Pendekar Rajawali

Pendekar Rajawali
Episode 22


__ADS_3

**Yo Ko turun dengan tali menyelamatkan Kwee Ceng. Hakim Roda Mas melepaskan panah. Begitu selamat, Kwee Ceng langsung melepaskan 3 anak panah: yang pertama menangkis panah Hakim Roda Mas hingga terbelah dua, yang kedua mengenai tangan Hakim Roda Mas, yang ketiga merobohkan panji perang Mongol. Pihak Mongol ngeri dan kaget akan kehebatan Kwee Ceng. Hakim Roda Mas minta maaf pada Kublai Khan karena ia mengenalkan orang salah, yaitu Yo Ko yang diharapkan bisa membunuh Kwee Ceng tapi malah menyelamatkannya. Namun Kublai Khan berpikir itu karena Yo Ko ingin membunuh Kwee Ceng dengan tangannya sendiri. Kublai Khan tak mau berperang dengan moral pasukan yang menurun, maka ia menarik mundur pasukannya.


Pihak Song bergembira dan memuji Kwee Ceng, tapi tak terlihat sedikitpun rasa bangga apalagi sombong pada Kwee Ceng, ia malah berkata pada Yo Ko, “Lihat tentara Mongol, mereka begitu tertib, mundur pun teratur, kedisiplinan tentara kita jauh di bawah mereka”. Dalam undangan perayaan, semua memuji kehebatan Kwee Ceng. Tapi Kwee Ceng berkata “Perang adalah kerja tim, tidak boleh lengah. Kalau tidak ada Yo Ko yang menyelamatkan, Mongol belum tentu mundur”. Semua bersulang memberi selamat pada Yo Ko. Bu bersaudara melihat dengan iri.

__ADS_1


Kwee Ceng berkata pada Oey Yong, semua orang bersaksi bagaimana Yo Ko menyelamatkanku tadi, apa kamu masih juga tidak percaya? Bibi Lung bingung kenapa Yo Ko belum juga bertindak, sementara waktu tinggal sedikit. Mereka menguping pembicaraan Kwee Hu dan Bu bersaudara, Kwee Hu pusing memilih di antara Bu besar dan Bu kecil. Yo Ko bertanya pada Bibi Lung ” Kalau kamu jadi Kwee Hu, kamu pilih siapa? Bu besar atau Bu kecil?” Bibi Lung terdiam, “Aku pilih kamu”.


Pagi harinya, Kwee Ceng mendapat surat dari Hakim Roda Mas bahwa Bu bersaudara ada di kemah Mongol, senjata mereka dikirimkan bersama surat tersebut. Rupanya Bu bersaudara iri karena semalam Yo Ko mendapat perhatian, mereka juga ingin berjasa pada negara dan merebut simpati Kwee Hu dengan pergi berdua ke kemah Mongol untuk membunuh Kublai Khan. Sekarang Kwee Ceng harus pergi ke sana untuk menyelamatkan mereka. Yo Ko melihat ini sebagai kesempatan baik untuk membunuh Kwee Ceng, ia menawarkan bantuan agar ia dan Bibi Lung ikut bersama. Tapi Oey Yong lebih pintar “Nona Lung biar di sini menemani aku, ia akan banyak membantu kalau nanti bayiku lahir”. Oey Yong berpikir Yo Ko tak akan bisa berbuat apa-apa pada Kwee Ceng, karena Nona Lung ada bersamanya.

__ADS_1


Tiba di tenda Mongol, Kwee Ceng diperkenalkan pada 5 jagoan Mongol. Mo Kong Chow hampir keceplosan menegur Yo Ko, langsung ditendang kakinya oleh rekannya. Mereka pura-pura belum pernah bertemu Yo Ko. Bu bersaudara masuk, Kwee Ceng melepaskan ikatan mereka dan menyuruh mereka kembali ke Siangyang dan memperintahkan menjaga gerbang kota. Ia ingin menegaskan pada Kublai Khan apapun yang terjadi padanya di tenda itu, Siangyang tetap tak boleh jatuh.


Di luar tenda, jagoan Mongol asal Persia, In Kwee See menyerang Kwee Ceng dengan cambuknya. Walaupun hebat, ia tak ada apa-apanya dibanding Kwee Ceng dan langsung kalah terluka. Dalam keadaan normal, semua jagoan Mongol ini pantang merendahkan diri dengan mengeroyok orang, tapi Kwee Ceng begitu tangguh, Hakim Roda Mas terpaksa tidak ikut aturan satu lawan satu, semua maju mengeroyok Kwee Ceng. Mo Kong Chow bingung melihat Yo Ko diam saja. “Kamu memihak mana?” Yo Ko pura-pura melawan Mo Kong Chow, selain takut ketauan, ia ingin melindungi Mo Kong Chow yang polos dari pertarungan sengit itu.

