
Bel menandakan waktu istirahat berbunyi. Semua siswa keluar kelas untuk membeli jajanan.
Tiba-tiba seorang siswa perempuan menghampiri Deni.
"Deni aku mau tanya terkait materi boleh?" Tanya Cici sambil tersenyum malu-malu.
Deni menatap penasaran ke Cici "Ohh iya boleh".
Cici menunjukan materi yang belum dipahaminya. Deni merupakan salah satu siswa pintar di kelasnya.
Dini tersenyum kesal melirik ke arah Cici sambil berbicara dalam hati " Ihh sebel tanya materi aja sambil senyum-senyum".
Cici selesai bertanya kepada Deni. Cici tersenyum menatap Dini sambil tersenyum "Hay Din" Sapa Cici sambil berjalan kembali ke mejanya.
Dini tersenyummbil melihat Cici yang sedang menuju mejanya "Hay" Tanggal Dini.
Dini duduk menghadap ke belakang untuk bertanya mengenai apa yang ditanyakan oleh Cici.
"Den tadi Cici tanya apa?" Tanya Dini yang penasaran.
"Ohh tadi tanya rumus matematika" Jawab Deni.
Deni tersenyum menatap Dini "kenapa memang?".
"Oh ngga papa cuma pengin tau aja" Jawab Dini sambil gelagapan dan salah tingkah.
Dini mengalihkan pandangan "Ris keluar yuk beli cemilan" Ajak Dini.
"Ayok" Jawab Riska.
Riska menoleh ke Deni dan Zen "Yok kalin kalian mau beli jajan ngga?" Ajak Riska.
"Iyaa ikut dong, ayok" Zen bersemangat untuk membeli cemilan.
"Deni kamu ngga ikut?" Tanya Riska.
Sambil tersenyum karena melihat tingkah Dini yang salah tingkah "Ngga aku nanti aja".
"Oke" Balas Riska.
Dini, Riska dan Zen pergi ke kantin untuk membeli cemilan.
"Duh bodoh banget si aku masa ke gitu aja salah tingkah" Batin Dini sangat menyesal akan tingkahnya.
Jam sekolah selesai. Semua siswa bergegas untuk pulang.
Deni dan Dini sampai di depan rumah Dini.
"Den aku masuk dulu ya... Dah" Dini sambil melambaikan tangan.
Deni tersenyum "Iya sanah masuk".
" Assalamu'alaikum mah aku pulang" Dini sambil memasuki rumah.
"Wa'alaikimsalam" Jawab mamah.
Dini memasuki kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.
********************
Deni sampai di rumah. Deni makan siang bersama keluarganya.
__ADS_1
"Den gimana sekolahnya" Tanya ayah Deni.
Deni menatap ayahnya "Ya seperti biasa pah" Jawab Deni sambil tersenyum.
"Ko muka kamu kaya kelihatan senang banget berseri-seri" Ayah Deni sambil tersenyum penasaran.
"Apaan si pah biasa aja ko" Jawaban Deni sambil tersenyum.
Ayah Deni hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum mendengar jawaban Deni.
Deni pergi ke rumah Dini. Deni mengajak Dini keluar untuk menemaninya membeli sepatu.
"Assalamu'alaikum" Deni sambil mengetok-ngetok pintu rumah Dini.
"Wa'alaikimsalam" Jawab Dini dari dalam rumah sambil menghampiri Deni.
"Loh Deni ada apa?" Tanya Dini.
"Temenin aku keluar yuk beli sepatu" Ajak Deni.
"Oh iya sementara ya aku ganti baju dulu" Jawab Dini.
Dini masuk untuk ganti pakaian. Deni menunggu Dini di Ruang tamu.
Deni berjalan menuju ruang tamu "Ayo berangkat".
Deni berdiri dari duduknya " Ayo" jawab Deni.
"Mah pah aku keluar dulu ya nemenin Deni beli sepatu" Dini berpamitan kepada orang tuanya.
"Iya hati-hati" Jawab Ayah Dini.
Deni dan Dini berangkat. Mencari sepatu yang cocok untuk Deni di langganannya Toko.
"Din kamu lagi ngga sibuk kan tadi?" Tanya Deni sambil tersenyum.
"Iya lagi ngga sibuk ko justru aku malah lagi bosen di rumah" Jawab Dini sambil tersenyum.
"Oh gitu" Deni sambil tersenyum dan bersyukur.
