
Si pandai besi tenyata adalah Feng Mo Feng, murid terakhir Oey Yok Su sebelum Thia Eng. Thia Eng berkata Oey Yok Su sangat menyesal mematahkan kaki Feng, juga merindukannya. Feng mengaku jarang memakai ilmu silatnya, tapi mendengar gurunya dihina, ia membakar kruk (alat bantu jalan) dan perkakasnya. Li Mo Chou mentertawakan, mengira ia sudah gila. Feng maju melawan, ternyata kruk dan perkakas itu menjadi logam membara yang merupakan senjata ampuh untuk melawan kemoceng Li. Walau ilmunya tinggi, tapi pembawaan Feng tidak kejam dan jarang bertanding, maka ia tak menang mudah. Melihat ini Yo Ko mengompori “Li Mo Chou, kenapa kau bilang Oey Yok Su hina, tukang rebut istri orang, apa kamu lihat sendiri?”, dan seterusnya, semuanya karangan Yo Ko belaka, tapi kata-kata itu sukses memompa serangan Feng karena marah gurunya dihina. Kemoceng Li Mo Chou terbakar hingga ia berganti jurus Tapak Lima Racun, namun saat itu baju-nya sudah sobek terbakar di sana-sini. Feng tak mau meneruskan dan Li Mo Chou pun malu. Yo Ko melemparkan jubah bikinan Thia Eng yang dipakainya untuk menutupi tubuh Li. Di dalam jubah itu ia masih mengenakan baju bikinan Bibi Lung, membuat Thia Eng sedikit sedih. Kata Yo Ko sebenarnya ia bisa mengalahkan Li, tak perlu Sesat Timur turun tangan. Iapun membeberkan teori yang diberikan Oey Yok Su untuk mengalahkan jurus Li Mo Chou. Mendengar pembeberan yang masuk akal itu Li Mo Chou mengira Yo Ko benar-benar dapat mengalahkannya, hanya tak mau melawan karena mereka masih saudara seperguruan. Padahal, Yo Ko hanya menggertak agar Li pergi. Walau ia sudah tahu teorinya, ia belum pernah mempraktekkannya.
__ADS_1
Pasukan Mongol siap menuju Siangyang. Feng Mo Feng mengajak Yo Ko maju melawan Mongol, tapi Yo Ko menolak, katanya tentara Mongol banyak dan hebat, satu orang seperti dia tak ada gunanya, lagipula ia ingin mencari Bibi-nya. (Catatan : Berbeda dengan Kwee Ceng yang patriotik, walau Yo Ko juga tak suka kejamnya orang Mongol membantai Song, saat ini ia menganggap raja Song juga bukan orang baik, maka ia tak mau menghabiskan tenaganya). Mereka berpisah, Feng ingin menyusup ke tentara Mongol untuk membunuh pasukan mereka sebanyak yang ia bisa.
__ADS_1
Sa Kouw masih menderita demam pemulihan dari tapak racun Li Mo Chou. Dalam demamnya ia meracau lagi, mengira Yo Ko adalah Yo Kang. Katanya “Gagak memakan bangkaimu.. Bibi punya racun, maka kamu mati”. Yo Ko memanfaatkan ini untuk mengorek nama pembunuh ayahnya. Ia tahu itu orang Pulau Persik, Sa Kouw menyebut Bibi, dikiranya salah satu murid Oey Yok Su. Alangkah terkejutnya ia saat Sa Kouw berkata “Bibi memanggil kakek ‘ayah'”, artinya Bibi yang disebut memanggil Oey Yok Su ‘ayah’. Takut salah, Yo Ko bertanya lagi “suami Bibi adalah Kwee Ceng?” Kata Sa Kouw “Tak tahu, tapi Bibi panggil dia Kakak Ceng”. Seketika Yo Ko marah dan bingung, ia pergi meninggalkan mereka semua, dalam pikirannya semua tindakan berbeda yang diterimanya selama ini adalah karena Oey Yong dan Kwee Ceng ingin menutupi kesalahan mereka membunuh ayahnya.
__ADS_1
Di Lembah Putus Cinta, Kongsun Tit berusaha membuat Bibi Lung tersenyum. Ia tahu Bibi Lung suka keindahan alam dan binatang. Dalam ruangan ia menunjukkan pohon yang dibiarkan tak ditebang, agar burung-burung hinggap di dahannya. Siasat ini berhasil, Bibi Lung tersenyum bahagia saat seekor burung hinggap jinak di tangannya. Namun ia kembali menangis mengingat saat mengajarkan Yo Ko menangkap burung dalam latihan silat. Kongsun Tit berkata satu cara melupakan kesedihan itu ialah menikah dengan orang lain. Bibi Lung memikirkan mungkin ada benarnya; bila aku menikah, Yo Ko tak bisa berbuat apa-apa dan akan pergi meninggalkanku. Ia tak sadar maksud Kongsun Tit, dengan polos ia berkata, ia akan meninggalkan lembah untuk mencari orang yang mau menikah dengannya.
__ADS_1