
Pertemuan para petinggi sekte Pulau Persik berlangsung tidak begitu lama, selain beberapa informasi lain dari para petinggi. Patriark pria Sepuh Jin Yong juga mengambil beberapa kebijakan baru, termasuk memperkuat penjagaan pintu gerbang serta mempersiapkan pembentukan team khusus tanda keseriusan mereka menghadapai musuh yang semakin mengancam.
Beberapa hari setelah pertemuan. Petinggi Lauw Si ditemani Yue Fein mulai mengunjungi penginapan Lie Ming guna untuk memeriksa mereka secara langsung.
Sesampainya disana Lie Ming menyambut mereka berdua dengan ramah tapi cukup berhati-hati. Sebagai seorang yang memiliki pengalaman pernah menjadi Tetua pedang, tentu tahu setiap petinggi sekte pastinya berhati-hati ketika menerima orang baru.
Pembawaan Lauw Si begitu dingin, karenanya hingga membuat suasana menjadi canggung. Yue Fein berulang kali berusaha mencairkan suasana dengan candaan kecil, Ia khawatir pada Lie Ming yang terlihat begitu was-was.
Beberapa pertanyaan dilontarkan Lauw Si, Tapi Lie Ming bisa menjawabnya tanpa hambatan sama sekali, karena itu Lauw Si tak menaruh kecurigaan.
Tak ada lagi yang menarik perhatian Lauw Si kecuali anak kecil yang tiba-tiba saja datang di hadapan ibunya. Lie Ming memperingati anaknya agar bersikap lebih sopan. Lie Han terheran dengan sikap ibunya yang tiba-tiba berubah, matanya mulai mencari lalu mendapati Seorang Pria yang begitu asing baginya, wajahnya terlihat lebih tua dibandingkan Yue Fein.
Lauw Si bertanya kepada Yue Fein apakah ia mendaftarkan anak kecil itu sebagai bakal murid, lalu Yue Fein mengiyakan. Selepas itu Lauw Si ingin memeriksa Lie Han lebih Dekat.
"Anak kecil, bisakah aku memegang tanganmu sebentar?"
"Tentu paman.." suara polos Lie Han.
Suasana kembali menjadi canggung karena itu. Raut wajah Lie Ming terlihat khawatir dan mulai melirik Yue Fein, dirinya terlihat ingin bertanya sesuatu pada Yue Fein. Mengetahui itu Yue Fein memberi kode dengan mengedipkan matanya beberapa kali pada Lie Ming agar membiarkan Lauw Si melakukan apa yang ia inginkan.
Setelah menyentuh Lie Han raut wajah Lauw Si sedikit terkejut, setelah mengetahui bahwa anak mungil itu memiliki kualitas tulang Serigala Putih. Itu berarti Lie Han memiliki kualitas tulang sedikit lebih baik dibanding anak seumurannya.
Bukan itu saja, Lauw Si juga merasakan aura dari anak mungil ini begitu sejuk yang berarti anak ini memiliki pemikiran yang positif, tak ada dendam maupun niat jahat, yang pada umumnya selalu dimiliki oleh orang dewasa maupun anak kecil.
Lauw Si berpikir Pulau Persik memiliki calon murid yang menarik, ia sedikit menarik ujung bibirnya tersenyum. Setelah melakukan pemeriksaan, Lauw Si pamit lebih dulu dan meninggalkan mereka.
Sejak tadi Yue Fein juga tak kalah heran. Dimatanya Lie Han terlihat lebih tinggi dan kuat dibanding pertemuan pertama mereka, ia tentu ingin menanyakan itu tapi mengurungkan niat. Dirinya berpikir mungkin saja di saat pertemuan pertama mereka Lie Han sedang kelelahan, maka dari itu melihat Lie Han sekarang terasa begitu berbeda.
*****
Hari demi hari berlalu, Lie Han terus mengkonsumsi Ginseng Air di setiap paginya sebelum sarapan, beberapa bulan setelahnya kualitas tulangnya meningkat cukup pesat dan juga menambah tinggi beberapa senti meter.
__ADS_1
Yue Fein selalu mengunjungi mereka sekali dalam seminggu. Setiap kedatangannya ia selalu dikejutkan dengan perubahan Lie Han. Yue Fein selalu bertanya-tanya dalam hati.
Yue Fein memiliki putri Bungsu bernama Yue Chan yang berusia 3 tahun, setiap berkunjung ke rumah Lie Ming ia selalu mengajak anaknya. Karena sering bertemu akhirnya Lie Han menjadi begitu Dekat dengan Yue Chan.
Beberapa kali Lie Han juga mengunjungi Lie Chan di kediamannya.
