Pendekar Rajawali

Pendekar Rajawali
Episode 5 KETAKUAN LIOK LIP-LING


__ADS_3

“Apa?”teriak Liok Lip-Ting kaget.


“Tiga ekor anjing penjaga pintu, empat ekor kucing,


tujuh ekor **** puluhan itik dan du puluhan ayam, semuanya mati ”


Belum lagi habis istrinya menutur, Liok Lip-ting


sudah berlari keluar lansung kebalakang, kim seng jogos tuannya langsung menyapa: ”Siauya!”


Saking Sedih Hampir Saja Ia Menguncurkan Air Mata.


Tampak olehl Liok Lip-ting anjing, kucing, ayam dan


itik terkapar diatas bergerak tanah, semua sudah mati kaku tak lagi.


Perlahan Liok Lip-ting didepan anjing kesayangannya,


didapatinya batok kepala binatang sudah hancur, terang bukan terkena pukulan


atau hantaman benda keras, se olah2 dipukul dengan suatu benda yang lemas,


namun tidak mungkin hal itu terjadi?


Sedikit merenung, tiba-tiba Liok Lip-ting teringat


penuturan Liong-piauthau, si tokok itu memegan sebuah kebutan, terang binatang


it mati di bawah menggulung kebutanya, tetapi kebutan itu terbuat dari barang yang


lemas, caman sekali kebut orang bdapat membunuh anjing ”dan ****, malah batok


hancur, kekuatan iwekang orang itu sangat tinggi dan mengejutkan.


“Ayam anjing tidak ketinggalan!”Tanpa terasa


mulutnya menguman pikirannya: ”sejak kecil aku tidak perna berkecimbung di


kangouw, mana mungkin aku ikat permusuhan?Orang ini menyerang secara keji,


tentu tujuan mencari perhitungan dengan ayah bunda.”


“Segera ia masuk kekamar tamu, katanya kepada ketiga


Piauthau: ”bukan aku tidak suka menahan kalian, soalnya keluarga kami bakal


tertimpa bencan, harap kalian suka segera pergi, saja yang tidak terembet.


Ketiga piausu ini pelaporan pelaporan orang sudah, sudi memberi


pertolongan kini mendegar tuan rumah mereka secara halus, mereka


menjadi gugup dan binggun pula, kata mereka serentak sambil berdiri: ”Liol-ya ... Liok-ya ... engkau ....” gelisah dan cemas membuat mereka tidak kaku


kata-katanya.


Liok Lip-ting mengerut keningnya, tiba2 ia masuk


kekamar dan mengeluarkan 27 batang jarum emas, setiap batang pancang sembilan


inci tampa suru orang membuaka pakaian, langsung ia tusukan ke 27 jarum itu kebadan ketiga Piausu,


setiap orang sembilan batang gerak –gering amat cekatan, setiap tusukan jarum


lansung menancap di Hiat-to penting dalam badan, belum lagi ketiga piausu tau


apa yang terjadi tauh2 kedua pulutuju batang jarum itu sudah menancap diatas


kejadian mereka ini memang aneh, meski jarum2 itu menusuk masuk


tuju-delapan inci kedalam badan mereka, tapi karena semua Hiat-to itu sudah


mati rasa, maka sedikitpun tidak terasakan sakit.

__ADS_1


“Lekaslah kalian cari tempat yang sepi dan


tersembunyi atau menetaplah dirumah petani, tiga hari lagi boleh kemari kalau


jiwaku masi hidup, nanti aku beri pengobatan lebih lanjut.”


Ketiga piauthan itu amat


kaget tanyanya: Liok-ya bakal menghadapi bencana apa? ”


“Apa ?” teriak Liok Lip-Ting kaget.


“Tiga ekor anjing penjaga pintu, empat ekor kucing,


tujuh ekor **** puluhan itik dan du puluhan ayam, semuanya mati”


Belum lagi habis istrinya menutur, Liok Lip-ting


sudah berlari keluar lansung kebalakang, kim seng  jogos tuannya langsung menyapa:”Siauya!”


saking sedih hampir saja ia menguncurkan air mata.


Tampak olehl Liok Lip-ting anjing,kucing, ayam dan


itik terkapar diatas tanah, semua sudah mati kaku tak bergerak lagi.


Perlahan Liok Lip-ting didepan anjing kesayangannya,


didapatinya batok kepala binatang sudah hancur, terang bukan terkena pukulan


atau hantaman benda keras, se olah2 dipukul dengan suatu benda yang lemas,


namun tidak mungkin hal itu terjadi ?


