PENDEKAR PETIR BIRU

PENDEKAR PETIR BIRU
Patriark Sekte Petir Putih


__ADS_3

Tujuh Tetua Pedang Sekte Petir putih berbaris sejajar di hadapan para pasukan Hantu Tengkorak dengan pedang di tangan.


Zhao Ga mengeram melangkah mendekati mereka.


"Tidakkah kalian datang begitu terlambat?"


Zhao Ga bertanya keheranan kepada kedatangan tujuh pendekar yang terlihat memiliki kemampuan hebat itu. Ia berpikir jika ingin menghindari korban lebih banyak dari pihaknya seharusnya Tujuh pendekar itu bergabung dalam pertarungan lebih awal.


"Kau yang terlalu naif.... kami memang memperhatikanmu sejak tadi" ucap salah satu tetua pedang wanita paruh baya.


"Maksudmu menyaksikan para prajurit kalian terbantai?" Zhao Ga tertawa mengejek.


"Kau menertawai dirimu sendiri" Xi shi tersenyum melirik ribuan mayat pasukan Hantu Tengkorak tergeletak.


Zhao Ga merapatkan giginya setelah mendengar Xi Shi mengucapkan kebenaran padanya.


"Kau masih bisa bicara sombong.... disaat kematian kalian sudah dekat" wajah Zhao Ga memerah menahan amarah.


"Sejak awal kami sudah tahu kemungkinan terburuk... tapi kami berencana untuk membawa kalian semua ikut mati bersama kami"


Xi shi menjelaskan bahwa semua pihaknya termasuk pasukan dan Tujuh Tetua Pedang sudah siap bertarung sampai mati.


"Dasar sial..." Zhao Ga hanya mengumpat, mendengar perkataan Xi Shi begitu percaya diri.


Meski terkesan terlambat memasuki medan pertempuran, tapi ini bagian dari rencana mereka. Tujuh tetua pedang sengaja bersembunyi sementara untuk mempelajari pertempuran dari kejauhan. Mereka ingin tahu sejauh mana para pasukan Sekte Petir putih bisa menghabisi pasukan Hantu Tengkorak dengan kemampuan rata-rata berada di tingkat pendekar kelas dua dan satu.


Setelah mempelajari situasinya mereka pun tahu rata-rata kemampuan pasukan hantu tengkorak berada di tingkat pendekar kelas dua dan tiga, yang berarti pihak mereka lebih unggul dalam hal kualitas. Mereka lalu memutuskan terjun langsung ke medan tempur.


Mereka berencana membunuh lebih banyak pasukan Hantu Tengkorak. Setelah melalui pengamatan, dengan kekuatan mereka sekarang bisa membunuh setidaknya setengah dari pasukan musuh atau bahkan lebih.


"Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat.." Xi Shi bergerak maju.


Xi Shi berniat untuk membunuh lebih banyak pasukan Hantu Tengkorak sebelum ia kehabisan tenaga dalam. Tak ada yang berpikir untuk keluar hidup-hidup dari pertarungan ini, Hantu Tengkorak pun pasti tidak akan membiarkan ada di antara mereka yang lolos.


Satu persatu pasukan Hantu Tengkorak berjatuhan ke tanah dengan luka sayatan di tubuhnya. Xi Shi mengalirkan banyak tenaga dalam pada tubuhnya, membuat kecepatan dan kerusakan serangannya meningkat. Hanya butuh satu dua serangan pada setiap pasukan hantu tengkorak untuk membunuhnya.


Enam tetua pedang yang lain mulai bergerak berpencar menerobos masuk dalam barisan pasukan Hantu Tengkorak, membunuh mereka satu per satu dengan satu serangan.


Mata Zhao Ga melebar melihat serangan mereka bertujuh begitu cepat masuk ke dalam barisan perlahan menghabisi pasukannya, ia tak tinggal diam ia menoleh ke samping.

__ADS_1


"Tunggu apa lagi.... jangan hanya melihat mereka berbuat seenaknya"


teriak Zhao Ga tak sabar.


Zhao Ga memerintahkan belasan pasukan elite untuk menghadapi Tujuh Pendekar berpakaian putih yang masih sibuk membantai.


Sesaat setelahnya, dua belas pasukan elite mulai berlari ke arah masing-masing Tujuh Pendekar berpakaian putih. Xi Shi berhadapan dengan dua pasukan elite Hantu Tengkorak karena di anggap salah satu yang paling merepotkan.


"Jadi kalian ingin menghalangiku... jangan harap" Xi Shi melompat menjauh, menuju ke barisan pasukan hantu tengkorak yang lain.


Dua pasukan elite Hantu Tengkorak tak tinggal diam, mereka mengalirkan banyak tenaga dalam pada kakinya untuk mengejar.


Langkah Xi Shi terhenti, mereka berdua sudah kembali berada di hadapannya.


"Percuma yah ... jadi aku harus menghabisi kalian berdua dulu"... Xi Shi melangkah maju menyerang mereka.


Pertarungan dahsyat terjadi. enam tetua pedang juga di repot kan oleh pasukan elite hantu tengkorak yang lain.


Para pasukan sekte Petir Putih juga tak tinggal diam, mereka secara bersama-sama menyerang barisan pasukan lawan.


Suara benturan pedang dan teriakan kesakitan kembali menghiasi langit, kepercayaan diri pasukan sekte Petir Putih meningkat setelah kedatangan Tujuh Tetua Pedang mereka, semuanya menyiapkan diri untuk menghadapi kematian.