__ADS_1


Hakim Roda Mas, Si Shao Sing dan Ni Mo Chee menyerbu Kwee Ceng dengan senjata masing-masing, sementara Kwee Ceng melayani dengan tangan kosong dan masih tak terkalahkan. Si Shao Sing mengeluarkan senjata asap beracun, namun tenaga dalam Kwee Ceng dapat menekan efek racun, bahkan ia bisa kabur lolos. Melihat Kwee Ceng lolos, Yo Ko pura-pura tenaga dalamnya terganggu agar Kwee Ceng balik lagi, karena lebih mudah membunuh Kwee Ceng saat pendekar itu sudah lelah bertarung. Taktik berhasil, kini Kwee Ceng tak hanya harus bertarung dengan 3 jagoan Mongol tetapi pasukan Mongol yang tadinya hanya melihat saja ikut menyerang. Kwee Ceng terpaksa menggunakan tombak prajurit sebagai senjata. Namun melihat Kwee Ceng yang terus melindunginya di tengah pertarungan, keraguan Yo Ko untuk membunuhnya muncul lagi, “Paman Kwee, apa ayahku orang jahat sampai kau harus membunuhnya?” Sambil terus bertarung Kwee Ceng menjawab “Dia pengkhianat negara, menganggap musuh sebagai ayahnya dan mencelakakan banyak orang, dia patut mati”. Mendengar itu Yo Ko langsung menghunus pedangnya, menunggu kesempatan untuk menyerang Kwee Ceng yang sedang bertarung mati-matian dengan Hakim Roda Mas. Saat senjata Hakim Roda Mas mencelat hampir mengenai Yo Ko, Kwee Ceng malah menangkis dengan tubuhnya hingga ia terluka parah. Yo Ko kaget dan marah pada dirinya sendiri, detik itulah ia tak peduli lagi dengan urusan balas dendam, malu hati jika tak mampu membalas budi Paman Kwee yang mengorbankan nyawa untuknya. Iapun maju melindungi Kwee Ceng. Walau Yo Ko kini ikut membantu, pertarungan tak seimbang karena Kwee Ceng sudah terluka akibat melindungi Yo Ko, bahkan kini terkena roda untuk kedua kalinya dan muntah darah. Yo Ko amat menyesal. Untungnya sesama jagoan Mongol itu saling berebut membunuh Kwee Ceng duluan karena ingin mendapatkan gelar dari Kublai, sehingga terkadang mereka saling bertengkar sendiri. Dalam keadaan genting, dari arah pasukan Mongol muncul seorang yang tiba-tiba membantu Yo Ko dan Kwee Ceng. Ialah Feng Mofeng, sang pandai besi murid Oey Yok Su yang pernah mengalahkan Li Mo Chou dan kini jadi penyusup di tenda Mongol (Episode 15). Feng Mofeng menyuruh Yo Ko dan Kwee Ceng pergi, sementara ia sendiri menghadang Hakim Roda Mas. Walau ilmunya tak setara Hakim Roda Mas, namun ia bisa membuat Roda Mas kewalahan. Feng mencengkram Hakim Roda Mas dari belakang dengan sepenuh tenaga, hingga Hakim Roda Mas tak leluasa bergerak mengejar Kwee Ceng dan Yo Ko. Yo Ko menggendong Kwee Ceng dan menggunakan asap untuk menghalau pasukan Mongol, berat hati meninggalkan Feng Mofeng sendirian tapi tak ada pilihan, ia memanggil kudanya dan kabur membawa Kwee Ceng yang terluka. Sementara itu Hakim Roda Mas akhirnya bisa melepaskan cengkraman Feng Mofeng, namun Feng mati kaku dengan posisi tubuh masih mencengkram Hakim Roda Mas. Seorang pahlawan telah gugur.


Di Siangyang, Yo Ko setengah sadar dan mengigau “Jangan sakiti Paman Kwee! Paman Kwee, lari..” Bibi Lung dan Oey Yong iba melihatnya, untung Yo Ko luka bagian luar saja, sementara Kwee Ceng malah terluka dalam, akibat bertempur sengit. Bibi Lung bingung kenapa Yo Ko malah kembali bersama Kwee Ceng. Yo Ko bilang, Siangyang membutuhkan Paman Kwee, ia tak bisa membunuhnya. Oey Yong memberi Yo Ko pil embun bunga. Tiba-tiba datang Ho Tu yang mengantarkan surat Hakim Roda Mas, Oey Yong dan Bibi Lung langsung bersiaga**.

__ADS_1


__ADS_2