Pendekar Rajawali

Pendekar Rajawali
Episode 6 SEORANG ANAK LAKI-LAKI


__ADS_3

Liok-toanio menggut2,


saking haru suaranya tertelan dalam tenggorokan,


 


 


Mereka masuk kembali


ke dalam rumah langsung menujuh kebalakang, tiba2 terdengar suara diatas tembok


sebelah timur, kiranya disana ada orang, Bibir Ting memburuh kedepan memburu


kedepan menghadang istrinya, waktu ia angkat kepala, dilihatnaya di atas tembok


sedang duduk seorang anak laki2, rambut kepalanya di kuncir dua menepang, bocah


itu sedang memetik kembang di atas pohon.


 


 


Lalu terdengar orang


berteriak di sebelah bawah: ”Awas lho, jangan sampai terjatuh!“Kiranya Thiea


eng, Liok-Bu- Siang dan seorang anak laki2 lain sedang menunggu di kaki tembok


sana, Lip Ting berpikir. ”kedua bocah ini meminta maaf menginap dirumahku, kenapa


bengini nakal? ”


 


 


Anak laki2 diatas


tembok itu sedang memetik sekuntum bunga, Liok Lip-siang segarah berteriak: “Nah


berikan padaku, berikan kepadaku! ”


 


 


Anak laki2 itu tertawa,


ia melempar bunga ke thia eng, lekas thia eng ulur tangan menangkapnya, lalu di


angsurkan kepada sang piau-moay, tapi Liok Bu- Siang naik pitam, ia memperoleh,


Kembang itu terus di banting dan di-injak2


 


 


Melihat empat bocah ini


bermain dengan riang gembira, sedikitpun


tidak tau bencana besar yang bakal menimpa mereka sekeluarga, Lip Ting


Suami-Istrie menghela napas, mereka masuk kedalam kamar.


 


 


“Piaumoay, kenapa kau

__ADS_1


marah? ”bujuk Thia Eng.


 


 


Liok Bu-Siang merengut,


katanya: ”aku tidak sudi, aku sendiri bisa memetik!” - sekali kaki kanannya


menutul tanah, badannya melejit keatas serta meraih akar rotan yang merambat di


atas tembok, sekali meminjam tenaga, seketika badanya melampung keatas pula


beberapa kali lalu melayang ke arah sebatang dahan pohon.


 


 


Anak laki2 diatas


tembok itu bersorak gembira, teriaknya: ”Lekas kemari!”


 


 


Kedua tangan Liok


Bu-siang menarik dahan pohon, di tengah udara ia jumpalitan dua kali, badannya


mendadak melambung ke tengah udara, terus menubruk keatas tembok. ”


 


 


Dinilai dari


namun hatinya sedang panas dan dongkol kepada si anak laki2 yang melempar bunga


Kepada Piau-Cinya tadi, memang sipat pembawaan anak perempuan ini suka


menangnya sendiri, maka tampa hiraukan keselamatan dirinya ia telah main lompat


di tengah udara.


 


 


Anak laki2 itu menjadi


kaget, teriaknya isi: ”Awas!Hati2!Segera ia ulur tangan


menangkap tangan Bu-Siang.


 


 


Kalau dia tidak


mengulurkan tangan, Liok Bu-siang sebetulnya bisa mencapai pagar tembok tapi


ketika melihat anak laki2 itu hanya menarik dirinya, segera ia menghardik: “minggir”


 


 


Badanpun menyingkir

__ADS_1


kesamping menghindari tarikan tangan orang, kepadaian jumpalitan di


tengah udara adalah ilmu ginkang tingkat tinggi, walaupun dia melihat


ayah-bundanya memaikannya, dia sendiri belum perna mempelajarinya, dengan


sedikit dukungan, jari2nya sudah tidak dapat meraih tembok, di teriak


kagetnya, badanya langsung jatuh kebawa,


 


 


Melihat Bu-Siang Jatuh,


anak laki2 yang berada di kaki tembok segera memburu maju dan ulur tangan


melakukan badanya.Tapi tembok itu beberapa tembok, meski badan Bu Siang


kecil, tenaga luncurannya lintasan, jelas amat berat, meski anak laki2 itu berhasil


pinggangnya, tak tertahan akibat terbanting jatuh dengan keras.Terdengarlah


suara “krak”, tulang kaki kiri Bu-Siang “patah, demikian pula jidat anak laki2


Itu kebentur batu memantul, darah mengucur keluar,


 


 


Thia Eng dan anak laki2


diatas tembok itu memburu maju untuk menolong, anak laki2 itu merangkak bangun


sambil mendekap jidatnya yang bocor, sementara Liok Bu-siang jatuh semaput.Sambil


resep Piaumoaynya Thia Eng Segera berteriak: “ih-tio, ah-i (paman, bibi), lekas


datang! ”mendengar teriakannya, Liok-Toanio segera memburu keluar, tiba2 diatas


kepalanya angin kencang menyamber, sesuatu benda berat menindih sebuah


****** sekali Liok-toanio berkelit kesamping, dilihatnya yang dilempar


kearahnya itu ternyata ternyata ada seseorang.Tak sempat membawa goloknya segera ia


nomor ke wuwungan rumah, belum lagi ia berdiri tegak, dua sosok mayat tahu2 dilempar pula memapak


mukanya, ketika Liok-toanio membungkukan tubuh, tahu2 kedua lututnya menjadi


lemas dan tidak berkuasa berdiri tegak, kontan ia terjungkal jatuh ke pelataran.


 


 


Kebetulan Lip Ting


sedang memburu keluar, melihat Liok-toanio terjungkil jatuh dari atas, segara


ia masuk kedepan dengan ilmu ginkang yang ia yakinkan selama berpuluh tahun,


meski jaraknya masih tiga tombok jauhnya, namun sekali lompat badanya meleset


seperti anak panah, telepak, sempat menyanggah punggung istrinya, karena


Tenaga sanggahan ini badan Liok-Toanio terlempar naik, di waktu meluncur turun


pula, Liok Lip-ting dengan ringan dapat menurunkan badan istrinya di atas


tanah.  

__ADS_1


 


 


__ADS_2