
Aldi bersama temannya berjalan di seberang jalan taman. Tidak sengaja Aldi melihat Dini dan Deni. Mereka terlihat hanya berdua saja. Melihat ada Dini membuat Aldi ingin menghampirinya.
Aldi menepuk salah satu pundak temannya "Kalian duluan aja aku bertemu dengan seseorang".
"Mau bertemu siapa?" Tanya teman Aldi.
"Nanti aku kasih tau" Balas Aldi. Aldi berlari menyeberangi jalan raya. Aldi berlari untuk menghampiri Dini dan Deni yang sedang berada di taman.
"Dini" Aldi memangil Dini.
"Aldi" Balas Dini.
"Kamu lagi ngapain di sini?" Aldi bertanya kepada Deni.
"Aku sedang jalan-jalan sama Deni" Balas Dini.
"Kamu sendiri ngapain?" Dini bertanya kepada Aldi.
"Aku lagi jalan-jalan juga lagi pengin ke taman" Balas Aldi.
"Sama siapa?" Dini bertanya kepada Aldi.
"Tadi sama temen tapi udah pulang duluan" Balas Aldi.
"Aku gabung sama kalian boleh kan?" Aldi bertanya kepada Dini dan Deni.
"Boleh kok" Balas Dini.
"Boleh ngga boleh juga bakal tetep gabung" Ketus Deni pelan.
"Gimana Den" Sambung Dini.
"Oh ngga tadi ada debu masuk ke mata" Balas Deni sambil berpura-pura membersihkan mata. Aldi bergabung bersama Dini dan Deni. Setelah beberapa saat di taman Dini merasa haus.
"Aku mau beli minum dulu sebentar ya" Ucap Dini kepada Aldi dan Deni.
"Ayo sama aku kebetulan aku juga haus" Sambung Deni cekatan.
"Ya udah Al aku sama Deni beli minum dulu ya" Ucap Dini kepada Aldi.
"Aku juga ikut mau beli minum" Balas Aldi.
"Nitip aja nanti aku beliin" Balas Dini.
"Aku ikut aja ada sesuatu yang perlu aku beli juga" Balas Aldi beralasan karena ingin ikut bersama Dini. Deni menatap sinis Aldi. Mereka bertiga berjalan menuju toko terdekat untuk membeli minum.
"Aldi katanya ada sesuatu yang perlu kamu beli kenapa cuma beli air minum?" Dini bertanya kepada Aldi.
__ADS_1
"Setelah aku pikir-pikir ternyata aku udah beli kemarin" Balas Aldi beralasan.
"Oh gitu" Dini mengangguk-anggukan kepalanya. Dini membuka botol minumnya, namun ketika membukanya tak sengaja Dini menjatuhkan botol minumnya. Dini terperanjat kaget dan menjauh dari botol tersebut.
"Yah gimana nih" Ketus Dini. Dini mengambil kembali botol minumnya yang jatuh namun air di dalamnya habis.
"Nih ambil punyaku" Ucap Deni dan Aldi berbarengan sambil memberikan botol minumnya kepada Dini. Dini bingung menatap Deni dan Aldi.
"Udah aku beli lagi aja" Dini menolak tawaran Aldi dan Deni.
"Ambil punyaku aja" Balas Deni dan Aldi berbarengan. Dini bingung mau ambil punya Deni atau Aldi. Deni segera membukakan botol minum miliknya dan memberikannya kepada Dini.
"Nih minum" Ucap Deni kepada Dini. Dini menatap Deni Heran.
"Makasih" Ucap Dini kepada Deni.
"Kamu si gimana?" Dini bertanya kepada Deni.
"Udah ngga papa aku ngga haus kok sebentar lagi juga pulang" Balas Deni. Dini meminum air yang diterimanya dari Deni. Aldi terdiam melihat Dini yang sedang meminum air pemberian Deni. Mereka melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba ada suara HP berdering. Ternyata itu HP Aldi yang berdering. Aldi mengambil HP nya yang berada di sakunya dan mengangkat panggilan masuk.
"Assalamu'alaikum" Ucap Aldi. Aldi mendengarkan perkataan seseorang yang menghubungi nya.
"Iya aku pulang sekarang Wassalamu'alaikum" Ucap Aldi.
"Din Aku pulang dulu ya soalnya Ibuku menyuruhku pulang" Ucap Aldi kepada Dini.
