Pengakuan Hati

Pengakuan Hati
BAB 6


__ADS_3

Waktunya istirahat. Semua siswa berkemas merapihkan bukunya setelah mengikuti pelajaran. Tiba-tiba Aldi datang menghampiri Dini.


"Ayo ke kantin" Ajak Riska kepada Deni, Dini dan Zen.


"Kalian duluan aja" Jawab Dini.


Deni menatap Dini penasaran. Deni teringat percakapannya dengan Aldi kemarin. "Apakah Dini akan pergi ke perpustakaan" Batin Deni dalam hatinya.


Aldi menghampiri Dini. "Din mau ke perpustakaan?" Tanya Aldi kepada Dini.


"Iya ayo" Balas Dini. Dini beranjak dari tempat duduknya.


"Teman-teman aku duluan ya" Ucap Dini kepada Deni, Riska dan Zen.


"Tunggu aku ikut" Deni membalas dengan cepat.


"Kamu mau ikut?" Tanya Dini.


"Iya ada buku yang mau aku baca, ayo berangkat" Balas Deni sambil berjalan mendahului Aldi dan Dini. Deni, Dini dan Aldi pergi ke perpustakaan bersama. Masing-masing mencari buku yang diinginkan. Setelah menemukan bukunya mereka berkumpul kembali. Dini duduk di tengah-tengah antara Deni dan Aldi.


Masing-masing membaca buku yang diambilnya. Saat sedang membaca buku Aldi melirik ke buku yang sedang dibaca oleh Dini. Aldi melihat ternyata Dini sedang membaca novel.


"Loh Din kamu suka baca novel?" Tanya Aldi.


Mendengar Aldi mengajak Dini bercerita Deni menatap Aldi.


"Iya" Jawab Dini.


Dini melihat buku yang dibaca oleh Deni. "Loh Aldi kamu juga suka baca novel?" Tanya Dini.


"Iya" Jawab Aldi.


"Aku suka baca baca novel sejak SMP. Waktu itu aku melihat Kaka ku suka baca novel. Setiap hari Dia pasti baca novel sampai akhirnya aku penasaran dan mencoba membaca novel milik kaka ku. Nah semenjak itu aku mulai tertarik membaca novel" Aldi menceritakan kisahnya kepada Dini.

__ADS_1


"Kalo kamu gimana Din" Tanya Aldi.


"Sepertinya sejak masih di sekolah Dasar. Sejak SD aku suka membaca buku-buku fiksi seperti dongeng. Aku mulai membaca novel semenjak SMP. Ketika aku pergi ke perpustakaan di SMP aku menemukan novel. Nah semenjak itu aku mulai membaca novel sampai sekarang". Dini juga menceritakan kisahnya kepada Aldi. Mereka saling berbagi cerita pengalamannya. Saat Aldi dan Dini berbagi cerita tiba-tiba Deni menghantamkan buku yang dibacanya ke meja dan langsung berdiri. Aldi dan Dini yang sedang bercerita terkaget karena mendengar suara buku yang dihantamkan oleh Deni ke meja.


"Aku sudah selesai membaca. Aku pergi ke kelas dulu" Ucap Deni. Deni berjalan meninggalkan Aldi dan Dini. Aldi dan Dini tidak mengucapkan apapun dan hanya melihat kepergian Deni.


Riska dan Zen sudah membeli makanan yang mereka inginkan. Mereka makan berdua saja di kelas.


"Besok ada mata pelajaran Agama kamu udah ngerjain belum?" Riska bertanya kepada Zen.


"Belum nanti malem aja lah" Jawab Zen.


"Dini sama Deni mana si ko lama banget ke perpustakaannya" Ucap Zen. Tak lama kemudian Deni tiba di kelas.


"Itu Deni" Riska memberitahu Zen. Riska melihat Deni yang baru saja masuk ke kelas.


"Loh Den ko sendirian mana Dini?" Tanya Riska.


"Iya Dini belum selesai membacanya" Jawab Deni.


Zen yang pertama melihat Aldi dan Dini datang. "Itu Dini sama Aldi" Ucap Zen.


Riska menoleh ke arah Dini. Riska menatap Dini yang sedang berjalan menuju kursinya. Dini duduk di tempat duduknya. "Din kamu lama banget di perpustakaan kamu ngapain aja di sana?" Riska bertanya kepada Dini.


