Pengakuan Hati

Pengakuan Hati
BAB 21


__ADS_3

Deni dan Cici sudah berada di tempat yang sepi.


"Ada apa Ci?" Deni bertanya kepada Cici.


"Aku mau tanya sesuatu Den" Balas Deni.


"Silahkan" Balas Deni.


"Kenapa kamu tidak menyukaiku?" Cici bertanya kepada Deni.


"Haruskah aku menjawab itu?" Balas Deni.


"Iya" Balas Cici.


"Aku menyukaimu hanya sebagai temen" Balas Deni.


"Tapi kenapa" Balas Cici.


"Aku rasa tidak perlu ada alasan mengapa aku hanya menyukaimu sebagai teman" Balas Deni.


"Lalu apa yang kamu sukai dari cewe yang kamu sukai" Balas Cici. Cici menanyakan hal-hal seperti itu agar dirinya bisa paham apa alasan Deni sebenarnya. Cici belum mau menyerah untuk mendapatkan hati Deni.


"Emm Aku rasa juga tidak ada alasan mengapa aku bisa menyukainya" Balas Deni.


"Mengapa?" Balas Cici.


"Jika kamu mengajakku berbicara hanya untuk membicarakan ini sebaiknya aku pergi saja" Balas Deni. Deni tidak ingin menceritakan segalanya akan isi hatinya kepada Cici.


"Mengapa, apa menurut kamu ini ngga penting?" Balas Cici kecewa.


"Iya" Balas Deni. Deni pergi meninggalkan Cici dan mengabaikannya.


"Tapi bagi aku ini penting" Ucap Cici berteriak. Namu Deni tetap mengabaikan Cici dan terus berjalan meninggalkan Cici.


"Deni" Cici berteriak lagi berusaha agar Deni mau kembali untuknya. Namun usahanya sia-sia. Deni telah pergi meninggalkan Cici.


...**************************************...


Dini, Riska dan Zen sedang duduk di masing-masing tempat duduknya. Mereka masing-masing memakan makanan yang tadi mereka beli di kantin.


Ada beberapa siswa cowok bermain kejar-kejaran. Salah satu siswa itu membawa sebuah es di tangannya. Mereka berlarian dan akhirnya berlari lewat sebelah Deni. Tanpa sengaja temennya siswa yang membawa es itu berusaha merebut es temennya tepat di sebelah Dini. Karena hal itu mereka berdua pun justru malah menumpahkan es tersebut di baju Dini.


Dini kaget dan spontan berdiri dari duduknya. Kedua cowok itu yang menumpahkan es tersebut juga kaget dan merasakan bersalah.

__ADS_1


"Aduh maaf Din aku ngga sengaja" Ucap salah satu di antar cowok itu.


Dari tempat duduknya Aldi melihat kejadian itu. Namun Aldi hanya memperhatikan saja.


"Iya maaf ya Din kami ngga sengaja" Lanjut temen cowok itu.


"Aduh Din kamu ngga papa kan banyak banget itu" Sambung Riska panik. Riska menatap marah kepada kedua cowok tersebut


"Kalian ini kalo main hati-hati dong" Ucap Riska agak marah karena kedua cowok itu. Dini hanya terdiam dan mengelap-elap bajunya menggunakan tangannya.


"Iya kan kami udah minta maaf" Balas salah satu cowok itu.


'Iya udah ngga papa kok lagian ini bentar lagi juga pulang" Balas Dini.


"Beneran ngga papa kan Din. Maaf banget ya udah bikin basah baju kamu" Balas salah satu dari cowok itu.


"Iya ngga papa kok" Balas Dini.


"Ayok kita pergi" Ucap salah satu dari cowok itu ke temennya untuk segera pergi.


"Din kamu beneran ngga papa. Nanti kalo masuk angin gimana" Ucap Riska.


"Nih kamu pakai" Aldi mendatangi Dini dan meminjamkan jaketnya ke Dini.


'Udah ngga papa pakai aja mbok masuk angin nanti" Balas Aldi.


"Iya dipake ana Din lagian juga Aldi udah meminjamkannya ke kamu" Sambung Riska.


"Beneran ngga papa nih" Ucap Dini ke Aldi.


"Iya bener ngga papa kamu pakai aja" Balas Aldi.


"Makasih ya" Dini menerima jaket yang dipinjamkan oleh Aldi.