*****
Tiga tahun telah berlalu. Kualitas tulang Lie Han semakin meningkat. Yue Fein yang melihat perkembangan Lie Han selau dibuat terkejut. Wajar saja karena di usia yang baru menginjak 8 tahun Lie Han memiliki bentuk fisik dan tinggi badan seperti anak berusia 10 tahun.
Yue Fein tak bisa lagi menahan rasa penasarannya. Di satu kesempatan dirinya bertanya pada Lie Ming tentang perubahan drastis tubuh yang dimiliki Lie Han. Lie Ming serasa ragu untuk memberi tahu, tapi ia tentu akan merasa bersalah jika menyembunyikan sesuatu pada orang yang begitu baik bagi mereka.
Lie Ming akhirnya mengatakan jika ayahnya memberinya sumber daya yang dikonsumsi Lie Han secara rutin, tapi ia masih menyembunyikan dengan tidak menyebutkan ginseng air.
Mendengar itu Yue Fein mulai mengerti, karena sumber daya sudah tak lagi asing bagi Yue Fein. Di Pulau Persik semua murid sekte juga dibekali dengan sumber daya. Bagi bakal murid tergantung orang tua mereka, apakah memiliki dana untuk membeli sumber daya.
Yue Fein berasumsi Lie Jing sengaja memberi cucunya sumber daya yang menjamin proses pertumbuhannya karena sudah mempersiapkannya menjadi pendekar hebat di masa depan. Dari sudut pandang lain Yue Fein berpikir Pulau Persik kembali akan memiliki pendekar berbakat yang akan menjadikan Pulai Persik semakin terpandang.
*****
"Chan-er, sini biar ku gendong"
Lie Han meraih Yue Chan dan menggendongnya. Mereka sedang berjalan-jalan di halaman penginapan sambil bermain.
"Chan-er.. sini kita pulang dulu" Yue Fein yang tiba-tiba hadir di antara mereka mengajak putrinya kembali ke Villa.
Mendengarnya Lie Han menurunkan Yue Chan dari gendongannya.
"Tapi aku masi mau bermain" Yue Chan menghentakkan kaki ke tanah beberapa kali memonyongkan bibir.
"Chan-er. pulang lah dulu, besok tunggu aku di rumahmu kita akan bermain disana."
__ADS_1
"Benarkah?... baiklah. Han-gege aku pulang dulu yah."
Yue Chan berlari menghampiri ayahnya dan melambaikan tangan beberapa kali ke Lie Han.
Sesekali Yue Fein tersenyum. Merasa anaknya telah memiliki teman bermain sekaligus kakak baginya. Di villa, Yue Chan tak memiliki kesempatan bermain dengan kakak-kakaknya karena mereka semua sudah menginjak usia dewasa, mereka juga disibukkan dengan menjalanlan misi yang begitu padat. Mereka hanya akan berada di rumah sekali setelah 5 bulan.
*****
Di luar gerbang Pulai Persik dua orang paruh baya terlihat berlari dengan terburu-buru, dan dikejar oleh para penjaga.
"Dong Shu.. kenapa kau terlalu terburu-buru apa kau takut dengan mereka?"
"Dasar bodoh kita bisa dalam bahaya jika tertangkap"
"Kita tinggal hanya mengalahkannya saja kan"
"Apa kau tak melihat kita sedang berada dimana Li Jue bodoh" suara mengeram Dong Shu.
"Sudahlah..... dasar penakut" Li Jue meremehkan.
Mereka berdua adalah para pendekar khusus aliran hitam pencari Informasi. Pada percobaan penyusupan ke Pulau Persik mereka ketahuan oleh para penjaga. Pasukan khusus bawahan Yue Fein yang menjaga gerbang mendeteksi tenaga dalam yang mereka memiliki berupa energi negatif.
Dong Shu merasakan ada yang aneh, lalu dengan cepat melompat membalikkan badan lalu berlari menjauhi gerbang di susul Li Jue yang keheranan tak mengerti. Sesaat setelahnya mereka di hujan i puluhan anak panah, untungnya mereka sudah menjauh dan terhindar dari puluhan anak panah.
Satu orang penjaga berlari untuk melapor, karena mereka merasakan energi yang kuat dan jahat dari penyusup. Mereka memutuskan untuk meminta bantuan kepada pendekar kelas tinggi di Pulau Persik.
"Ada apa... diluar sana?" seorang pria muda berumur 20 tahun menghentikan langkah penjaga.
"Ahhhh.. tetua Xia baguslah."
Xia long adalah tetua termuda di Pulau Persik.
__ADS_1
pada masanya ketika masih berusia 13 tahun, Xia Long adalah pendekar paling berbakat di seluruh sekte aliran putih.
Pada pertandingan PENCARIAN PENDEKAR BERGELAR yang di gelar di sekte Tombak Perak 7 tahun yang lalu. Xia Long keluar sebagai pemenang mengungguli semua para pendekar muda berbakat dari sekte aliran putih yang lain.