
Kwee Ceng menganggap Bibi Lung wakil orangtua Yo Ko, ia meminta izin untuk mengatur pertunangan Yo Ko dengan putrinya. Yo Ko menolak dengan sopan, ia orang biasa tak pantas bersanding dengan putri keluarga Kwee. Kwee Ceng bingung, sedang Oey Yong yang sejak awal memperhatikan kemesraan Yo Ko dan Bibi Lung, bertanya apakah Bibi Lung dan Yo Ko benar-benar resmi melakukan upacara sebagai guru dan murid, yang dibenarkan Yo Ko. Oey Yong mencoba mengalihkan perhatian dengan mengatakan urusan perjodohan bisa dipikirkan nanti. Tapi Bibi Lung yang polos berkata Yo Ko tak bisa menikah dengan Kwee Hu, karena ia yang akan menikahinya. Ini membuat kaget semua orang. Saat Oey Yong menjelaskan hal itu tidak pantas, Bibi Lung malah terbuka di hadapan semua orang soal perasaannya pada Yo Ko. Seisi ruangan amat terkejut dan memandang mereka dengan aneh bahkan jijik. Melihat ini Yo Ko segera mengajak Bibi Lung pergi dan berpamitan baik-baik pada Paman dan Bibi Kwee-nya.
Namun Thio Cie Keng memancing di air keruh dengan berkata “Pendekar Kwee, lihat sendiri kan kenapa ia kabur dari Coan Cin”. Ia mengingkari janjinya dengan membeberkan apa yang dilihatnya saat Yo Ko dan Bibi Lung berlatih Hati Gadis Suci (Episode 4). Pihak Yo Ko dan Coan Cin adu mulut hingga terjadi perkelahian pedang antar kedua pihak. Yo Ko ingin menghajar mereka dengan ilmu Coan Cin sendiri, Bibi Lung membantu dengan Hati Gadis Suci. Tak disangka, gabungan keduanya menjadi sangat efektif. Kwee Ceng melerai dan berkata pada Yo Ko bahwa ialah yang memberi nama Yo Ko, artinya ‘memperbaiki kesalahan’. Tapi Yo Ko tak menganggap mencintai gurunya adalah suatu kesalahan, apalagi mereka tak pernah berbuat zina atau merugikan orang lain. Semua orang mencacinya, Yo Ko mengamuk, membuat Kwee Ceng amat marah dan sedih. Ia sudah mengerahkan kekuatannya dan hampir membunuh Yo Ko, tapi ditahannya hingga tangannya berdarah, ia membiarkan Yo Ko dan Bibi Lung pergi.
__ADS_1
Bibi Lung merasa sedikit bersalah Yo Ko bersikap kasar pada Kwee Ceng demi membelanya. Yo Ko tak peduli, walau semua orang menentang ia akan bersama Bibi Lung mengarungi dunia. Tapi Bibi Lung tak betah dengan dunia luar dan ingin kembali ke Kuburan Kuno.
Kwee Hu ngambek pada ayah ibunya karena malu ditolak Yo Ko di hadapan orang banyak. Ia kabur dari rumah. Di restoran, pendekar Coan Cin heran kenapa ilmu pedang Yo Ko dan Bibi Lung meningkat pesat. In Cie Peng masih tidak suka dengan Thio Cie Keng yang mengingkari janji. Hakim Roda Mas dkk lewat dan mengajak pendekar Coan Cin bercakap-cakap, namun semua tak sudi, kecuali Thio Cie Keng yang terlihat berbeda. Huo Du melihat Kwee Hu melintas dengan kudanya, mereka memutuskan untuk menculik Kwee Hu.
__ADS_1
Di penginapan, Yo Ko dan Bibi Lung menyadari bahwa nenek guru Bibi Lung menciptakan jurus Hati Gadis Suci sambil membayangkan ia memainkannya bersama dengan pendiri Coan Cin yaitu Dewa Pusat Ong Tiong Yang. Keduanya saling mencintai namun tak bisa bersatu. Mereka tidak ingin seperti leluhurnya itu.
Oey Yong bicara berdua saja dengan Bibi Lung. Sambil menyisir rambut Bibi Lung, ia mengingatkan resiko dihina orang yang akan mereka terima bila ia menikah dengan Yo Ko. Bibi Lung tak perduli, kalau mereka tak suka reaksi orang, mereka bisa tinggal selamanya di Kuburan Kuno. Oey Yong berkata Yo Ko senang bertualang, mungkin bisa bosan apabila terus di Kuburan Kuno. Tak disangka kata-kata Oey Yong yang bermaksud baik ini malah ditanggapi amat serius oleh Bibi Lung. Ia mengkonfirmasi dengan Yo Ko dan mendapatkan jawaban yang tak diinginkan.
__ADS_1
Bibi Lung tak mau Yo Ko tidur sekamar dengan Bu bersaudara, seperti biasa ia tidur di tali dan Yo Ko di ranjang. Oey Yong mengintip dan mengerti mereka berdua masih menjaga batas hubungan lelaki dan perempuan yang belum menikah, maka ia marah ketika Bu bersaudara menghina mereka. Ia menganggap Bu bersaudara tak tahu terima kasih dan menyuruh mereka kembali ke Hakim Roda Mas. Yo Ko dan Bibi Lung mendengar hinaan kejam Bu bersaudara. Yo Ko gusar, ini membuat Bibi Lung tambah sedih hatinya, semalaman ia tak tidur memikirkan semua ini.