
“Apa?”teriak Liok Lip-Ting kaget.
“Tiga ekor anjing penjaga pintu, empat ekor kucing,
tujuh ekor **** puluhan itik dan du puluhan ayam, semuanya mati ”
Belum lagi habis istrinya menutur, Liok Lip-ting
sudah berlari keluar lansung kebalakang, kim seng jogos tuannya langsung menyapa: ”Siauya!”
Saking Sedih Hampir Saja Ia Menguncurkan Air Mata.
Tampak olehl Liok Lip-ting anjing, kucing, ayam dan
itik terkapar diatas bergerak tanah, semua sudah mati kaku tak lagi.
Perlahan Liok Lip-ting didepan anjing kesayangannya,
didapatinya batok kepala binatang sudah hancur, terang bukan terkena pukulan
atau hantaman benda keras, se olah2 dipukul dengan suatu benda yang lemas,
namun tidak mungkin hal itu terjadi?
Sedikit merenung, tiba-tiba Liok Lip-ting teringat
penuturan Liong-piauthau, si tokok itu memegan sebuah kebutan, terang binatang
it mati di bawah menggulung kebutanya, tetapi kebutan itu terbuat dari barang yang
lemas, caman sekali kebut orang bdapat membunuh anjing ”dan ****, malah batok
hancur, kekuatan iwekang orang itu sangat tinggi dan mengejutkan.
“Ayam anjing tidak ketinggalan!”Tanpa terasa
mulutnya menguman pikirannya: ”sejak kecil aku tidak perna berkecimbung di
kangouw, mana mungkin aku ikat permusuhan?Orang ini menyerang secara keji,
tentu tujuan mencari perhitungan dengan ayah bunda.”
“Segera ia masuk kekamar tamu, katanya kepada ketiga
Piauthau: ”bukan aku tidak suka menahan kalian, soalnya keluarga kami bakal
tertimpa bencan, harap kalian suka segera pergi, saja yang tidak terembet.
Ketiga piausu ini pelaporan pelaporan orang sudah, sudi memberi
pertolongan kini mendegar tuan rumah mereka secara halus, mereka
menjadi gugup dan binggun pula, kata mereka serentak sambil berdiri: ”Liol-ya ... Liok-ya ... engkau ....” gelisah dan cemas membuat mereka tidak kaku
kata-katanya.
Liok Lip-ting mengerut keningnya, tiba2 ia masuk
kekamar dan mengeluarkan 27 batang jarum emas, setiap batang pancang sembilan
inci tampa suru orang membuaka pakaian, langsung ia tusukan ke 27 jarum itu kebadan ketiga Piausu,
setiap orang sembilan batang gerak –gering amat cekatan, setiap tusukan jarum
lansung menancap di Hiat-to penting dalam badan, belum lagi ketiga piausu tau
apa yang terjadi tauh2 kedua pulutuju batang jarum itu sudah menancap diatas
kejadian mereka ini memang aneh, meski jarum2 itu menusuk masuk
tuju-delapan inci kedalam badan mereka, tapi karena semua Hiat-to itu sudah
mati rasa, maka sedikitpun tidak terasakan sakit.
__ADS_1
“Lekaslah kalian cari tempat yang sepi dan
tersembunyi atau menetaplah dirumah petani, tiga hari lagi boleh kemari kalau
jiwaku masi hidup, nanti aku beri pengobatan lebih lanjut.”
Ketiga piauthan itu amat
kaget tanyanya: Liok-ya bakal menghadapi bencana apa? ”
“Apa ?” teriak Liok Lip-Ting kaget.
“Tiga ekor anjing penjaga pintu, empat ekor kucing,
tujuh ekor **** puluhan itik dan du puluhan ayam, semuanya mati”
Belum lagi habis istrinya menutur, Liok Lip-ting
sudah berlari keluar lansung kebalakang, kim seng jogos tuannya langsung menyapa:”Siauya!”
saking sedih hampir saja ia menguncurkan air mata.
Tampak olehl Liok Lip-ting anjing,kucing, ayam dan
itik terkapar diatas tanah, semua sudah mati kaku tak bergerak lagi.
Perlahan Liok Lip-ting didepan anjing kesayangannya,
didapatinya batok kepala binatang sudah hancur, terang bukan terkena pukulan
atau hantaman benda keras, se olah2 dipukul dengan suatu benda yang lemas,
namun tidak mungkin hal itu terjadi ?