Sedikit merenung, tiba-tiba Liok Lip-ting teringat


penuturan Liong-piauthau, si tokok itu memegan sebuah kebutan,terang binatang


itu mati dibawah pukulan kebutanya, tetapi kebutan itu terbuat dari barang yang


kepalanya hancur, kekuatan iwekang orang itu sangat tinggi dan mengejutkan.


“Ayam anjing tidak ketinggalan!”tanpa terasa


mulutnya menguman pikirannya:”sejak kecil aku tidak perna berkecimbung di


kangouw, mana mungkin aku ikat permusuhan? Orang ini menyerang secara keji,


tentu tujuan hendak mencari perhitungan dengan ayah bunda.”


“Segera ia masuk kekamar tamu, katanya kepada ketiga


Piauthau:”bukan aku tidak suka menahan kalian, soalnya keluarga kami bakal


tertimpa bencan, harap kalian suka segera pergi, saja supaya tidak terembet.


Ketiga piausu ini tadinya mengira orang sudah, sudi memberi


pertolongan kini mendegar tuan rumah mengusir mereka secara halus, mereka


menjadi gugup dan binggun pula, kata mereka serentak sambil berdiri :”Liol-ya...Liok-ya...engkau....”gelisah  dan cemas membuat mereka tidak kuasa


meneruskan kata-katanya.


Liok Lip-ting mengerut keningnya, tiba2 ia masuk


kekamar dan mengeluarkan 27 batang jarum emas,setiap batang pancang sembilan


inci tampa suru orang membuaka pakaian, langsung ia  tusukan ke 27 jarum itu kebadan ketiga Piausu,


setiap orang sembilan batang gerak –gering amat cekatan, setiap tusukan jarum


lansung menancap di Hiat-to penting dalam badan, belum lagi ketiga piausu tau

__ADS_1


apa yang terjadi tauh2 kedua pulutuju batang jarum itu sudah menancap diatas


madan mereka kejadian ini memang aneh, meski jarum2 itu menusuk masuk


tuju-delapan inci kedalam badan mereka, tapi karena semua Hiat-to itu sudah


mati rasa, maka sedikitpun tidak terasakan sakit.


“Lekaslah kalian cari tempat yang sepi dan


tersembunyi atau menetaplah dirumah petani, tiga hari lagi boleh kemari kalau


jiwaku masi hidup, nanti aku beri pengobatan lebih lanjut.”


Ketiga piauthan itu amat


kaget tanyanya: Liok-ya bakal menghadapi bencana apa ?”


Liok Lip-ting tidak sabar utntuk berbicara lebih


banyak lagi Sahutnya:”Kalian terkena Jin-Sin-Ciang, sebetulnya racun akan


menyerang dalam waktu sepuluh hari dan kalian akan meninggal. Tapi kini aku


sudah menusuk dengan jarum emas, kadar racu akan tetahan sementara, hawa merah


itu tidak akan menjalar. Tiga hari lagi biar kuberi pertolongan lebih lanjut


dan pasti tidak akan terlambat.”


“Kalau tiga hari lagi liok-ya mengalamai sesuatu,


lalu bagaimana?” tanya Cu-piau-thau.


Sepasang mata Liok Lip-ting mendelik, jengkenaya:


“Keuali aku tidak ada yang mampu menggobati luka-luka Jik-lian-sin-ciang.apa


bila aku mati biarlah kalian mengiring aku.”


Liong dan So masih berkukuh hendak memohon


pengobatan selakasnya, tetapi Liok Lip-ting telah berkata pula:”kalian masih


tunggu apa lagi? Orang yang mencari berkali denganku bukan orang lain


adalah  tokoh itu sebentar lagi ia akan


tiba disini.”


Seketika ciut nyali ketiga piausu itu dan meraka tak


berani tanya lagi,  cepat meraka pamit


dan mohon diri.


Liok Lip-ting tidak antar tamu-tamuny, ia duduk


dikursi sambil mengawasi kesembilan tapak tangan itu, tiba2 dilihatnya A Kin


Jongos berlari masuk ter gesa2 dan mepor “Siauya, diluar ada datang seorang


tamu.”


“Katakan aku tidak dirumah,”ujar Lip-tiang.


“Siauya, Toanio (Nyonya) itu mengatakan tidak


mencari kau, tetapi dia sedang menempu perjalanan dan mohon menginap satu malam


saja disini,”kata si A kin.


“apa?! Jadi dia permpuan?”teriak Lip-tiang kaget.

__ADS_1



__ADS_2