
**Melihat ini Bibi Lung bangkit dan menolong, ia tak habis pikir kenapa ada suami menyiksa istri, ia berkata Kongsun Tit mungkin akan memperlakukannya sama bila mereka jadi menikah. Kongsun Tit tetap menyangkal, sampai Yo Ko membeberkan semua kebusukannya yaitu membuangnya ke ‘lubang buaya’ dan tetap menikahi Bibi Lung walau tahu tidak ada pemunah. Kongsun Tit siap menyerang, Bibi Lung merobek kostum pengantin merahnya, ternyata di dalamnya ia mengenakan baju putihnya dan menyimpan senjata, ia dan Yo Ko menyambut Kongsun Tit dengan jurus Hati Gadis Suci. Yo Ko berusaha tak melihat Bibi Lung dan menahan sakit racun bunga, tahulah Bibi Lung bahwa Yo Ko belum mendapatkan pemunah hingga tak bisa memainkan jurus Hati Gadis Suci. Ia maju sendirian melawan Kongsun Tit, tak ada lagi rasa hormat atau kasihan karena Kongsun Tit telah mencelakakan Yo Ko. Ia menggunakan kain merah dekorasi pernikahan sebagai senjata selendang menghadapi Kongsun Tit. Yo Ko maju membantu bergantian, menggunakan jurus pedang Coan Cin agar tak terpengaruh racun bunga cinta. Yo Ko pernah kalah oleh Kongsun. Tapi kali ini Kiu Cian Ci meneriakkan petunjuk untuk membantunya. Ternyata semua jurus Kongsun Tit, istrinya lah yang membimbingnya hingga ia tahu kelemahannya.Yo Ko menjadi di atas angin, Kongsun Tit kesal dan menyerang istrinya, tapi ditangkis Bibi Lung. Kiu Cian Ci terus memberi petunjuk, tapi kali ini anjurannya membahayakan nyawa Bibi Lung dan melukainya. Yo Ko marah, “Kalian berdua memang cocok sehati, sama-sama kejam”. Kiu Cian Ci berdalih petunjuknya hanya membantu Yo Ko menunjukkan kelemahan lawan, bukan menyelamatkan Bibi Lung. Yo Ko kesal dan tak mau mengikuti petunjuk Kiu Cian Ci lagi, ia berganti jurus menjadi jurus sentilan maut yang diajarkan Oey Yok Su, membuat Kongsun Tit cukup kebingungan. Keduanya kelelahan, Yo Ko berhasil menyentil titik aliran darahnya, tapi entah kenapa tidak mempan.
__ADS_1
Li E meminta ibunya menyuruh mereka berhenti bertarung. Kiu Cian Ci meminta Li E memberikan teh pada keduanya, tapi ia meneteskan darah dari lukanya pada kedua cangkir teh itu. Yo Ko dan Kongsun yang memang sudah kelelahan berhenti. Li E menyuguhkan teh pada keduanya. Kongsun Tit maunya meminum teh yang hendak diminum Yo Ko, ia takut diracun. Sementara Yo Ko tak peduli, ia menghina Kongsun Tit yang curiga pada anak sendiri. Mereka lanjut bertarung, Kiu Cian Ci berteriak, aliran darahnya sudah tak kebal totokan lagi, Yo Ko bisa menyerangnya. Ternyata, walau hebat, kungfu keluarga Kongsun mempunyai pantangan minum arak, darah dan daging. Dengan adanya tetesan darah di teh, kungfu Kongsun terbuka kelemahannya. Ia marah menyerang Kiu Cian Ci, tapi hembusan sebutir biji buah dari mulut Kiu Cian Ci membutakan satu matanya. Mereka saling memaki lagi, bahkan Kiu Cian Ci menyuruh Li E membunuh ayahnya sendiri. Kongsun Tit kesakitan dan kabur.
__ADS_1
Kiu Cian Ci menawarkan Yo Ko pemunah, asal mau menikahi Li E. Ia masih menyimpan 1 butir pemunah bunga cinta. Li E menangis membujuk ibunya memberikan saja pemunah pada Yo Ko, ia ingin hidup damai dengan ibunya, menemui pamannya, dan tak mau menikah seumur hidupnya. Yo Ko dan BIbi Lung sedih melihat Li E. Kiu Cian Ci akhirnya memberi Yo Ko syarat lain: bawakan kepala Kwee Ceng dan Oey Yong (yang dia anggap sudah membunuh kakaknya). Yo Ko menyanggupi, katanya ia juga punya dendam pada mereka. Hakim Roda Mas tersenyum senang. Kiu Cian Ci memberi Yo Ko setengah butir pil pemunah**.
__ADS_1