
Kongsun Tit memperkenalkan diri dengan sopan, menjelaskan alasan menahan Ciu Pek Tong, juga asal-usul tradisi tidak makan daging di Lembah Putus Cinta. Siao Siang Cie, jagoan Mongol yang memakai topi dan tabir, malah menghina leluhur Kongsun Tit. Si Jenggot Panjang Hoan It Ong /Fan Yiweng tak terima gurunya dihina, ia menantangnya berkelahi. Siao Siang Cie mengeluarkan gunting dari bajunya. Kelihatan jelas bahwa Siao Siang Cie ilmunya amat tinggi dan hanya sengaja mempermainkan lawan, Yo Ko heran kenapa gunting di bajunya bisa berada di Siao Siang Cie. (Ia ingat gunting itu dibuat untuk menggunting kemoceng Li Mo Chou, tapi tak jadi dipakai dan disimpannya). Kongsun Tit tahu muridnya tak bisa mengalahkan Siao, ia menyuruhnya mengaku kalah.
__ADS_1
Ternyata orang itu bukan Siao Siang Cie, melainkan Bocah Tua Nakal yang menyamar. Siao Siang Cie yang asli bajunya dicuri, ia menyusul masuk ke ruangan dengan memakai baju pelayan Lembah. Yo Ko minta guntingnya dikembalikan. Kongsun Tit juga meminta Ciu Pek Tong mengembalikan barang yang dicurinya, kalau tidak, ia akan ditangkap lagi dengan formasi jaring yang kali ini lebih canggih, menggunakan 5 jaring bukan hanya satu. Bukannya mengaku mencuri, Ciu Pek Tong malah membuka pakaiannya satu persatu untuk menunjukkan ia tak menyimpan barang curian. Yo Ko dan rombongan Mongol tertawa geli, pelayan perempuan berteriak malu ketakutan. Kongsun Tit menjaga wibawanya dengan tak menanggapi ulah Ciu Pek Tong, menyuruhnya kembali memakai bajunya. Ia juga tak menghiraukan saat Ciu Pek Tong mengejeknya sudah tua tapi akan menikah dengan nona muda.
__ADS_1
Ciu Pek Tong kabur, Yo Ko mengejarnya untuk bertanya tentang Bibi Lung. Sampai di taman, ia melihat Bibi Lung dari belakang dan memanggilnya. Bibi Lung terkejut mendengar suara Yo Ko, tapi ia memutuskan pura-pura tak mengenali Yo Ko. Kongsun Tit dan rombongan Mongol mengikuti. Kongsun Tit bilang calon istrinya tak mengenal Yo Ko, karena namanya Liu, bukan Lung. (Bibi Lung mengakui namanya Liu pada Kongsun Tit). Yo Ko minta Hakim Roda Mas bersaksi bahwa itu memang bibinya, karena ialah satu-satunya yang pernah bertemu mereka. Tapi Hakim Roda Mas malah bilang ia tak melihat jelas wajah Bibi Lung, bisa jadi orang lain. Ia takut bila Yo Ko dan Bibi Lung bersatu lagi, ia tak akan mampu mengalahkan mereka. Semua memastikan Yo Ko memang salah orang. Yo Ko masih penasaran, dan ingin tinggal sampai hari pernikahan. Para jagoan Mongol heran mengapa Hakim Roda Mas tak memihak Yo Ko, sebab walau Bibi Lung mengaku tak kenal, dari reaksinya siapapun tahu gadis itu dalam keadaan terpaksa, menahan emosinya. Mereka tak tahu Hakim Roda Mas merasa diuntungkan bila Yo Ko dan kekasihnya berpisah.
__ADS_1
Nona Kongsun mengajak Bibi Lung ke taman, di sanalah Yo Ko telah menanti. Yo Ko memeluk Bibi Lung dan mengingatkan semua yang pernah mereka alami bersama. Bibi Lung hanya diam menangis menahan perasaan. Kongsun Tit dan rombongan Mongol datang, ia makin marah, menuduh Yo Ko tidak tahu etiket. Pelayan menyeret Yo Ko secara paksa. Yo Ko berkata, “Kalau aku salah, marahilah aku, tunjukkan dimana aku salah. Tapi diammu hanya menyiksaku”. Yo Ko minta ia dibunuh saja dan dikubur di Lembah Putus Cinta sebelum Bibi Lung menikah dengan Kongsun, katanya tak ada gunanya hidup jika Bibi Lung menolak mengenalinya. Lek Gok menampakkan kekhawatirannya, hingga membuat ayahnya marah.
__ADS_1
.
__ADS_1