Deni dan Dini sampai di toko sepatu langganannya. Deni memilih sepatu yang cocok dengannya. Dini juga sambil mencari sepatu barangkali ada membuatnya tertarik.
Deni melihat Dini sedang melihat dan mencoba sepatu "Din kamu mau beli sepatu juga?" tanya Deni.
Dini menoleh mendengar perkataan Deni "Ngga ko aku cuma pengen liat-liat dulu barangkali ada yang cocok" Dini tersenyum.
Deni menemukan sepatu yang cocok untuknya. Deni dan Dini menuju ke kasir untuk membayar.
Deni menatap tangan Dini yang tidak membawa apa-apa "Ngga ada yang cocok sepatunya?" tanya Deni.
"Ada ko justru ada beberapa yang cocok" Dini tersenyum.
"Kenapa ngga diambil?" ~ Deni.
"Hehe ngga lah lain kali aja lagi ngga bawa uang sekarang. Lagian di rumah juga masih bagus" ~ Dini.
Deni dan Dini keluar dari toko sepatu.
"Mau beli makanan ngga?" tanya Deni.
"Beli es aja yuk" Ajak Dini.
__ADS_1
"Ayo" Jawab Deni.
Deni dan Dini mampir untuk beli es. Setelah itu Deni mengantar Dini pulang ke rumahnya.
"Makasih ya udah mau nemenin" ~ Deni.
"Iya sama-sama aku masuk dulu ya Den" ~ Dini.
"Iya" Jawab Deni.
Deni sampai di rumah dan sudah mendapatkan sepatu barunya. Karena sampai rumah sudah sore Deni langsung mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi Deni membuka sepatu barunya di kamar.
"Akhirnya kesampaian juga beli sepatu baru" Ucap Deni sambil menatap sepatu barunya. Deni tersenyum karena mengingat tadi Deni telah membeli sepatu bersama Dini.
Keesokan paginya Deni datang kerumah Dini untuk berangkat bersama. Deni tersenyum karena depan rumah Dini, Deni mendengar Dini sedang berpamitan kepada orang tuanya. Dini keluar dari rumahnya.
Dini tersenyum melihat Deni sedang menunggunya di depan rumahnya. "Loh Deni kamu nungguin aku?" tanya Dini.
"iya aku lagi pengen berangkat bareng kamu" jawab Deni.
"Oh gitu" Jawab Dini berusaha bersikap biasa.
Deni dan Dini berangkat ke sekolah bersama. Sesampainya di kelas Deni dan Dini melihat Aldi sedang kebingungan.
"Aldi kamu kenapa?" tanya Dini.
Aldi menatap Dini dengan putus asa "Din aku lupa belum mengerjakan PR matematika" jawab Aldi.
Dini ngga tega melihat Aldi seperti itu. Karena guru yang mengampu matematika sangat galak. Dan ngga biasanya Aldi lupa mengerjakan tugas. Aldi juga pernah membantu Dini sebelumnya.
"Nih kamu salin jawaban aku aja" Dini menodorkan buku matematikanya.
"Makasih ya Din kamu baik banget. aku kembalikan nanti ya Din ketikan istirahat pertama" Aldi sambil menerima buku Dini. Aldi menyalin semua jawaban Dini.
Semua siswa mengikuti pembelajaran.
"Din aldi nyontek jawaban PR matematika kamu ya?" tanya Riskan sambil berbisik.
"Iya Ris aku ngga tega. Dia ngga kaya biasanya tumben banget ngga mengerjakan PR" jawab Dini.
"Iya kamu bener Din" ~ Riska.
Pembelajaran selesai semua siswa keluar kelas untuk membeli makanan.
"Untung ada Dini, kalo ngga aku bakal kena marah guru matematika" batin Aldi menghela nafas lega. Aldi menghampiri Dini untuk mengembalikan buku.
"Din makasih ya udah berbagi jawaban" Aldi mengembalikan buku Dini sambil tersenyum.
"Iya sama-sama" jawab Dini.
"Din kamu belum beli makanan kan, ayo keluar bersama aku yang belikan" Aldi mengajak Dini sambil tersenyum.
Deni melihat Aldi mengajak Dini membeli makanan bersama. Deni tidak ingin mereka pergi bersama.
"Dini akan membeli makanan bersama aku" Deni menjawab Aldi dengan cekatan.
Aldi tersenyum menatap Deni "Ya udah kalo gitu aku duluan ya Din".
"Iya duluan aja Al" jawab Dini.
Deni, Dini, Riska dan Zen pergi ke kantin bersama.
__ADS_1