
Aldi, Riska, Zen, Aldi dan Deni sudah pergi dari rumah Dini. Dini bersantai sebentar sambil menonton TV. Dini menikmati cemilan yang ada di rumah sambil menonton TV.
Terdengar suara pintu depan terbuka. "Assalamu'alaikum" Ucap seseorang memasuki rumah Dini. Dini melihat ke arah itu dan ternyata itu adalah Rio yang baru pulang main.
"Baru pulang?" Dini menyambut kepulangan Rio.
"Iya" Balas Rio.
Rio menghampiri Dini dan duduk di samping Dini. Rio mengambil makanan yang dimakan oleh Dini. "Minta" Ucap Rio.
"Dari mana aja kamu?" Dini bertanya kepada Rio.
"Rahasia" Balas Rio.
"Kegitu doang rahasia segala" Balas Dini.
"Lagi nonton film apa, bagus ngga?" Tanya Rio.
"Kamu liat aja sendiri bagus apa ngga" Balas Dini. Dini beranjak dari duduknya.
"Mau kemana?" Tanya Rio.
"Mau ke dapur ambil minum. Mau ikut?" Balas Dini.
"Ya udah sanah, oiya sekalian ambilin minum" Balas Rio. Mendengar permintaan Rio, mengeryitkan dahinya merasa kesal
"Iya" Balas Dini. Dini berjalan menuju dapur. Dini mengambil sebuah gelas lalu mengambil air dan meminumnya. Setelah itu Dini mengisi lagi gelas tersebut dengan air untuk Rio. Dini membawa gelas berisi air itu ke Rio di depan TV.
"Nih" Ucap Dini. Dini meletakkannya di meja dekat dengan Rio.
"Iya makasih" Balas Rio. Dini pergi menuju kamarnya meninggalkan Rio yang sedang menonton TV. Dini membaringkan tubuhnya di atas kasur dan melihat-lihat media sosial menggunakan HP nya.
...*****************************...
Keesokan paginya di sekolah. Bel istirahat berbunyi. Aldi membereskan buku-buku dan alat tulis lainnya di meja. Selesai merapikannya Aldi terdiam sejenak. Aldi tiba-tiba memikirkan Dini. Aldi melihat ke arah Dini. Aldi melihat bahwa Dini tampak sedang merapihkan buku dan alat tulis lainnya di mejanya. Aldi ingin menghampiri Dini.
Aldi menghampiri Dini. "Din" Aldi menyapa Dini.
Dini melihat Aldi menghampiri dirinya. Dini yang sedang duduk mendongakkan kepalanya dan menatap Aldi yang baru saja memanggilnya.
Begitu pula dengan Deni. Deni juga menatap Aldi yang baru saja memanggil Dini.
"Iya kenapa Al?" Dini bertanya kepada Aldi.
"Kamu mau ke perpustakaan sekarang?" Aldi bertanya kepada Dini.
Dini memikirkannya sebentar "Kayanya ngga dulu kali ini deh Al. Aku ngga ikut dulu ya Al lain kali aja. Kalo kamu mau ke perpustakaan sekarang ya ngga papa".
Aldi memikirkannya sebentar "Emm kayanya aku juga ngga dulu deh" Balas Aldi.
"Kamu mau ke kantin sekarang?" Aldi bertanya kepada Dini.
"Iya Al biasa bareng sama Riska, Deni sama Zen. Kenapa memangnya?" Dini bertanya balik ke Aldi.
"Emm aku ikut boleh?" Tanya Aldi.
Mendengar perkataan Aldi, Deni langsung mendapat ke arah Aldi dengan tatapan khawatir, panik, ingin melarangnya juga.
__ADS_1
"Jangan" Spontan Deni menjawabnya tanpa berpikir panjang. Aldi, Dini, Riska dan Zen menatap Deni.
"Kenapa ngga boleh?" Tanya Riska. Dini, Riska dan Zen tidak mengerti kenapa Deni mengatakan itu.
"Kenapa?" Deni pura-pura tidak menyadari
perkataannya.
"Udah ngga papa ikut aja Al" Balas Riska.
"Ayo ke kantin" Ajak Riska ke Dini, Deni, Zen dan Aldi.
"Oke" Balas Aldi. Mereka pergi ke kantin bersama. Sesampainya di kantin mereka melihat-lihat seliling untuk melihat apa makanan yang akan dibeli.
"Ris beli siomay yuk" Dini berbisik kepada Riska sambil mengajaknya.
"Iya ayok" Balas Riska.
"Aku sama Dini mau beli siomay dulu ya" Ucap Riska.
