
Yo Ko naik ke lantai atas untuk mencari pemunah. Tiba-tiba Kongsun Tit masuk, Yo Ko sembunyi. Melihat kotak pemunah kosong Kongsun Tit menuduh Li E telah mencurinya untuk Yo Ko. Ia marah karena darah dagingnya sendiri berkhianat dengan menolong orang luar. Padahal, katanya, setelah ia menikah dengan Nona Lung, ia mau menjodohkan Yo Ko pada Li E. Li E tak yakin, ia ingin menyelamatkan Yo Ko karena tahu ayahnya tak akan mengampuni Yo Ko. Kongsun Tit mengatainya anak durhaka. Ia ingin menawan Li E di ruangan itu selama 2 hari supaya ia tidak bisa menolong Yo Ko. Li E membuktikan ia tak mencuri pemunah dengan melepas pakaian luarnya. Walau demikian, Kongsun menganggap Li E sudah melanggar peraturan Lembah yang hukumannya mati. Ia menghunus pedang hendak membunuh Li E, “Kalau aku biarkan Yo Ko selamat, aku terpaksa membunuhmu. Kalau kau tak menolong Yo Ko, kau boleh hidup”. Li E memilih Yo Ko selamat. Saat itulah Yo Ko keluar dari persembunyiannya hendak menyelamatkan Li E, tapi malah hampir jatuh ke lubang rahasia di lantai. Li E menghampiri Yo Ko, malah didorong ayahnya hingga mereka berdua terjatuh ke lubang yang berujung entah ke mana.
__ADS_1
Terbukalah kedok kekejaman Kongsun, tega membunuh putrinya sendiri. Burung kecil yang mampir ke ruangan yang pernah ditunjukkan pada Nona Lung, ditangkap dan di remasnya sampai mati, saking kesalnya ia pada anaknya.
__ADS_1
Yo Ko dan Li E jatuh ke sebuah gua bawah tanah dimana terdapat kolam yang banyak buayanya. Yo Ko harus menghalau buaya dan berusaha hinggap di daerah bebatuan yang aman. Dalam hatinya Li E bahagia bisa bersama Yo Ko. Saat Li E kedinginan, Yo Ko memberikan jubahnya pada Li E. Ternyata di saku jubah itu terdapat benda-benda yang dicuri Ciu Pek Tong: jamur Lingzhi, pil pemunah bunga cinta dan peta Lembah. Seekor buaya meloncat menarik jubah Yo Ko yang dipakai Li E, hingga Yo Ko memberikan satu lagi lapisan baju luarnya pada Li E dan menaklukkan buaya-buaya lainnya. Li E menyuruh Yo Ko memakan pil pemunah, menurutnya tadinya ada banyak pil pemunah di Lembah, namun entah kenapa sekarang hanya bersisa satu. Untuk membuat satu pil diperlukan banyak tanaman langka dan tak mudah membuatnya. Maka orang Lembah tidak membuatnya lagi dan hanya berhati-hati agar tak terkena bunga cinta, tertusuk sedikit bisa sembuh sendiri, tetapi tertusuk dalam, racunnya bisa menyebar dan tak ada obatnya. Mengetahui itu Yo Ko malah menyimpan pil buat Bibi Lung dan tidak memakannya. Ia membuang peta lembah yang dianggap tak ada gunanya, tapi Li E melihat ada lorong keluar di bawah kolam pada peta itu, ia mencoba menyelamatkan peta dan jatuh ke kolam, namun diselamatkan Yo Ko.
__ADS_1
Di jurang/gua, Yo Ko dan Li E bertemu dengan seorang tua yang bentuknya amat mengerikan. Ia tahu tanggal lahir serta adanya tanda lahir di bahu kiri Li E. Li E bingung, hanya orang tuanya yang tahu ia punya tanda lahir. Nenek ini meminta Li E menunjukkann tanda lahirnya, dan menangis sejadi-jadinya begitu melihatnya. Sedih hati Li E menyadari bahwa wanita malang ini adalah ibunya, Kiu Kian Ci, yang dikabarkan sudah meninggal, ternyata dibuang ke tempat itu oleh ayahnya sendiri, Kongsun Tit.
__ADS_1