Pengakuan Hati

Pengakuan Hati
BAB 11


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" Ucap seseorang dari pintu depan rumah Dini sambil mengetok-ngetok pintu.


"Wa'alaikumsalam" Balas Dini. Dini pergi menuju pintu depan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Loh Deni" Dini kaget ternyata orang yang datang ke rumahnya adalah Deni.


"Ini aku suruh nganterin ini sama Mamahku" Ucap Deni sambil menunjukan barang yang dibawanya.


"Apa ini?" Dini bertanya kepada Deni.


"Oh ini tadi Mamahku habis masak dan pengin berbagi juga sama kalian katanya" Ucap Deni. Deni memberikan makanan yang dibawanya.


"Makasih ya Den jadi repot-repot" Dini menerima pemberian Deni.


"Ayo masuk dulu Den" Dini mengajak Deni untuk mampir dahulu.


"Ngga usah Dini aku langsung pulang aja soalnya udah sore juga" Balas Deni.


"Oh gitu ya udah makasih ya" Ucap Dini.


"Iya sama-sama" Balas Deni.


Dini masuk ke rumah membawa makanan dari Deni.


"Mba itu apa" Rio melihat sesuatu yang dibawa oleh Dini.


"Nih dari Ibunya Deni" Ucap Dini. Dini masuk ke kamarnya. Dini merasa resah apakah Deni mendengar perkataan Rio atau tidak. Dini takut kalau ternyata Deni mendengarnya karena membuatnya menjadi malu ketika bertemu lagi.


"Duh... gimana ini jangan-jangan Deni dengar. Ngga lah semoga aja ngga dengar iya pasti suaranya ngga sampai luar kan, iya pasti ngga sampai luar" Dini merasa sangat resah namun tetap meyakinkan dirinya untuk yakin kalau Deni pasti tidak mendengarnya.


Deni berjalan meninggalkan Rumah Dini. Deni teringat perkataan Dini kalau dirinya tidak menyukai Deni. Deni merasa kecewa akan perkataan Dini. "Ternyata Deni tidak menyukaiku" Gumam Deni sambil menghela nafas kecewa. Deni teringan bahwa belakangan ini Dini menjadi sering bertemu dengan Aldi. "Apa mungkin Dini suka sama Aldi?" Deni bertanya kepada dirinya sendiri. Deni merasa bahwa mungkin saja Dini tidak menyukai dirinya dikarenakan menyukai Aldi.


Deni sampai di halaman rumahnya dan melepas sendal yang di pakainya di depan rumah. Deni berjalan menuju pintu lalu membuka pintu rumahnya. Saat membuka pintu seseorang juga sedang membuka pintu rumahnya dari dalam.

__ADS_1


"Loh Den udah pulang" Ucap Rangga kakak Deni.


"Iya" Balas Deni.


"Mau kemana Mas" Deni bertanya kepada Rangga.


"Mau keluar sebentar mau ngeprint file" Jawab Rangga.


"Kenapa mau ikut?" Rangga bertanya kepada Deni.


"Iya aku ikut tapi nanti pulangnya mampir ke swalayan" Balas Deni.


"Oke" Balas Rangga. Deni dan Rangga pergi menuju tempat foto copy terdekat dengan rumahnya. Mereka mengendarai satu sepeda motor dan berboncengan.


"Den ke swalayan mau ngapain?" Rangga bertanya kepada Deni.


"Ya beli lah masa tidur" Balas Deni kesal. Suasana hati Deni masih terasa buruk akibat mendengar perkataan Dini.


"Dasar ini anak, ya maksudnya mau beli apa" Balas Rangga kesal.


"Kamu kenapa si Den kaya lagi ngga mood banget?" Rangga bertanya kepada Deni.


"Ngga mood gimana, biasa-biasa aja kok" Balas Deni Datar.


"Dasar ini anak, udah lah terserah kamu. Kebiasaan kalo ada masalah pasti ke gitu. Nih ya Den aku emang ngga tau masalah kamu apa tapi sebisa mungkin jangan diem aja dan berharap masalah itu akan kelar dengan sendirinya. Kamu harus bertindak setidaknya berusaha lah untuk menyelesaikannya. Lebih baik seperti itu dari pada tidak mencoba cara apapun untuk menyelesaikannya". Rangga menasihati adiknya yang terlihat sedang memiliki masalah. Sebagai seorang kak walaupun adiknya mungkin membuatnya kesal tetapi dia juga harus membantu adiknya apabila memiliki masalah.