"Aku juga mau beli" Sambung Aldi.
Melihat Aldi yang ingin membeli siomay bersama Dini membuat dirinya juga ingin membeli siomay.
"Aku juga" Sambung Deni.
"Den kamu bener mau beli siomay?" Zen bertanya kepda Deni.
"Iya" Balas Deni.
"Beli aja sendiri" Balas Deni.
"Ayo" Ajak Riska.
"Den beneran ngga mau nemenin aku?" Zen membujuk Deni.
"Ngga" Balas Deni. Riska, Deni, Dini, Aldi, dan Zen membeli siomay bersama. Tidak ada pilihan lain akhirnya Zen ikut membeli siomay bersama yang lain. Mereka perlu mengantri terlebih dahulu untuk membelinya.
Cici yang sedang bersama temannya dan mau membeli makanan di kantin pun melihat Deni yang sedang mengantri untuk membeli siomay. Maka Cici berpikir untuk membeli siomay juga agar bisa bertemu dengan Deni.
"Kita beli siomay aja yuk keliatannya enak" Cici mengajak temannya untuk membeli siomay.
"Boleh juga" Jawab teman Cici. Mereka berjalan menuju antrian untuk membeli siomay. Cici menghampiri Deni.
"Deni" Cici memanggil Deni.
Deni mencari-cari siapa yang memanggilnya. Ternyata itu adalah Cici. "Cici" Balas Deni.
Mendengar itu Dini dan yang lain melihat ke arah Cici.
"Kamu mau beli siomay juga Den?" Cici bertanya kepada Deni untuk basa-basi.
"Iya" Balas Deni.
"Kamu juga?" Deni bertanya kepada Cici.
"Iya" Balas Cici.
__ADS_1
"Nanti setelah ini kita bisa bicara sebentar?" Cici bertanya kepada Deni.
"Kita berdua?" Deni bertanya kepada Cici.
"Iya" Balas Cici.
Deni terdiam memikirkan hal itu sambil menatap Dini.
"Tinggal bicara sekarang aja kenapa, bisa kan sekarang?" Sambung Riska.
"Ngga bisa Ris soalnya ini hanya menyangkut kami (Cici dan Deni) berdua" Balas Cici.
"Ohh gitu" Balas Riska agak kesal.
"Ya udah ngga papa Ci cuma sebentar tapi kan?" Sambung Deni.
"Iya cuma sebentar kok" Balas Cici.
"Oke" Balas Deni.
Mereka masih mengantri untuk membeli siomay. Suasana di kantin sangat ramah karena ada banyak siswa yang ke kantin di jam istirahat untuk membeli makanan.
Deni, Dini, Aldi, Riska, Zen, Cici dan temannya sudah membeli siomay.
"Ayo Den" Cici mengajak Deni pergi dari keramaian.
"Ayo" Balas Deni.
"Teman-teman aku duluan ya" Ucap Deni ke Dini, Riska, Zen dan Aldi.
"Iya" Balas Riska. Deni dan Cici pergi meninggalkan mereka dan mencari tempat yang tidak ramai atau agak sepi.
Melihat Deni dan Cici pergi hanya berdua entah mengapa membuat dirinya tidak menyukai hal itu. Namun Dini berusaha mengalihkan perhatiannya terhadap Deni.
"Ris kamu belinya yang pedes apa ngga?" Dini bertanya kepada Riska.
"Iya Ris aku kan suka pedas hehe" Balas Riska sambil tertawa.
"Makanan pedas mang yang terbaik kan" Balas Dini menyetujuinya. Mereka berdua sangat menyukai makanan pedas.
"Inget terlalu sering makan makanan pedas juga ngga sehat" Sambung Zen.
"Iya tau-tau" Balas Riska mengabaikan Zen.
"Aku mengingatkan karena aku peduli sama kalian ya" Balas Zen menegaskan.
"Iya-iya tau kok" Balas Riska juga mengabaikan nasihat Zen.
"Zen kaya orang tua ya haha" Bisik Dini ke Riska agak keras untuk meledek Zen.
"Iya bener haha" Balas Riska juga meledek Zen.
"Apa kamu bilang apa?" Balas Zen marah.
"Ayo kita lari aja" Ajak Dini untuk berlari menghindari Zen dan meledek Zen. Riska Dan Dini pergi berlari menghindari Zen.
"Awas kalian ya kalau ketangkep" Balas Zen kesal. Zen mengejar Riska dan Dini karena kesal dan meninggalkan Aldi. Aldi tertinggal di belakang. Namun Aldi justru malah memperhatikan Deni yang pergi bersama Cici.
__ADS_1