maaf Petinggi Yue.." tapi untuk sekarang biarkan kami disini dulu.
Yue Fein menatap mereka bertiga bergantian mengerti jika mereka bertiga sudah sangat kelelahan. Yue Fein menuruti permintaan Lie Ming, Kok Shi juga mengambil satu penginapan yang tidak jauh dari penginapan Lie Ming dan Lie Han, agar tetap bisa menemui mereka kapan saja.
Sebagai seorang yang tidak memiliki kecintaan pada dunia pendekar Kok Shi sebenarnya adalah seorang yang sejak dulu bercita-cita menjadi seorang petani maupun nelayan. Tapi rasa tunduk pada Patriark Lie Jing yang pernah menyelamatkan nyawanya di masa lalu jauh lebih besar. Ia berpikir untuk menjadi Petani sekaligus bisa memenuhi perintah Patriark Lie Jing, dengan menetap tanpa keluar dari Pulau Persik, kedua keinginan itu bisa ia penuhi secara bersamaan.
__ADS_1