Pendekar Rajawali

Pendekar Rajawali
Episode 16


__ADS_3

Jenggot Panjang Fan melihat ini sebagai penghinaan terhadap gurunya. Sebagai murid tertua ia menantang Yo Ko berduel. Kongsun Tit memberi isyarat pada muridnya itu untuk membunuh Yo Ko. Yo Ko bertekad membawa Bibi Lung keluar dari situ, ia mengatur emosinya dan mengeluarkan senjata gunting. Ajaran Oey Yok Su untuk mengatasi kemoceng Li Mo Chou ia coba terapkan di sini, karena Hoan menggunakan jenggotnya layaknya kemoceng. Namun ternyata tak semudah itu, setelah beberapa jurus baru Yo Ko menemukan kuncinya, yaitu janggutnya bergerak berlawanan dengan arah kepalanya, hingga ia harus memotong ke arah kepalanya. Maka tiba-tiba ia menghentikan perkelahian, berkata ia bisa menggunting jenggot Fan hanya dalam 3 jurus. Hoan tak percaya, karena sudah beberapa jurus tadi belum juga berhasil. Alangkah terkejutnya ia saat Yo Ko benar-benar melaksanakannya. Para jagoan Mongol juga kagum, karena Ciu Pek Tong pun tidak dapat memotong jenggot orang itu. Memang ilmu Ciu Pek Tong jauh lebih tinggi, tetapi siasat Yo Ko jauh lebih baik. Setelah senjata jenggotnya habis dipangkas, murid tertua Lembah Putus Cinta ini masih menantang Yo Ko dengan sebuah senjata berat. Yo Ko tahu senjata berat dan kaku macam itu justru dapat ditaklukkan dengan jurus lincah Tongkat Pemukul Anjing. Ia memotong ranting pohon Yangliu/Yoliu sebagai senjata, sengaja ia memilih pohon itu untuk menggugah hati Bibi Lung. Pertempuran dengan senjata pun dimulai.

__ADS_1


Senjata berat Si Jenggot Panjang FanYiweng kalah oleh kelincahan jurus Tongkat Pemukul Anjing yang dimainkan Yo Ko menggunakan ranting pohon Liu. Kekalahan ini membuat Yiweng mau bunuh diri, tapi diselamatkan Yo Ko. Katanya, “Buat apa bunuh diri, kalah menang itu biasa. Perih di hatiku ini 10 kali lebih sakit daripada kekalahan yang kau rasakan. Kalau kau kalah, gurumu khawatir. Aku kalah, guruku tidak peduli” – maksudnya menyindir Bibi Lung. Kongsun Tit menyiapkan Formasi Jaring Ikan untuk menangkap Yo Ko. Yo Ko terdesak, tetapi Nona Kongsun Lek Gok (Li E) yang juga bertugas dalam formasi itu mendadak pura-pura terkilir hingga Yo Ko bisa lolos. Kongsun Tit mempersilahkan Yo Ko pergi, tapi Yo Ko tidak mau. Kongsun menyiapkan jaring yang kali ini dipenuhi pisau, Mo Kong Chow si kate protes, karena cara ini sangat licik.

__ADS_1


Sadar dirinya bisa mati di sini, Yo Ko jalan ke hadapan Bibi Lung, menyerahkan lonceng yang dijatuhkan Ciu Pek Tong. “Bibi, Yo Ko mungkin tidak akan hidup lagi besok. Tapi lonceng ini harus kembali pada pemiliknya”. Bibi Lung menyambut lonceng yang diberikan Yo Ko dan mengaitkan ke selendangnya. Mereka berpandangan dan akhirnya, ia mau mengenali Yo Ko. Tak terkira bahagianya Yo Ko. Bibi Lung berkata “Seharusnya aku tak bisa menikahi orang lain, aku hanya bisa menikah denganmu”. Kongsun Tit kaget dan tak ragu lagi menyuruh anak buahnya menyerang dengan formasi. Bibi Lung melemparkan sarung tangan dan selendangnya. Yo Ko memakainya untuk mengatasi Formasi Jaring Ikan tersebut. Kali ini Yo Ko berhasil melawan formasi dan merobek jaring dengan sarung tangan. Mo Kong Chow teriak girang memuji kehebatan Yo Ko. Hakim Roda Mas tak suka melihatnya “Biasa aja Mo Kong Chow, gak usah teriak gitu kali..” (kira-kira gitu deh maksudnya  ).

__ADS_1


Hakim Roda Mas tak mau melewatkan kesempatan lagi, “Tuan Kongsun, lebih baik kau biarkan mereka pergi, sekali mereka berdua keluarkan jurus pedang, kau bisa kalah”. Padahal maksudnya menantang Kongsun agar terjadi pertandingan, agar ia bisa melihat sekali lagi jurus pedang kombinasi Bibi Lung dan Yo Ko, dan bisa mencari kelemahan jurus yang pernah mengalahkannya itu. Taktiknya itu berhasil dan dipuji si jagoan India Nimo Singh (Ni Mo Chee).

__ADS_1


Kongsun mempersilahkan Yo Ko dan Bibi Lung masuk ke ruang senjata untuk memilih senjata. Di ruang itu awalnya mereka waspada akan jebakan, namun selanjutnya santai tak peduli. Lama berpisah dan kini berdua saja membuat keduanya bahagia tak terkira sampai Yo Ko ingin mencium Bibi Lung, tetapi mendadak jarinya sakit akibat racun bunga cinta. Kata Bibi Lung, nanti kalau kita sudah kalahkan Kongsun, kau boleh lanjutkan. Mereka mengobrol santai tentang tak ingin berpisah lagi, juga taktik menghadapi Kongsun yang ilmunya tidak di atas Hakim Roda Mas, jadi mereka pasti sanggup menang. Bibi Lung sempat menyinggung, sejak di bawah pohon di gunung Congyang/Zhongnan, aku sudah menganggap aku istrimu, walau kau menolaknya. Yo Ko sedikit bingung tidak nyambung, tapi tak menghiraukan. Mereka hendak berciuman tapi batal lagi karena pelayan menggedor pintu menyuruh mereka lekas memilih senjata. Pilihan akhirnya jatuh pada sepasang pedang tersembunyi di belakang lukisan yang dibakar Ciu Pek Tong, yang bertuliskan “Pedang Pria” dan “Pedang Wanita”, Bibi Lung setuju karena pedang itu tidak terlalu tajam, ia masih menghargai Kongsun Tit yang telah menolongnya dan tak mau melukainya. Waktu mereka jalan keluar, baju Bibi Lung tersangkut duri bunga cinta, dan ia tertusuk sebelum Yo Ko memperingatkannya.

__ADS_1


__ADS_2