
Walau Bibi Lung tegas mengajari Yo Ko kecil, tapi Yo Ko menyadari Bibi sebenarnya lembut, dari caranya memukul yang tadinya keras kemudian melemah. Yo Ko pun bercerita tentang masa kecilnya di Pulau Bunga Persik serta pertemuan dengan Racun Barat yang dianggapnya ayah.
Walau Bibi Lung resmi menjadi gurunya. Yo Ko tidak mau memanggil guru, karena mengingatkannya pada guru-gurunya di Coan cin, maka ia tetap memanggil gurunya “Bibi”. Saat menjalani ritual meludahi gambar Dewa Pusat Ong Tiong Yang -yang merupakan tradisi murid Kuburan Kuno-, Yo Ko menangkap bahwa nenek guru Kuburan Kuno sebenarnya menyukai Ong Tiong Yang.
__ADS_1
In Cie Peng datang ke Kuburan Kuno untuk meminta Yo Ko secara baik-baik, namun Bibi Lung tidak mau menyerahkannya, ia hanya memberikan madu pemunah. In Cie Peng terus terkenang cantiknya Bibi Lung, hingga sering memandangi dan mencium botol madu itu. Sementara Thio Cie Keng dimarahi senior Coan Cin karena tak mampu mendisiplinkan Yo Ko kecil dan dianggap menyalahi amanah Kwee Ceng. Atas dasar itu, In Cie Peng lah yang diangkat jadi ketua murid, walau Thio Cie Keng lebih senior. Thio Cie Keng makin dendam pada Yo Ko dan menyuruh junior-juniornya untuk menangkap Yo Ko. Untung Bibi Lung datang menolong.
Yo Ko mulai berlatih ilmu Kuburan Kuno, tahap pertama ia harus menangkap banyak burung pipit sekaligus tanpa melukainya. Di akhir episode, Yo Ko kecil sudah beranjak remaja, namun kelakuannya masih seperti anak-anak.
__ADS_1
Pada tahap selanjutnya, Yo Ko dan Bibi hendak melewatkannya, sebab tahap ini tidak pantas dilakukan oleh yang berlainan jenis, yaitu mereka harus bermeditasi berhadapan tanpa penutup dada. Tapi Yo Ko kemudian menemukan cara dan tempat agar mereka bisa tetap bermeditasi tanpa terganggu dan tanpa saling melihat aurat.
Malam itu In Cie Peng kebetulan keluar karena tidak bisa tidur, Thio Cie Keng memergokinya sering memegang botol madu pemberian Nona Lung, dan mengancamnya untuk memberi tahu senior Coan Cin. Ia masih iri karena In Cie Peng yang diangkat jadi ketua murid. Mereka pun berdebat dan bertarung, hingga meringsek ke tempat Yo Ko dan Bibi Lung berlatih. 2 pendeta itu langsung menuduh Bibi dan Yo Ko melakukan hal tak pantas. Yo Ko dapat mengalahkan Thio Cie Keng, namun Bibi Lung tak mau ia membunuh bekas gurunya, hanya memaksa mereka bersumpah. Thio Cie Keng pun bersumpah bila ia memberitahu orang ke-5 apa yang dilihatnya malam itu, ia akan mati sengsara.
__ADS_1
Terganggu saat meditasi membuat Bibi Lung sakit dan mengira ia tak akan hidup. Ia hendak membunuh Yo Ko sebelum membunuh dirinya. Yo Ko kabur keluar kuburan, tapi kemudian menyesal dan masuk kembali. Li Mo Chou yang melihat ini, segera mengambil kesempatan untuk masuk ke kuburan Kuno mengambil kitab Hati Gadis Suci. Sanggupkah Yo Ko dan Bibi Lung yang sakit berhadapan dengan Li Mo Cou dan muridnya?