
"Kau terlalu meremehkan dia.. Li Jue" kesal Dong Shu.
"Yah... yah.. selanjutnya tidak akan kubiarkan dia memiliki waktu menyembuhkan luka."
"Sekarang apa rencanamu?" tanya Dong Shu
"Masih seperti tadi... kita menyerang dengan menekannya" jawab Li Jue percaya diri.
"Apa kau yakin cara yang sama masih berfungsi?" Dong Shu sedikit ragu.
"Tentu saja, jika cuman melawan bocah baru besar sepertinya.. kita tak perlu melakukan rencana B kan?" Li Jue meremehkan.
"Baiklah... pertarungan kali ini aku serahkan padamu, yang pastinya lakukan dengan cepat, kita tak punya banyak waktu"
"Serahkan padaku Dong Shu... kau hanya perlu membantuku menekannya"
Dua pendekar paruh baya dari aliran hitam mulai mengambil posisi siap untuk menyerang. Xia Long membentangkan pedangnya, memutarnya sekali diantara jarinya. Ia lalu mengalirkan tenaga dalam yang lebih banyak dari sebelumnya.
"Seni pedang persik.... jurus mengacak bunga"
Xia Long maju lebih dulu dengan cepat.
"Li Jue..?"
"Oke.."
Dua pendekar aliran hitam berlari menghampiri Xia Long. Pedang mereka kembali berbenturan, kecepatan Xia Long bertambah dari sebelumnya, gerakan dan teknik pedang begitu agresif memaksa kedua musuh berpisah.
Tentu itu rencana Xia Long, ia mengincar satu pendekar paruh baya yang lebih lemah. Li Jue terpojok dengan permainan pedang cepat Xia Long, dalam waktu singkat Li Jue menerima luka serangan.
"Sialan.... anak ini!!" Dong Shu yang sudah terpisah dari partnernya kembali mendekat.
Dong Shu mengalirkan tenaga dalam lebih banyak pada pedangnya yang kini sudah mengeluarkan warna kehitaman. Ia berniat menyerang Xia Long dari belakang yang sedang sibuk menekan Li Jue.
"Mati lah...." Pedang Dong Shu mengarah ke punggung Xia Long.
Xia Long menyadarinya ia memutar arah pedangnya dengan cepat dan menangkisnya.
"Berat sekali...." Xia Long merasakan pedang musuh begitu berat, kakinya bergeser beberapa puluh senti di tanah.
"Berani-beraninya kau melukai ku..." Teriakan Li Jue yang berusaha mengambil kesempatan dengan menendang. Xia Long terpental kembali menghantam tanah, membuat debu-debu asap melayang begitu tebal menghalangi pandangan.
"Sekarang lah saatnya kau tak mungkin bisa melihat di dalam debu seperti itu kan.." Li Jue yang sudah diliputi emosi sejak tadi kemudian berlari melompat ke dalam debu tebal menyerang Xia Long dengan pedang.
"Dimana kau .... apa ini?" Li Jue syok ketika menyadari kakinya tidak menapak ke tanah, ia serasa sedang terjatuh. Satu hal yang ia sadari warna debu perlahan berubah menjadi gelap. dirinya merasakan tekanan benda padat dari dua sisi yang mulai menekan dirinya.
"Apa yang terjadi.. Akhhh." Suara Li Jue perlahan menghilang.
**
__ADS_1
Tempat Dong Shu berdiri, ia merasakan sesuatu yang janggal, beberapa saat kemudian Xia Long berjalan keluar dari debu tebal itu yang perlahan berjatuhan kembali ke tanah.
"Kau.... apa-apaan ini?" Dong Shu begitu terkejut, melihat debu yang menghilang begitu cepat.
"Sebaiknya serahkan dirimu dengan baik-baik" Xia Long memberi saran dengan tatapan penuh percaya diri.
"Siapa kau sebenarnya" mata Dong Shu menyipit mencari tahu.
"Tak perlu khawatir begitu, kami dari sekte aliran putih tidak akan membunuh musuh dengan mudahnya"
Xia Long mengalirkan tenaga dalam ke kakinya menghentakkan ke tanah satu kali. Sesaat setelahnya muncul tubuh pria yang tak sadarkan diri dari dalam tanah.
"Apa ...?" mata Dong Shu melebar sedikit bergetar.
"Sesuai perkataan ku, aku tak mungkin membunuh musuh dengan mudah kau bisa menyembuhkannya setelah menyerahkan diri."
"Hmmm... kau pikir kau sudah menang?" raut wajah Dong Shu kembali serius.
"Jika ingin kabur silakan.. aku masih punya dia" menunjuk Li Jue yang tak berdaya.
"Tidak ada cara lain......" ucap pelan Dong Shu.
Setelah itu Dong Shu mengalirkan tenaga dalam yang jauh lebih besar lagi, Ia menguras hampir seratus lingkaran tenaga dalam dan membuat sekujur tubuhnya di penuhi asap berwarna kehitaman. Xia Long menyadari sebuah ancaman yang besar lalu memberi peringatan.
"Kalian menjauh lah..." perintah Xia Long pada 3 pengawal.
"Kau termasuk orang yang beruntung bisa melihat kekuatanku dalam bentuk ini" Suara pelan dan tegas Dong Shu.
"Orang ini berbahaya...." Xia Long memegang gagang pedangnya dengan erat lalu menghunuskan nya.
Dong Shu mulai bergerak menyerang dengan asap hitam di sekujur tubuhnya. Xia Long mengambil posisi bertahan.