"Iya dah" Balas Aldi. Aldi pergi meninggalkan Dini dan Deni.
"Kita juga pulang aja gimana?" Dini bertanya kepada Deni.
"Boleh tapi kamu udah ngga kesal sama Rio?" Deni bertanya kepada Dini.
"Iya udah ngga papa kok lagian juga udah biasa" Balas Dini.
"Ya udah kalo gitu kita pulang aja lagian juga udah mau sore" Balas Deni. Deni dan Dini pulang bersama. Deni mengantar Dini terlebih dahulu.
"Udah sampai Den" Ucap Dini.
"Iya" Balas Deni.
"Aku masuk dulu ya" Ucap Dini sambil menunjuk rumahnya.
"Iya" Balas Deni.
"Oiya makasih Den untuk hari ini" Ucap Dini.
"Iya sama-sama udah sanah masuk" Balas Deni.
__ADS_1
"Iya hehe" Balas Dini. Dini pergi meninggalkan Deni dan memasuki rumahnya. Deni menatap Dini dari belakang saat memasuki rumahnya. Setelah Dini memasuki rumah Deni pergi dari rumah Dini. Deni berjalan pulang ke rumahnya karena rumahnya dekat dengan rumah Dini. Saat sedang berjalan Deni melihat Ibu yang sedang membawa belanjaan. Deni berlari menghampiri Ibunya.
"Mah sini aku bawain" Deni mengambil belanjaan yang dibawa oleh Ibunya.
"Kotak makanannya sudah dikembalikan?" Ibu Deni bertanya kepada Deni.
"Iya udah tadi" Jawab Deni.
"Kamu dari mana aja kok lama banget?" Mamahnya bertanya kepada Deni.
"Hehe ya main dong mah" Balas Deni sambil tertawa.
"Ngga macem-macem kan mainnya awas loh ya" Ibu Deni mengancamnya agar bermain dan bergaul dengan anak-anak yang baik.
"Iya mah tenang aja temen-temen Deni baik semua kok" Balas Deni. Ibu Deni menanyakan hal seperti itu dikarenakan tidak sedikit anak-anak seumurannya yang terbawa pergaulan bebas. Dan biasanya anak-anak yang seperti itu tidak dapat dikontrol baik oleh keluarganya atau orang lain. Dengan kata lain mereka menjadi anak-anak yang bandel dan dapat meresahkan keluarganya dan masyarakat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya berhenti sekolah. Oleh karena itu Ibu Deni selalu mengawasi pergaulan Deni agar terhindar dari hal-hal yang didakwa diinginkan.
...*************************...
Sesampainya di rumah Dini duduk di ruang tamu untuk beristirahat sebentar. Rio keluar dari kamarnya dan menghampiri Dini.
"Dari mana kamu mba?" Rio bertanya kepada Dini.
"Pergi aja kamu sana jangan ganggu" Dini menyuruh Rio untuk pergi.
"Dasar pemarah, ngga mau aku pengennya di sini" Balas Rio yang tidak mau pergi meninggalkan Dini sendirian di ruang tamu. Dini teringat ketika Deni memberikan air minumnya kepadanya.
"Rio menurutmu Deni baik ngga si?" Dini bertanya kepada Rio.
"Iya baik lah kenapa memang" Balas Rio.
"Bisanya kamu bilang baik itu kenapa?" Dini bertanya kepada Rio.
"Ya baik aja dia bukan anak nakal dan punya citra yang baik juga" Balas Rio.
"Lalu apa lagi?" Dini bertanya lagi kepada Rio.
"Baik sama keluarga kita, ngga tau lah pokoknya ya baik aja kenapa si mba tanya-tanya ke gitu" Balas Rio kesal.
"Ya ngga papa pengin tau aja gimana dia menurut pandangan kamu" Balas Dini.
"Jangan-jangan kamu suka sama Mas Deni ya mba" Rio meledek Dini.
"Apa ngga lah masa aku suka sama Deni" Balas Dini tidak mengakuinya.
"Assalamu'alaikum" Ucap seseorang dari luar sambil mengetok pintu rumah Dini.
"Wa'alaikumsalam" Balas Dini. Dini berjalan menuju pintu depan untuk membukakan pintu rumahnya.
__ADS_1
"Loh Deni" Ucap Dini kaget ternyata yang datang ke rumahnya adalah Deni.