PENDEKAR PETIR BIRU

PENDEKAR PETIR BIRU
Kecurigaan Lim Kim


__ADS_3

Semenjak dirinya berhasil membangkitkan jurus petir bagian pertama, Lie Han menjadi semakin termotivasi. Selanjutnya Ia berlatih untuk menguasai jurus pisau petir tahap pertama.


"Sensasi ini.... aku rasa aku terlalu bersemangat."


Lie Han mulai membagi waktu latihan. Di pagi hari ia berlatih di akademi dengan para murid yang lain. Dan ketika sore hari ia ke luar sekte untuk melakukan latihan penguasaan jurus pisau petir.


Lim Kim yang menaruh curiga pada Lie Han karena akhir-akhir ini murid kesayangannya itu selalu menolak jika ia ingin memberikan latihan tambahan setelah jam akademi selesai.


Alasan Lie Han pada gurunya karena dirinya sedang kelelahan, punya kesibukan yang lain, kadang juga menjadikan ibunya sebagai alasan karena ingin membantunya mengurus rumah.


Tentu alasan itu terdengar janggal. Padahal beberapa bulan yang lalu Lie Han terlihat begitu menikmati latihan ilmu beladiri dan mengelola tenaga dalam dengannya. Lim Kim berniat untuk mencari tahu alasan dibalik penolakan Lie Han.


Hari Dimana Lie Han kembali meninggalkan akademi lebih awal lagi seperti biasanya, Lim Kim mengikutinya secara diam-diam.


Lim Kim dibuat heran karena Lie Han berjalan keluar dari sekte menuju tempat yang sunyi yang di kelilingi pepohonan.


"Apa yang anak ini lakukan?"


Lim Kim terus mengikutinya, mengawasi dari kejauhan. Tepat dimana Lie Han berhenti, Lim Kim dikejutkan dengan kondisi pohon-pohon yang telah rusak terbelah tak beraturan menjadi dua bagian, beberapa telah hancur, seperti habis terjadi pertarungan disana.


"Apa Lie Han yang melakukannya....tapi dia bertarung dengan siapa?" Lim Kim terus bertanya-tanya dalam hati.


Setelah menunggu beberapa lama, Lie Han terlihat menyilangkan tangannya dan mengalirkan tenaga dalam yang kuat kemudian petir berwarna putih mulai menyelimuti tangannya. Lie Han langsung bergerak menyerang pohon-pohon yang ada didekatnya dan memotongnya dalam satu serangan. potongannya tidak serapi potongan dari pedang tapi memiliki daya hancur yang besar, dalam waktu singkat Lie Han berhasil memotong beberapa pohon disekitarnya.


"Apa-apaan dia?... jurus apa itu?" mata Lim Kim membesar keheranan.


Melihat itu dengan mata kepalanya, Lim Kim mengira jika Lie Han mungkin saja bukanlah anak biasa. Lagi pula tidak mungkin anak seusia Lie Han di sekte Pulau Persik memiliki jurus sekuat itu.


"Apa anak itu adalah siluman yang menjelma sebagai anak kecil?.... jika itu benar, pantas saja perkembangan fisiknya meningkat dengan cepat."


Lim Kim tak ingin lagi berlama-lama berbicara dengan diri sendiri. Lim Kim mulai bergerak meninggalkan persembunyiannya dan mendekati Lie Han mencari tahu, tapi tiba-tiba ia dihentikan oleh tangan yang memegang pundaknya.


"Tetua Lim, biarkan Lie Han melanjutkan latihannya."


Suara itu mengagetkan Lim Kim lalu berbalik dengan segera.


"Petinggi Yue..!!" Lim Kim terkejut melihat sosok yang mengejutkan ternyata adalah petinggi Yue Fein.

__ADS_1


"Jangan berisik, itu akan mengganggu latihan Lie Han."


"Petinggi Yue apa anda tidak merasakan sesuatu yang janggal pada anak itu"


"Tentu saja..." senyum Yue Fein menatap Lie Han yang sedang berlatih.


"Lalu kenapa anda tidak mencegahnya"


"Mencegah?... untuk apa?"


Lim Kim terdiam cukup lama, ia Kebingungan dengan sikap petinggi Yue Fein.


"Apa yang kau lihat dengan mata kepalamu sekarang adalah sebuah bakat murni dari anak yang akan menjadi pendekar besar di masa depan."


"Bakat.. tapi bagaimana bisa anak seusia dia memiliki jurus sekuat itu di Pulau Persik, itu tidak mungkin"


"Tetua Lim aku mengenal Lie Han melebihi kamu mengenalnya... sebaiknya kau percaya padaku, kau tidak mungkin berpikir memiliki pengamatan lebih baik dariku kan.... apa kau lupa aku mampu mendeteksi tenaga dalam seseorang. Jika Lie Han memiliki energi jahat aku sudah melenyapkannya sejak lama" Petinggi Yue Fein menjelaskan.


"Petinggi...!!"