"Ya baca buku dong" Jawab Dini.


"Ko lama banget baca buku apa emang asik banget keliatannya sampai bikin kamu betah lama-lama di perpustakaan" Tanya Riska penasaran.


"Rahasia" Dini tersenyum meledek.


"Ih dasar pelit, jangan-jangan kamu betah di perpustakaan bukan karena membaca buku tapi karena ada Aldi ya" Riska menunjukan jarinya ke depan muka Dini sambil meledek nya.


Mendengar perkataan Riska Deni jadi merasa kesal lagi. Akhirnya Deni pergi keluar dari kelas.

__ADS_1


Dini memegang jari Riska "Ih bukan lah, aku betah di perpustakaan karena lagi asik baca novel".


"Masa....aku ngga percaya" Jawab Riska meledek.


"Ya udah lah terserah kamu mau berpikiran seperti apa. Dini tidak lagi menanggapi ledekan Riska.


Pembelajaran di sekolah selesai. Bel menandakan selesainya pembelajaran telah berbunyi. Semua siswa mengemasi barangnya dan pergi meninggalkan kelas masing-masing. Deni dan Dini seperti biasa pulang bersama. Namun kali ini Deni terus diam dan membuat Dini tidak nyaman. Ketika Dini mengajaknya berbicara Deni hanya menjawab "Iya" dan itu terus-menerus dilakukannya. Karena itu akhirnya Dini kehilangan kesabaran dan bertanya mengapa Deni bersikap seperti itu.


"Deni kamu kenapa si dari tadi aku cerita kamu cuma bilang " Iya" terus ngga ada respon yang lain. kenapa si apa kamu ada masalah?" Dini mengomel kesal kepada Deni.


Deni yang dari tadi melamun tersentak kaget dan seperti orang linglung. Deni bingung kenapa Dini tiba-tiba marah kepadanya. "Iya ada apa Din?" Deni bertanya karena masih bingung.


Dini sangat kesal ternyata dari tadi dirinya bercerita Deni tidak menyimaknya. "Ngga tau lah" Dini sambil mengomel dan berjalan mendahului Deni.


Deni hanya menatap Deni dan tidak mengejarnya.


Dini sampai di rumah. Dini sangat kesal kepada Deni. Dini melemparkan tasnya sesampainya di kamar. "Dia itu kenapa si nyebelin banget. Aku udah cerita panjang lebar tapi malah ngga di simak. Siapa coba yang ngga kesal kalau diperlakukan seperti itu" Dini berkata pada dirinya sendiri. Dini benar-benar kesal kepada Deni.


Deni sampai di rumah. Deni masih berfikir kenapa Dini bisa marah pada dirinya. Deni benar-benar tidak mengetahui apa kesalahannya. Akhirnya Deni memutuskan untuk mengirim pesan kepada Dini. Deni mengambil ponselnya.


"Din" Deni pengirim pesan kepada Dini. Deni berharap Dini membalas pesannya.


Dini melihat pesan dari Deni. Namun Dini tidak membuka pesannya dan mengabaikannya.


Deni sangat penasaran mengapa Dini marah kepadanya. Akhirnya Deni memutuskan pergi ke rumah Dini untuk menemuinya dan bertanya secara langsung. Saat sampai di depan rumah Dini, Deni melihat Dini keluar dari rumahnya. Dini terlihat akan pergi ke suatu tempat.


Saat Deni melihat Dini keluar dari rumahnya, Deni langsung menghampiri Dini. Namun Dini mengabaikan kehadiran Deni dan berjalan melewati Deni begitu saja. Akhirnya Deni merasa kesal karena diabaikan oleh Dini. Deni akhirnya mengejar Dini dan menghadang di hadapan Dini.


"Kamu kenapa si Din tiba-tiba marah" Ucap Deni kesal.


"Loh kamu marah, harusnya tuh aku yang marah bukan kamu" Balas Dini kesal.


"Ya kalo aku salah setidaknya kamu harusnya beri tahun aku salahnya dimana" Balas Deni kesal.

__ADS_1


"Ngga tau lah" Dini pergi meninggalkan Deni. Deni hanya menatap Dini yang pergi meninggalkannya. Deni belum tahu bagaimana cara mengatasi Dini saat ini.


__ADS_2