Serangan mereka kembali bertemu. Dong Shu menyerang dengan berbagai arah, asap hitam di tubuhnya membuat serangannya terasa begitu berat.
"Asap ini memperlambat gerakan ku..." keluh Xia Long.
Serangan Dong Shu memaksa Xia Long dalam posisi bertahan, dengan serangan membabi buta satu tebasan yang di tahan Xia Long dengan pedang membuat dirinya kehilangan keseimbangan, Dong Shu tak menyia-nyiakan kesempatan, Ia kemudian menendang kaki lawannya. Xia Long terjatuh tepat di bawah Dong Shu.
Satu ayunan pedang Dong Shu mengarah ke Xia Long yang berbaring, dengan Sigap Xia long berputar mengindari. Serangan itu menghantam tanah dibawahnya.
Tapi Xia Long menghindar tepat di samping Dong Shu.
"Elemen api... jurus semburan api"
Dengan cepat Xia Long menarik nafas bersamaan dengan 20 lingkaran tenaga dalamnya melakukan perubahan jenis tenaga dalam.
"Sial.. aku tak sempat menghindar" Dong Shu memilih pasrah.
Jarak mereka begitu dekat semburan api seukuran 5 kali lebih besar dari tubuh Dong Shu mulai membakar dirinya. Xia Long mundur beberapa langkah dengan nafas sedikit memburu.
__ADS_1
Tubuh Dong Shu terbakar lebih dari semenit sampai kobaran api perlahan padam. Mata Xia Long melebar tak percaya setelah melihat Dong Shu masih dalam kondisi terjaga meski tubuhnya mengeluarkan asap bekas pembakaran.
"Hampir saja aku mati andai sejak awal aku tidak mengunakan jurus ini" ucap Dong Shu yang menopang dirinya dengan tangan di atas tanah.
Xia Long mengamati dari kejauhan, ia berpikir mungkin saja asap hitam yang menyelimuti musuhnya mengurangi jauh lebih banyak efek bakar dari semburan apinya.
"Jadi kau pendekar yang sering di ceritakan itu yah" Dong Shu tersenyum tipis.
"Pendekar 4 elemen yang di takuti banyak pendekar aliran hitam tingkat ahli maupun bergelar" lanjut Dong Shu.
Dong Shu mengingat debu yang berjatuhan dalam sekejap, mengetahui satu hal bahwa debu itu adalah jurus elemen tanah milik lawannya.
Xia Long hanya terdiam mengamati dari jauh dengan hati-hati. Setelah melakukan banyak pertukaran serangan sampai hingga sekarang. Xia Long memastikan musuhnya berada dalam pendekar tingkat bergelar, sedikit lebih tinggi darinya.
Andai saja bukan karena bakat dan kecerdasan bertarung, Xia Long mungkin sudah kalah sejak tadi.
"Aku berharap bertemu denganmu di lain waktu" Dong Shu mundur mendekati tubuh Li Jue yang masih dalam kondisi tak sadarkan diri.
"Tetua Xia Long mereka ingin kabur" 3 pengawal mendekat ke samping Xia Long.
Dong Shu tak ingin melanjutkan pertarungan sekarang, karena tidak dalam posisi diuntungkan, dirinya mendekap dan menaruh Li Jue di atas punggungnya kemudian berlari ke arah barat pegunungan.
3 pengawal mengambil posisi siap mengejar, tapi Xia Long menahannya. Untuk sekarang sulit untuk menangkap mereka di tambah pendekar yang ia lawan barusan masih belum mengeluarkan semua kemampuannya, dengan memaksa menangkapnya sekarang akan memiliki resiko yang besar.
Mereka berempat memutuskan Kembali ke Sekte Pulau Persik untuk melapor.
*****
Setelah berada dalam jarak yang cukup jauh dari Pulau Persik, Dong Shu mulai menurunkan Li Jue dari punggungnya dan menyadarkannya dengan jurus penyembuhan. Untungnya Li Jue tidak dalam kondisi parah, hanya sempat kehabisan nafas karena berada dalam tekanan tanah tanpa asupan udara.
Perlahan Li Jue membuka mata, dengan Dong Shu yang masih berada di atasnya.
"Aku.... dimana? Apa aku sudah mati? Owh jadi kau malaikat maut yah, aku tak menyangka akan mati seperti ini" ucapan lemas Li Jue.
Tak lama setelah mengatakan itu, Li Jue kemudian tersentak bangun setelah Dong Shu memukulnya dengan keras.
"Dasar keparat... kau menyebutku dengan sebutan malaikat maut" Dong Shu mengamuk.
Li Jue kemudian menyadari bahwa dirinya masih hidup, dan sekarang dia di hadapkan dalam masalah karena amarah Dong Shu, Mereka kemudian berdebat cukup lama.
"Pendekar muda itu... akan ku bunuh dia ketika kami bertemu kembali" Li Jue mengepalkan tangannya.
"Kau sebenarnya berhutang nyawa padanya.. kau masih hidup karena belas kasihan darinya. lebih baik kau menemuinya dan meminta untuk jadi bawahannya saja, itu akan menjaga sedikit harga dirimu" Dong Shu mengejek.
"Hei.. apa kau merendahkan ku?".
Dong Shu memberi tahu semua kejadiannya pada Li Jue, tentang kecerobohan dan kebodohannya dan kemungkinan kematian hingga dirinya selamat seperti sekarang. mendengar Itu Li Jue memilih diam dan melanjutkannya dalam pikiran.
Setelah beristirahat mereka berdua melanjutkan perjalanan menjauhi Pulau Persik.
__ADS_1