Pertarungan berlangsung cukup lama, Xi Shi melompat menjauhi dua pasukan elite Hantu Tengkorak, nafas Xi Shi memburu dengan keringat mengalir jatuh dari dagunya.


Sebenarnya Xi Shi bisa dengan mudah membunuh pasukan elite jika saja mereka bertarung satu lawan satu. Pasukan Elite Hantu Tengkorak masih berada pada tingkatan Pendekar Ahli sedangkan Xi Shi berada pada tingkatan Pendekar Bergelar, sialnya tingkatan itu masih di awal sedangkan pasukan Elite Hantu Tengkorak sudah hampir mencapai puncak pendekar ahli.


Beberapa luka sayatan di tubuh Xi Shi dengan darah yang sudah merubah baju putihnya menjadi kemerahan, ia mengalirkan tenaga dalam untuk menutupi pendarahannya.


Wajah Xi Shi memucat, bukan karena ketakutan, tetapi tenaga dalamnya hanya menyisakan 70 lingkaran saja. Selama pertarungan ia menghabiskan hampir 80 persen tenaga dalam. Kedua pasukan elite juga mengalami beberapa luka sayatan, namun tak separah Xi Shi.


"Kerja sama kalian cukup bagus...."


Xi shi berbicara dengan nafas yang masih memburu.


"Kami tersanjung di puji oleh pendekar sekuat dirimu" menundukkan kepala bersama.


"Aku yakin kalian berdua sering menjadi partner di banyak pertarungan?" Xi Shi menebak.


"Tebakan mu tidak melenceng.... kami memang dua partner" mereka berdua tersenyum.

__ADS_1


Enam Tetua Pedang yang lain mengalami hal serupa dengan Xi shi, kecuali satu Tetua Pedang Thio Sam, ia justru terlihat sudah hampir membunuh salah satu pasukan elite hantu tengkorak.


Thio sam melirik ke arah Xi Shi yang sedang dalam kondisi terpojok. Thio Sam dengan cepat membunuh dengan menusuk pedang ke dada pasukan elite hantu tengkorak yang sudah berbaring sekarat.


Thio Sam berlari ke arah Xi Shi mendekati serta mengalirkan tenaga dalam menutupi luka dan menghentikan pendarahan pada Xi Shi.


"Tetua Xi...... apa kau baik-baik saja?" wajah Thio Sam khawatir.


"Yahhh.... semenjak dirimu datang" Xi Shi kembali berdiri menatap dua pasukan elite tengkorak di susul Thio Sam.


"Apa kau siap...?"


"Sejak awal kita memulainya" wajah percaya diri Thio sam.


Wajah Thio Sam dan Xi Shi begitu serius menatap tajam pasukan elite Hantu Tengkorak. mereka kembali menghunuskan pedang lalu melangkah maju menyerang.


Peperangan berlangsung hampir mencapai puncaknya. Pihak sekte Petir putih hampir kehabisan seluruh pasukannya yang hanya menyisakan lebih dari seratus, sedangkan dari pihak hantu tengkorak masih menyisakan lebih dari 7000 pasukan.


Tujuh Tetua Pedang berhasil membunuh lebih dari 500 pasukan hantu tengkorak sebelum menghadapi dua belas pasukan Elite.


Kondisi halaman sekte sudah hampir dipenuhi darah. Pertarungan masih berlangsung meski suara teriakan sudah tak sekeras sebelumnya karena sudah banyak pasukan yang gugur, terutama pihak sekte Petir Putih yang mulai melemah.


Pertarungan sengit antara Tujuh Tetua Pedang dan dua belas pasukan Elite Hantu Tengkorak masih berlangsung tapi tak sehebat sebelumnya. Sialnya tujuh Tetua Pedang Tinggal hanya menyisakan empat tetua pedang tiga di antaranya telah tewas. Sedangkan pasukan elite hantu tengkorak masih tersisa enam.


Kerja sama Xi Shi dan Thio Sam berhasil membunuh kedua pasukan elite hantu tengkorak, mereka mundur beberapa langkah lalu berkumpul dengan dua tetua pedang.


"Kita akan benar-benar akan mati sebagai seorang pendekar" ucap salah satu tetua yang baru saja bergabung dengan tersenyum.


"Itu lebih baik dari mati sakit-sakitan karena umur" Thio Sam ikut tersenyum.


Mereka semua sudah hampir mencapai batas, namun tidak ada tanda-tanda menyerah.


Di pihak hantu tengkorak, wajah Zhao Ga terlihat tak tenang. Meski posisinya unggul ia masih belum merasa bisa memenangkan pertarungan.


"Ketua Kang.... kenapa Lie Jing belum muncul juga" Zhao Ga khawatir ini bagian dari rencana lawan.


"Wajahmu terlihat lucu......" Kang Gouw mengejek Zhao Ga karena panik.


"Aku tidak sedang bercanda..."

__ADS_1


Pasukan sekte Petir Putih membelah barisan, seorang pria berjalan di tengah dengan berpakaian serba putih, rambut dan jenggot putih panjang menyentuh punggung dan dadanya.


"Lie Jing ....." Kang Gouw berucap pelan.... di susul wajah Zhao Ga yang melirik ke arah pria berambut putih panjang yang berjalan di antara pasukan lawan.


__ADS_2