Sedikit merenung, tiba-tiba Liok Lip-ting teringat
penuturan Liong-piauthau, si tokok itu memegan sebuah kebutan,terang binatang
itu mati dibawah pukulan kebutanya, tetapi kebutan itu terbuat dari barang yang
kepalanya hancur, kekuatan iwekang orang itu sangat tinggi dan mengejutkan.
“Ayam anjing tidak ketinggalan!”tanpa terasa
mulutnya menguman pikirannya:”sejak kecil aku tidak perna berkecimbung di
kangouw, mana mungkin aku ikat permusuhan? Orang ini menyerang secara keji,
tentu tujuan hendak mencari perhitungan dengan ayah bunda.”
“Segera ia masuk kekamar tamu, katanya kepada ketiga
Piauthau:”bukan aku tidak suka menahan kalian, soalnya keluarga kami bakal
tertimpa bencan, harap kalian suka segera pergi, saja supaya tidak terembet.
Ketiga piausu ini tadinya mengira orang sudah, sudi memberi
pertolongan kini mendegar tuan rumah mengusir mereka secara halus, mereka
menjadi gugup dan binggun pula, kata mereka serentak sambil berdiri :”Liol-ya...Liok-ya...engkau....”gelisah dan cemas membuat mereka tidak kuasa
meneruskan kata-katanya.
Liok Lip-ting mengerut keningnya, tiba2 ia masuk
kekamar dan mengeluarkan 27 batang jarum emas,setiap batang pancang sembilan
inci tampa suru orang membuaka pakaian, langsung ia tusukan ke 27 jarum itu kebadan ketiga Piausu,
setiap orang sembilan batang gerak –gering amat cekatan, setiap tusukan jarum
lansung menancap di Hiat-to penting dalam badan, belum lagi ketiga piausu tau
__ADS_1
apa yang terjadi tauh2 kedua pulutuju batang jarum itu sudah menancap diatas
madan mereka kejadian ini memang aneh, meski jarum2 itu menusuk masuk
tuju-delapan inci kedalam badan mereka, tapi karena semua Hiat-to itu sudah
mati rasa, maka sedikitpun tidak terasakan sakit.
“Lekaslah kalian cari tempat yang sepi dan
tersembunyi atau menetaplah dirumah petani, tiga hari lagi boleh kemari kalau
jiwaku masi hidup, nanti aku beri pengobatan lebih lanjut.”
Ketiga piauthan itu amat
kaget tanyanya: Liok-ya bakal menghadapi bencana apa ?”
Liok Lip-ting tidak sabar utntuk berbicara lebih
banyak lagi Sahutnya:”Kalian terkena Jin-Sin-Ciang, sebetulnya racun akan
menyerang dalam waktu sepuluh hari dan kalian akan meninggal. Tapi kini aku
sudah menusuk dengan jarum emas, kadar racu akan tetahan sementara, hawa merah
itu tidak akan menjalar. Tiga hari lagi biar kuberi pertolongan lebih lanjut
dan pasti tidak akan terlambat.”
“Kalau tiga hari lagi liok-ya mengalamai sesuatu,
lalu bagaimana?” tanya Cu-piau-thau.
Sepasang mata Liok Lip-ting mendelik, jengkenaya:
“Keuali aku tidak ada yang mampu menggobati luka-luka Jik-lian-sin-ciang.apa
bila aku mati biarlah kalian mengiring aku.”
Liong dan So masih berkukuh hendak memohon
pengobatan selakasnya, tetapi Liok Lip-ting telah berkata pula:”kalian masih
tunggu apa lagi? Orang yang mencari berkali denganku bukan orang lain
adalah tokoh itu sebentar lagi ia akan
tiba disini.”
Seketika ciut nyali ketiga piausu itu dan meraka tak
berani tanya lagi, cepat meraka pamit
dan mohon diri.
Liok Lip-ting tidak antar tamu-tamuny, ia duduk
dikursi sambil mengawasi kesembilan tapak tangan itu, tiba2 dilihatnya A Kin
Jongos berlari masuk ter gesa2 dan mepor “Siauya, diluar ada datang seorang
tamu.”
“Katakan aku tidak dirumah,”ujar Lip-tiang.
“Siauya, Toanio (Nyonya) itu mengatakan tidak
mencari kau, tetapi dia sedang menempu perjalanan dan mohon menginap satu malam
saja disini,”kata si A kin.
“apa?! Jadi dia permpuan?”teriak Lip-tiang kaget.
__ADS_1