"Iya-iya cerewet banget" Balas Deni kesal. Mendengar perkataan Deni Rangga hanya menghela nafas untuk bersabar dan memahami apa yang sedang dirasakan oleh adiknya.


Mereka sampai di tempat foto copy. Mereka turun dari sepeda motor dan melepas helm yanga dipakai.


"Mau ikut masuk?" Rangga bertanya kepada Deni. Deni melihat-lihat sekeliling untuk mencari swalayan terdekat. Deni melihat salah satu swalayan yang lumayan dekat dari tempat foto copy an.


"Ngga aku mau ke swalayan sendiri aja mas itu ada yang dekat" Balas Deni.

__ADS_1


"Oh ya udah kalo itu mau mu" Balas Rangga. Rangga berjalan memasuki tempat foto copy untuk mengeprint file. Sedangkan Deni berjalan menuju ke swalayan dengan berjalan kaki. Deni berdiri di samping jalan tepat berada di seberang swalayan. Deni melihat jalan dan menengok samping kanan dan kiri untuk memastikan jalanan sepi sehingga dirinya bisa menyeberangi jalan. Jalan terlihat sepi, Deni segera menyeberangi jalan.


Deni berjalan dengan santai menuju swalayan. Saat sampai di depan swalayan Deni melihat Aldi yang juga akan ke swalayan. Mereka saling bertatapan. "Deni" Ucap Aldi.


Deni menghampiri Aldi dan bertanya " Sedang ngapain di sini?".


"Aku mau ke swalayan, kamu sendiri?" Balas Aldi.


"Aku sedang nemenin kakak ku ke foto copy an tapi aku mampir ke sini sebentar" Balas Deni.


"Ayo" Deni mengajak Aldi masuk ke swalayan. Deni masuk mendahului Aldi dan Aldi mengikutinya. Mereka membeli barang yang mereka inginkan. Selesai mengambil barang masing-masing membayarnya di kasir. Mereka keluar bersama dari swalayan. Aldi teringat kejadian waktu Aldi, Deni dan Dini dari taman dan membeli air minum. Aldi merasa kalau Deni juga menyukai Dini.


"Deni" Aldi memanggil Deni.


Deni berbalik dan menjawab panggilan Aldi "Iya gimana?".


"Kamu menyukai Dini?" Aldi bertanya kepada Deni.


"Apa?" Deni bertanya kembali kepada Aldi untuk memastikan apakah pertanyaan yang didengarnya benar atau mungkin salah dengar.


"Kamu suka Dini?" Aldi kembali bertanya kepada Deni.


Deni tertawa dan berpura-tidak menyukai Dini "Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu, kamu suka sama Dini?".


"Iya aku menyukai Dini" Balas Aldi. Mendengar jawaban Aldi Deni merasa kecewa dan gelisah namun dia tidak bisa mengatakan kalau dirinya juga menyukai Dini. Deni takut kalau dirinya jujur nantinya Dini justru akan menghindari dirinya.


Deni tercengang oleh pengakuan Aldi. Deni tidak bisa berbuat apa-apa. Deni hanya mampu berusaha untuk menutupi perasaannya. "Iya, semoga berhasil" Ucapan Deni tersenyum berpura-pura mendukung Aldi. Deni pergi meninggalkan Aldi. Deni berjalan menghampiri kakak nya. Deni berjalan dengan pikiran kosong dan tidak tahu harus berbuat apa.


Deni sampai di tempat foto copy an. Tidak lama kemudian Rangga keluar dan menghampiri Deni yang sedang berdiri di samping sepeda motor. "Udah dapet barangnya" Rangga bertanya kepada Deni.


"Iya udah nih" Balas Deni. Deni hanya membeli minuman dari swalayan dan belum meminumnya.


"Ada-ada aja kamu jauh-jauh ke sini cuma beli minum" Balas Rangga tidak percaya.

__ADS_1


"Nih pake helm nya" Rangga memberikan helm kepada Deni. Deni dan Rangga memakai helm sebelum mengendarai sepeda motornya. Deni masih merasa kecewa serta bingung tidak tau harus berbuat apa untuk saat ini. Deni terus melamun selama perjalanan pulang ke rumah.


__ADS_2