Mendengar itu Lim Kim tak mampu berkata apa-apa lagi. Semua yang di sampaikan Petinggi Yue Fein padanya begitu masuk akal, Meski masih diliputi perasaan heran. Sebenarnya Lim Kim juga sedikit merasa lega mendengar penjelasan Yue Fein, karena itu memastikan murid kesayangannya bukanlah siluman.


"Ada apa petinggi Yue?"


"Aku perhatikan, kau dan Lie Han memiliki hubungan yang dekat, aku berharap kau bisa mendidiknya sampai ia dewasa yahh"


"Petinggi... kau..." mulut Lim Kim terbuka tak tahu harus menjawab seperti apa.


"Kau tak setuju dengan rencana ku?"


"Bukan begitu petinggi Yue... hanya saja.."


"Jawab saja kau mau atau tidak... " Yue Fein memotong.


"Tentu Saja... aku merasa begitu terhormat karena Petinggi Yue Fein memberikan kepercayaan besar padaku..."


"Baguslah..... sekarang aku pamit, ingat untuk sekarang jangan ganggu dia.. itu akan merusak fokusnya"

__ADS_1


Yue Fein melangkah kemudian berlari menjauh. Lim Kim kembali memerhatikan Lie Han yang masi berlatih dari kejauhan.


"Petinggi Yue Fein terima kasih atas amanah yang begitu berharga ini... aku akan berusaha semaksimal mungkin menjaga dan mendidik Lie Han, itu janjiku." Tetua Lim Kim bertekad dalam hati.


Lim Kim mengepalkan tangannya berbicara dalam hati menatap langit dengan penuh perasaan, matanya berkaca-kaca penuh haru.


Setelah puas memandangi Lie Han ia lalu pergi kembali ke sekte. Sementara Lie Han terlihat nafasnya begitu memburu, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan keringat, pakainya menjadi basah.


Meski mulai terbiasa mengendalikan Jurus pisau petir, Lie Han merasa ini masih belum cukup, di tambah Lie Han sedikit khawatir dengan kondisi matanya.


"Petir ini.... setelah aku memakainya pandanganku menjadi gelap... apa karena efek dari sinarnya yah?"


Ternyata jurus pisau petir memiliki efek samping yang membuat penglihatan Lie Han sedikit terganggu setelah memakainya. Meski kondisi matanya akan kembali normal beberapa saat kemudian, tapi tentu itu buruk bagi Lie Han ketika sedang berada dalam pertarungan sesungguhnya.


Lie Han berpikir mungkin dirinya hanya perlu terbiasa menggunakan jurus itu.


***


Tiga tahun kemudian Lie Han akhirnya tumbuh menjadi anak muda berusia 12 Tahun dengan fisik selayaknya anak berusia 15 tahun. Tinggi Lie Han mencapai 165 cm dengan tubuh ramping tegap berotot... Lie Han tentu telah menjadi seorang pemuda yang memiliki daya tarik untuk dipandang, semua berkat sumber daya dan kerja kerasnya.


Selain itu kemampuan Lie Han sudah berada pada tingkat pendekar setara pendekar ahli tingkat pertama. Dirinya kini memliki tenaga dalam dengan 200 lingkaran. Dengan jurus pisau petir Lie Han tentu bisa mengalahkan musuhnya dengan tingkat pendekar ahli setara dirinya.


Jika bukan karena minim pengalaman bertarung, Lie Han tentu bisa bertarung melawan seseorang yang berada pada puncak pendekar ahli.


Meski berkembang menjadi pemuda yang perkasa, Lie Han masih terus merasakan kegelisahan. Sudah lebih dari 3 tahun dirinya berlatih jurus Pisau Petir dan hampir bisa menggunakannya dengan sempurna, tapi efek sinar dari petir selalu mengganggu penglihatannya.


"Aku sudah berlatih agar terbiasa tapi tetap saja......" Lie Han sedikit merasa frustasi dengan menatap telapak tangannya.


Dengan mengalirkan 20 lingkaran tenaga dalam, petir Lie Han mampu bertahan selama 5 menit. Jauh berkembang di banding 3 tahun lalu yang hanya bertahan selama 2 menit. ini salah satu perkembangan Lie Han setelah berlatih selama ini.


Lie Han terus mencari cara untuk bisa mengendalikan Pisau Petir dengan sempurna.


Setelah melakukan beberapa percobaan, Lie Han berhasil mengaliri petir ke pedangnya.


"Paling tidak dengan pedang membuat jangkauan sinarnya sedikit lebih jauh"


Dengan mengaliri aliran petir ke pedang itu membuat efek ke matanya jauh berkurang. Untuk sekarang, ia tak perlu khawatir lagi menggunakan jurus pisau petir dalam pertarungan nantinya.

__ADS_1


Lie Han masih belum puas dan terus berlatih, meski tak sesering sebelumnya. Lie Han masih menyisipkan satu kesempatan untuk mencari cara menghilangkan efek negatif jurusnya sampai tuntas.


__ADS_2