
Formasi bumi sempat menunda Li Mo Chou masuk ke rumah, Liok Bu Song dan Thia Eng lantas menolong Yo Ko. Yo Ko memainkan kecapi, tapi bisa diputuskan oleh Li Mo Chou. Muncul Sa Kouw (Gadis Bodoh) dengan senjata garpu kebun yang membuat Li Mo Chou kewalahan. (Catatan: Ia hanya menguasai 3 jurus dari Pulau Persik, tapi Li Mo Chou belum tahu). Di belakangnya menyusul Majikan Pulau Persik, Sesat Timur Oey Yok Su. Mudah baginya mengalahkan Li Mo Chou dengan Sentilan Maut-nya, juga menarik tali kemoceng Li Mo Chou dan memetiknya menjadi senar musik yang membuat Li Mo Chou kacau konsentrasinya. Saat Sa Kouw melihat wajah Yo Ko, ia langsung berteriak “Hantu… kakak Yo datang untuk balas dendam”. Saat perhatian mereka terpecah ke Sa Kouw, Li Mo Chou kabur.
Oey Yong telah menceritakan perihal Yo Ko yang tak mempedulikan nyawa demi menolongnya. Kwee Ceng menyalahkan Kwee Hu yang cari masalah dengan kabur dan mengorbankan keselamatan orang banyak. Bu bersaudara yang membela Kwee Hu malah tambah dimarahi Kwee Ceng karena menelantarkan Yo Ko. Bu bersaudara berkata semua dilakukan demi keselamatan istri guru, Oey Yong membantah “Itu satu alasan, tapi seharusnya kalian tahu belajar ilmu silat tak hanya ilmu silatnya, tapi juga sikap satria seorang pendekar! Kalian lebih buruk dari Yo Ko!”. Kwee Hu yang ngeyel berkata “Tapi kami tak pernah berbuat hal memalukan seperti kakak Yo”, Kwee Ceng membentaknya “Jangan sebut-sebut hal itu lagi”, Oey Yong menyuruh mereka pergi. Oey Yong menenangkan kekhawatiran Kwee Ceng akan Yo Ko. Katanya ia sudah meminta pertolongan ayahnya Oey Yok Su untuk mencari Yo Ko.
__ADS_1
Sesat Timur Oey Yok Su langsung akrab dengan Yo Ko karena tabiatnya juga tak peduli aturan. Katanya Yo Ko tak seperti menantunya Kwee Ceng yang walaupun pendekar besar tapi sikap kakunya membuatnya sebal. Ia menyarankan Yo Ko membatalkan hubungan guru dan murid dengan Nona Lung, setelah itu baru menikah, dan menawarkan Yo Ko jadi muridnya. Yo Ko tak mau karena menurutnya aturan guru-murid tak boleh menikah itu aneh, ia ingin Bibi Lung tetap guru sekaligus istrinya. Oey Yok Su makin kagum padanya. Tapi saat Yo Ko berkata tak perlu jadi murid Sesat Timur untuk belajar ilmunya, cukup menganggap saudara, Oey Yok Su terhina, sebab ini mengingatkannya pada Kwee Ceng dan Bocah Tua Nakal yang mengangkat saudara padahal beda generasi (PPR Episode 25). Sesat Timur mengaku sudah pernah bertemu ayahYo Ko, tapi ketika Yo Ko bertanya seperti apa sifat ayahnya. Oey Yok Su menjawab itu masa lalu yang tidak usah dibicarakan lagi.
Yo ko makin penasaran, ia mencoba mengorek keterangan dari Sa Kouw. Ia menakut-nakuti Sa Kouw dengan berkata “Aku kakak Yo.. beritahu siapa pembunuhku!!”. Kata Sa Kouw “Bibi menyuruhku bicara, tapi Kakak Yo tak mau aku bicara, ia pukul Bibi dan ia mati”. Yo Ko tak tahu yang dimaksud Sa Kouw dengan “Bibi”.. yang ia tangkap hanya banyak burung gagak saat ayahnya mati.
__ADS_1
Li Mo Chou memulihkan kondisi di sebuah gubuk dan menyebar kertas-kertas bertulisan “Sesat Timur tak tahu malu, 5 orang lawan 1”. Oey Yok Su mendadak teringat muridnya, kalau 4 muridnya masih ada Li Mo Chou tak akan selamat. Ia urung menyerang Li Mo Chou.
Oey Yok Su mengobati Yo Ko, ternyata tenaga dalam Yo Ko amat hebat, sampai Li Mo Chou yang mendengar teriakannya mengira itu Oey Yok Su. Kata Oey Yok Su, tenaga dalam Yo Ko tinggi karena ranjang es batu giok dan ilmu Hati Gadis Suci, sayang Yo Ko belum dapat memanfaatkannya. Oey Yok Su mengajar Yo Ko jurus menghadapi Li Mo Chou termasuk sentilan mautnya. Sebelum pergi ia berkata “Kalau ada yang menentang pernikahanmu lagi, bilang padaku, jangan pedulikan Kwee Ceng dan Oey Yong” (Catatan : dalam novelnya, Oey Yok Su menganggap Yo Ko adalah muridnya jika memakai jurusnya untuk mengalahkan Li Mo Chou, selain itu mereka hanya sahabat. Ia tak sudi lagi melawan Li Mo Chou yang ilmunya jauh di bawah dia)
__ADS_1
Yo Ko ingin pergi meninggalkan Liok Bu Song dan Thia Eng untuk mencari Bibinya, tapi ia bingung mengutarakannya karena tak mau menyakiti keduanya dengan perpisahan. Thia Eng mengerti, ia membuatkan Yo Ko baju hasil jahitannya. Li Mo Chou meninggalkan 4 tapak darah yang berarti ia akan membunuh mereka bertiga dan Sa Kouw. Sa Kouw kena pukul tapak Li Mo Chou, tapi Yo Ko berhasil menyembuhkannya atas petunjuk Kitab 5 Racun. Saat Sa Kouw memegang gunting Yo Ko mendapat ide menghadapi kemoceng Li Mo Chou dengan gunting. Mereka pun mencari pandai besi yang bisa membuat gunting besar. Namun Li Mo Chou tiba sebelum senjata dibuat. Pandai besi melihat kertas yang disebarkan Li Mo Chou tentang hinaan terhadap Oey Yok Su, ia membakarnya. Li Mo Chou heran orang biasa bisa seberani itu. Pandai besi itu berkata, isi kertas itu salah, karena semua murid Oey Yok Su hebat. Namun semua dibantah Li Mo Chou. Katanya, murid ke-1 sudah mati dibunuh anak kecil (Catatan: Ia suami Bwee Tiau Hong yang ditusuk belati Kwee Ceng, lihat PPR). Murid ke-2, Bwee Tiauw Hong matanya dibutakan 7 Manusia Aneh dan organnya dirusak Racun Barat (PPR Eps 35) Murid ke-3 Qu Ling Feng, kabarnya dibunuh prajurit istana karena mencuri perhiasan untuk gurunya (Ia adalah ayah Sa Kouw, yang lorong rahasia di rumahnya dipakai Kwee Ceng dan Oey Yong menyembuhkan diri, PPR Eps 32-33). Murid ke-4, Pendekar Luk tak jelas rimbanya, walaupun mahir dalam formasi, tapi kediamannya habis terbakar, mungkin sudah mati terbakar. (Saat Racun Barat dijebak Oey Yong belajar kitab 9 Yin di Kediaman Keluarga Luk, ia kesal dan membakar seisi rumah, PPR Eps 46).