Pengakuan Hati

Pengakuan Hati
BAB 4


__ADS_3

Deni dan Dini belajar bersama di rumah Dini. Kali ini mereka belajar mata pelajaran matematika terlebih dahulu. Deni menjelaskan rumus matematika kepada Dini.


Saat sedang belajar tiba-tiba Rio pulang dari sekolah.


"Assalamu'alaikum" Rio memasuki rumah.


Rio melihat Deni dan Dini sedang belajar di ruang tamu.


"Mas Deni lagi ngapain?" Tanya Rio.


"Lagi belajar dong" Jawab Deni.


Rio mendekat untuk melihat buku yang sedah dipelajari oleh Deni dan Dini.


"Wih belajar matematika" Salut Rio.


"Mba kamu juga belajar matematika?" Tanya Rio ke Dini meledek.


"Iya biar pinter!" Ketus Dini.


Rio meninggal Deni dan Dini di ruang tamu.


Setelah beberapa saat belajar, Dini merasa sangat mengantuk. Deni melihat Dini yang mengantuk saat dirinya sedang menjelaskan materi.


Deni menghela nafas menatap Dini. Deni menyentil dahi Dini menggunakan pensil. Dini terbangun kaget dibuatnya.


"Aduh" Dini kesakitan sambil memegang dahinya.


"Fokus-fokus" Deni sambil menepuk-nepuk buku.


Dini menguap "Udah dulu belajarnya deh". Dini menutup bukunya.


"Ya udah besok lagi aja" Deni menutup bukunya.


Dini mengambil makanan yang sudah disiapkan nya di dekatnya dan memberikannya ke Deni.


"Nih dimakan aja Den" Dini menyodohkan makanan di hadapan Deni.


Deni dan Dini menghabiskan cemilan yang sudah disiapkan oleh Dini.


Selesai belajar dengan Dini Deni pulang ke rumah. 'Assalamu'alaikum" Deni memasuki rumah.


"Kamu dari mana Den?" Mamah Deni menghampirinya.


"Dari rumah Dini mah tadi belajar bersama" Jawab Deni.


Waktu sudah malam. Deni merebahkan tubuhnya di atas kasur. Deni membuka hp sambil tiduran.


"Din udah tidur?" Deni mengirim pesan ke Dini.


"Belum Den kenapa?" Balas Dini.


Deni tersenyum sambil membaca balasan pesan dari Dini.


"Besok berangkat bareng gimana?" Balas Deni.


"Iya boleh" Balas Dini.


"Selamat malam" Balas Deni.


"Iya selamat malem juga" Balas Deni.


Deni meletakan hp nya di meja lalu tidur. Keesokan paginya Deni mampir ke rumah Dini untuk berangkat ke sekolah bersama. Deni mengambil hp dari sakunya.


"Din aku udah di depan rumahmu" Deni mengirim pesan ke Dini.


"Iya Den aku segera keluar" Balas Dini.

__ADS_1


Dini keluar dari rumah. Dini melihat Deni sudah di depan rumahnya. Dini menghampiri Deni. "Ayo berangkat".


Deni dan Dini berangkat ke sekolah bersama. Mereka memasuki ruang kelas. Mereka duduk di kursinya masing-masing.


Aldi tersenyum melihat Dini yang baru sampai. Aldi menghampiri Dini.


"Din ini buat kamu!" Aldi memberikan catatan matematikanya kepada Dini.


Deni memperhatikan yang sedang dilakukan Aldi.


Dini menatap bingung "Ini apa Al?" Tanya Dini memegang buku yang diberikan oleh Aldi ke Dini.


"Itu catatan pelajaran matematika, kamu boleh pinjam tapi besok dihari ada pelajaran matematika kembalikan oke!" Jawab Aldi.


"Ngga usah Al aku ngga papa ko" Jawab Dini.


"Udah kamu simpan aja, kamu anggap aja aku sedang balas budi ke kamu karena kemarin udan bantu aku pas lupa ngga mengerjakan PR matematika!" Jawab Aldi.


"Dah aku pergi dulu" Aldi meninggalkan Dini.


Pembelajaran dimulai. Semua siswa mengikuti pembelajaran.


Sekarang waktunya istirahat. Dini, Deni, Riska dan Zen berjalan menuju ke kantin.


"Din matematikamu gimana masih bingung?" Tanya Riska.


Dini tersenyum "Udah paham ko ini juga berkat bantuan Deni" Jawab Dini.


"Kalian belajar bersama?" Tanya Riska dan Zen.


