Pendekar Rajawali

Pendekar Rajawali
Episode 28


__ADS_3

Kwee Ceng dan Oey Yong merasa keputusan menitipkan Yo Ko di Coan Cin kurang tepat. Kwee Ceng ingin Yo Ko tinggal bersama mereka. Oey Yong ragu, merasa Yo Ko menyembunyikan sesuatu, tapi ia menurut pada Kakak Ceng-nya.


Gaya Yo Ko yang tak peduli namun pandai bergurau mengusir rasa bosan Kwee Hu pada Bu bersaudara yang selalu mengikutinya. Yo Ko, Kwee Hu dan Bu bersaudara bermain pacuan kuda, tak disangka kuda Yo Ko bisa mengalahkan kuda merah Kwee Ceng yang dikendarai Kwee Hu. Keakraban Kwee Hu dan Yo Ko membuat Bu bersaudara iri. Yo Ko menggoda Kwee Hu yang bingung memilih diantara Bu bersaudara. Dalam hati ia menganggap Bu bersaudara bodoh, tergila-gila pada perempuan sombong seperti Kwee Hu.

__ADS_1


Dari atas pohon mereka berempat mengintip Tetua Luk yang sedang diajari Oey Yong  ilmu Tongkat Pemukul Anjing. Oey Yong membacakan teori pada Tetua Luk. Bu bersaudara dan Kwee Hu mengantuk bosan, tapi Yo Ko justru mengingat teori ini dan menghubungkan dengan gerakan yang diajarkan Ang Cit Kong (Catatan : Saat bersama Ang Cit Kong, Yo Ko hanya disuruh memperagakan gerakan, tapi tak tahu teori di balik gerakan itu).


Oey Yong tahu mereka mengintip dan menyuruh turun. Yo Ko masih berlagak tak tahu kungfu. Saat berdua saja dengan Yo Ko, Oey Yong mengakui ia pilih kasih karena tidak suka pada ayah Yo Ko. Tapi ia menyadari waktu dirinya muda, lagaknya pun aneh, untung bertemu dengan Kwee Ceng yang menyadarkannya. Ia mengajari Yo Ko moral ketimbang kungfu karena jiwa pemberontak dan sikap ekstrim Yo Ko amat dominan, tak disangka keputusan itu membuat Yo Ko menderita. Ia berjanji akan berusaha memperlakukan Yo Ko lebih baik. “Paman Kwee berharap banyak padamu. Kau tahu aku sangat mencintainya, jadi tolong jangan pernah kecewakan harapannya”. Mendengar pengakuan jujur dan tulus Oey Yong, Yo Ko menangis sejadi-jadinya. Hatinya cair, ia berjanji tak akan menyembunyikan apapun pada Bibi Kwee-nya. Saat hendak bercerita soal kematian Ang Cit Kong, Oey Yong merasakan kram perut. Yo Ko menolong dengan menyalurkan tenaga dalam untuk menstabilkan aliran darahnya. Ternyata Oey Yong sedang hamil anak ke-2.

__ADS_1


Pembicaraan mengenai siapa yang pantas menjadi pimpinan pendekar untuk melawan Mongol dimulai. Banyak yang mengusulkan Ang Cit Kong, mereka tak sadar Pengemis Utara itu sudah meninggal. Di tengah perdebatan, rombongan Coan Cin tiba-tiba melaporkan kedatangan jagoan Mongol.


Pangeran Ho Tu masuk memperkenalkan gurunya, Jinlun Goshi /Hakim Roda Mas. Melihat lekukan di jidatnya, Oey Yong tahu ilmu Jinlun amat tinggi karena ia ingat kata ayahnya, bila ilmu orang Tibet Barat mencapai tingkat tinggi, jidatnya terlihat lekukan. Ho Tu berkata gurunya pantas jadi Pemimpin Pendekar. Oey Yong menanggapi provokasi Ho Tu dengan mengajukan usul; Ang Cit Kong tidak ada di situ, tapi murid Ang Cit Kong bisa melawan murid Hakim Roda Mas. Taktik ini bagus karena Kwee Ceng murid Ang Cit Kong dan ilmunya jauh di atas Ho Tu. Tapi Ho Tu berkelit bahwa walau hebat, ilmu Kwee Ceng campuran berbagai ilmu dan bukan murni dari Ang Cit Kong, jadi tidak pantas mewakilinya. Ia berkata ilmu yang murni adalah Tongkat Pemukul Anjing.

__ADS_1


__ADS_2