Pendekar Rajawali

Pendekar Rajawali
Episode 26


__ADS_3

Yo Ko membantu Liok Bu Song dengan senjata rahasia, untuk mengusir pendeta dan pengemis yang mengejarnya. Ia berlagak bodoh dan menolong Liok Bu Song  mengobati cidera tulang dadanya, juga membantunya lolos dari kejaran Li Mo Chou dengan cara menyamar jadi pengantin. Kebersamaan dengan Liok Bu Song menyebabkan Yo Ko mulai merasakan ketertarikan antar lawan jenis, namun tiap ia merasakan hal itu, Bibi Lung-lah yang diingatnya. Thia Eng/Cheng Ying, sepupu Bu Song yang  juga lolos dari Li Mo Chou dan diasuh oleh Sesat Timur Oey Yok Su (di Episode 1),  ikut membantu dari kejauhan dengan mengalihkan perhatian Li Mo Chou saat persembunyian mereka hampir ketahuan.


Sementara itu Bibi Lung yang baru pertama kali turun gunung mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang di pasar. Ia tidak tahu harus membayar untuk makan mantao. Orang-orang mengira ia Dewi Kwan Im yang turun ke bumi. Saat ia bertemu Li Mo Chou, terjadilah duel cantik antar keduanya diantara payung-payung yang berterbangan. Walau kungfu Bibi Lung masih di bawah Li Mo Chou, namun Li Mo Chou juga tak dapat menangkapnya untuk memaksa menyerahkan kitab Hati Gadis Suci. Bibi Lung masih bingung kenapa Yo Ko tidak mau menikahinya, tetapi tetap mencari dan menanyai penduduk tentang keberadaaan Yo Ko. Keluguannya dan kecantikannya sempat hendak dimanfaatkan orang yang berniat jahat,  untunglah kungfunya hebat.

__ADS_1


Dalam pelarian, Yo Ko dan Liok Bu Song sembunyi di rumah mantan perdana menteri Mongolia, Yehlu Chucai, yang mempunyai putra bernama Yehlu Chi serta putri bernama Yehlu Yen. Ketenangan mereka terusik oleh kehadiran Wanyen Ping, gadis bangsa Chin/Kim yang selalu ingin membalas dendam pada Yehlu Chucai atas kematian keluarganya saat serangan Mongol pada Chin. Tapi usahanya itu selalu digagalkan Yehlu Chi.  Yo Ko memperhatikan kungfu Yehlu Chi adalah kungfu aliran Coan Cin (Catatan: Yehlu Chi adalah murid Ciu Pek Tong). Wanyen Ping tetap tak bisa menang. Saat Yehlu Chi membiarkannya lolos untuk kesekian kalinya, Wanyen Ping hendak bunuh diri dengan menebaskan pedang ke lehernya sendiri.


Yehlu Chi mencegah Wanyen Ping bunuh diri. Yehlu Chucai mengaku saat ia menjadi Perdana Menteri Mongolia, ia memang menghabisi orang Chin/Kim termasuk orang tua Wanyen Ping, tapi sebenarnya ia bangsa Liao, yang bergabung dengan Mongolia dengan motivasi ingin membalas dendam karena keluarganya juga dihabisi oleh keluarga Wanyen.  Yehlu Chi tidak ingin menyakiti Wanyen Ping, karena itu ia selalu menggunakan tangan kanannya, takut tangan kirinya yang lebih kuat melukai Wanyen Ping. Ia berkata apabila Wanyen Ping bisa memaksanya menggunakan tangan kirinya, maka ia akan menyerahkan nyawa.

__ADS_1


Yo Ko membantu Wanyen Ping dengan mengajarinya jurus yang bisa memaksa Yehlu Chi menggunakan tangan kirinya. Yo Ko berkata ia merasa senasib dengan Wanyen Ping karena iapun juga tidak dapat membalaskan dendam ayahnya (Yo Kang) karena tidak pernah tahu siapa pembunuh ayahnya. Liok Bu Song pun merasa senasib karena tak hanya tak bisa membalas dendam,  tapi setiap hari ia dipaksa melayani pembunuh ayahnya, yaitu Li Mo Chou.


Thia Eng (murid Oey Yok Su yang juga memakai seruling dan topeng) mengabarkan Yo Ko bahwa Liok Bu Song berhasil ditangkap Li Mo Chou lagi.  Wanyen Ping membantu Yo Ko mencari, akhirnya mereka menemukannya di sebuah rumah makan. Yehlu Chi dan adiknya Yehlu Yen juga datang di situ. Li Mo Chou memaksa Ang Leng Po muridnya memotong jari Liok Bu Song. Ia menghina Yo Ko dengan menyebutnya berzina dengan gurunya tapi tak mau menikahinya. Yo Ko emosi dan melawan Li Mo Chou. Yehlu Chi tidak suka melihat kekejaman Li Mo Chou, iapun membantu Yo Ko melawan Li Mo Chou. Wanyen Ping, Yehlu Yen dan Thia Eng merebut Liok Bu Song dari Ang Leng Po.

__ADS_1


Pertempuran sengit di rumah makan  ini berlanjut ke padang rumput luas. Di sana mereka melihat sepasang rajawali  putih terbang rendah dan ikut menyerang Li Mo Chou. Melihat rajawali milik Kwee Ceng dan Oey Yong ini, Yo Ko tahu orang-orang Pulau Persik berada di sekitar situ. Ia teringat masa kecilnya yang tak menyenangkan, selalu di kerjai oleh Kwee Hu dan Bu bersaudara dan tidak  pernah diajar kungfu oleh Kwee Ceng dan Oey Yong. Ia lantas memakai topeng pemberian Thia Eng agar tak dikenali. Ternyata yang datang adalah Kwee Hu, putri pertama Kwee Ceng yang cantik tapi angkuh, bersama Bu Siu Bun dan Bu Tun Ji (Bu besar dan Bu kecil). Mereka ikut menyerang Li Mo Chou, karena ibu Bu bersaudara juga adalah korban kekejaman Li Mo Chou. Li Mo Chou pun kabur. (Catatan : Li MoChou kabur bukan karena terdesak, tapi ia ngeri akan kehebatan kungfu Kwee Ceng dan Oey Yong  sehingga tak mau berurusan dengan keluarga Kwee). Setelah Li Mo Chou pergi, semua baru menyadari Yo Ko sudah tidak ada di situ.


Dalam galaunya, Yo Ko memikirkan kata-kata Li Mo Chou yang menghinanya karena tak mau menikahi Bibi Lung. Sementara Bibi Lung juga mencari Yo Ko hingga kembali ke lokasi dimana ia dinodai In Cie Peng, berharap menemukan Yo Ko  di sana. Musim dingin telah tiba dan pencarian Yo Ko sampai di daerah pegunungan bersalju, di mana ia bertemu dengan Pengemis Utara Ang Cit Kong dan ayah angkatnya Racun Barat Auwyang Hong. Kedua pendekar besar ini beradu jurus dan beradu tenaga dalam sampai runtuhan salju hampir mengubur mereka.

__ADS_1


__ADS_2