"Iya" Jawab Deni dan Dini


"Wah kenapa ngga ajak aku" Riska menggerutu.


"Iya aku juga ngga diajak" Zen menggerutu.


"Bagaimana kami tau kalau kalian mau ikut juga" Jawab Deni.


"Oke nanti sepulang sekolah kita belajar bersama gimana" Ajak Dini.


"Setuju" Jawab Riska dan Zen.


Sepulang sekolah mereka berkumpul di rumah Dini untuk belajar di rumah Dini.


"Aku mau ke swalayan dulu ya" ~ Dini.


"Mau ngapain Din?" Tanya Riska.


"Mau beli cemilan cuma sebentar ko" Jawab Dini.


"Aku ikut kebetulan ada juga yang mau aku beli" Sambung Deni dengan cepat.


"Boleh ayo" Ajak Dini.


"Cuma kami dong yang di sini, ngga enak Din kami ikut aja ya" Bujuk Zen.


"Zen bener kita keluar bersama aja ya" Sambung Riska membujuk Dini.


"Udah ngga papa di sini aja kami cuma sebentar ko" Jawab Dini.


"Ya udah tapi beneran jangan lama-lama tapi loh" Bujuk Riska.


"Iya jangan lama-lama" Sambung Zen.


Deni dan Dini keluar bersama ke toko swalayan tersekat.


"Din kamu mah beli apa sih?" Tanya Deni.

__ADS_1


Dini tersenyum "Beli cemilan buat belajar" Jawab Dini.


"Kamu sendiri mau beli apa?" Tanya Dini.


Deni gelagapan "Aaaku mau beli... oiya aku mau beli air putih" Jawab Deni.


Dini tertawa "Kenapa kamu beli di rumahku juga ada air kali" Balas Dini.


"Oiya aku lupa" Jawab Deni sambil menggaruk kepalanya.


Deni dan Dini sampai di toko swalayan. Mereka membeli yang mereka cari.


Deni dan Dini kembali dan sudah membawa makanan yang baru dibelinya. Mereka masuk ke rumah.


"Kenapa kalian lama sekali" Bisik Riska merasa tidak nyaman berada di rumah Dini tanpa Dini.


"Ngga ko kami cuma sebentar" Jawab Dini.


"Nih aku beli cemilan biar ngga ngantuk" Dini meletakan makanan yang baru dibelinya di atas meja.


"Wah makasih Din repot-repot jadinya" Balas Zen.


Zen menatap Deni. " Den mana yang mau beli?" Tanya Zen.


"Dia ngga jadi beli. Tadi mau beli air putih tapi aku larang orang di rumah juga ada air putih" Sambung Dini.


"Wah kamu benar-benar ya Den" Balas Zen menatap Deni tidak percaya.


"Berisik kamu sekarang waktunya belajar" Balas Deni menyuruh Zen diam.


Mereka belajar bersama di rumah Dini. Kali ini mereka mempelajari materi matematika.


"Aku udah cape" ~ Zen.


"Aku juga udah cape" Balas Riska.


"kita lanjutin besok aja belajarnya gimana aku juga udah cape" Sambung Dini.


"Dini...Baru belajar satu jam aja udah cape" Deni mengejek Dini.


"Ya udah situ kamu lanjutin belajar sendiri aja" Balas Dini kesal.


"Dengan berkata seperti itu kamu juga menyinggungku loh Den" Balas Riska membela Dini.


Deni menghela nafas. "Ya udah kita lanjutin besuk aja" ~ Deni.


Mereka merapihkan meja dan bersiap pulang.


Mamah Dini datang melihat teman-teman Dini sedang berkemas. "Loh udah selesai belajarnya?" Tanya Mamah Dini.


"Iya Bu kami sudah selesai belajar sekarang mau pulang" Jawab Riska.


'Deni juga mau pulang sekarang?" Tanya mamah Dini.


"Iya bu" Jawab Deni.


"Ibu kami permisi ya mau pulang dulu" ~ Zen.


"Oh iya hati-hati ya pulangnya" Jawab Mamah Dini.


"Iya Bu" Jawab Zen


Dini mengantar teman-temannya sampai di depan rumah.


"Kami pulang dulu ya Din" Ucap Riska.


"Iya kalian hati-hati ya" Saut Dini.

__ADS_1


"Iya" Jawab Riska.


Deni, Riska dan Zen meninggalkan rumah Dini. Deni pulang sendiri sedangkan Riska dan Zen pulang bersama karena di arah yang sama..


__ADS_2