"Iya sama-sama" Balas Aldi. Dini memakai jaket Aldi.


"Aku pergi ke toilet dulu ya" Ucap Riska. Riska pergi berjalan sendiri menuju kamar mandi. Tepat di pintu kelas Dini berpapasan dengan Deni. Dini hendak keluar sedangkan Deni hendak masuk.


"Din mau kemana?" Deni bertanya kepada Dini.


"Mau ke kamar mandi sebentar" Ucap Dini terburu-buru. Deni melihat bahwa Dini mengenakan jaket Aldi. Deni melihat ke arah meja Dini. Di sana terdapat Aldi yang sedang berdiri dan menatap dirinya.


Dini sampai di kamar mandi. Dini berusaha mengeringkan bajunya dengan menggunakan tisu di toilet. Namun yang dilakukannya tidak berhasil. Bajunya tetap saja basah.

__ADS_1


"Aduh bagaimana ini sepertinya tidak bisa kering" Dini berkata pada dirinya sendiri. Dia bingung harus diapakan bajunya agar bisa kering. Karena bajunya tetap saja tidak bisa kering maka Dini terpaksa tetap memakai baju tersebut walaupun basah. Dini menggunakan jaket Aldi hanya untuk menutupi bajunya yang basah. Karena apabila tidak ditutupi maka akan terlihat bentuk tubuhnya.


Dini keluar dari toilet. Ketika Dini keluar dari toilet, Dini melihat ada Cici yang sedang bercermin.


Cici melihat Dini keluar dari toilet. "Dini" Cici menyapa Dini.


"Lagi ngapain kamu Din" Cici bertanya kepada Dini.


"Ini Ci aku lagi berusaha mengeringkan bajuku yang basah menggunakan air, tapi semua itu sia-sia" Balas Dini.


"Ohh gitu, oh ini aku ada kipas (kipas mini) kamu pakai ini aja barangkali bisa" Cici menawarkan bantuan kepada Dini.


"Wah iya aku pinjem ya" Dini mengambil kipas tersebut dari Cici.


"Iya dipake aja" Balas Cici santai. Dini mengipasi bajunya yang basah terkena es sambil mengelapnya menggunakan tisu. Berkat itu baju Dini menjadi lebih kering ya walaupun tidak bisa kering sempurna karena juga pastinya memerlukan waktu yang lama.


Dini dan Cici kembali menuju kelas bersama. "Makasih ya Ci berkat itu bajuku sekarang lumayan kering" Ucap Dini mengucapkan terimakasih kepada Cici di luar depan kelasnya.


"Iya sama-sama santai aja Din" Balas Cici. Mereka memasuki ruang kelas bersama. Dini mengenakan jaket Aldi. Dini duduk di tempat duduknya. Deni melihat Dini yang menggunakan jaket Aldi. Hal itu tentu membuatnya sangat penasaran. Akhirnya Deni memutuskan untuk menanyakannya kepada Dini.


"Din itu jaket Aldi kan?" Deni bertanya kepada Dini.


"Oh ini, iya Den" Balas Dini.


"Kenapa dipake kamu?" Deni bertanya lagi kepada Dini.


"Iya Den soalnya baju Dini basah tadi ketumpahan es" Sambung Riska.


"Gimana Din bajunya bisa kering?" Riska bertanya kepada Dini.


"Alhamdulillah lumayan lah Ris. Ini aku juga tadi pinjam kipasnya Cici buat ngeringin. lumayan lah ketimbang cuma di lap pakai tisu" Balas Dini.


"Syukurlah kalo begitu" Balas Riska.


Kelas dilanjut aktifitas seperti biasa dengan pembelajaran.


Pembelajaran selesai dan semua siswa bersiap untuk pulang. Begitu pula dengan Dini yang sedang merapihkan peralatan belajarnya dan memasukkannya ke dalam tas.


Dini, Riska, Deni dan Zen berjalan bersama untuk keluar dari kelas. Namun ketika hendak melewati pintu kelas untuk keluar Dini menatap Aldi.


"Aldi" Dini memanggil Dini.


"Jaketnya aku pinjem dulu ya besok kalo udah dicuci aku kembalikan" Ucap Dini kepada Aldi.

__ADS_1


"Iya ngga papa Din" Balas Aldi.


__ADS_2