Pengakuan Hati

Pengakuan Hati
BAB 3


__ADS_3

Selesai sekolah Deni langsung pulang ke rumah. Deni melepas sepatu yang dikenakannya di teras rumah.


Deni berjalan memasuki rumah. "Assalamualaikum mah Deni pulang".


"Wa'alaikumsalam" Jawab mamah Deni dari dalam rumah.


Deni berjalan menuju kamarnya. Ketika itu Deni melihat kakak Deni sedang duduk di ruang tamu.


"Ka udah pulang?" Tanya Deni.


"Iya baru saja!" Jawab Kaka Deni.


'Tumben ngga kaya biasanya" Balas Deni.


Deni menuju kamarnya. Dia berganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur untuk istirahat sejenak.


Deni tiba-tiba teringat tadi di sekolah Aldi mengajak Dini beli makan di kantin bersama.


"Ih kenapa si tadi Aldi mau gratisin Dini beli makanan di kantin bersama" Batin Deni.


"Ngga tau lah bodo amat" Deni bergumam lagi dalam hati.


Tiba-tiba Mamah Deni memanggilnya dari dapur.


"Deni... waktunya makan siang!" Mamah Deni menyuruhnya makan siang.


"Iya mah" Jawab Deni masih terbaring.


Deni bangun dari kasur dan berjalan menuju ruang makan. Deni makan siang sendiri karena yang lain sudah makan sebelum Deni pulang dari sekolah.


...***********************...


"Dini..." Mamah Dini memanggil.


"Iya mah" Dini yang sedang berada di kamar datang menghampiri mamahnya.


"Ada apa mah" Tanya Dini.


"Mamah belikan sabun mandi!" Mamah Dini sambil memberikan uang.


"Iya mah" Jawab Dini.


Dini keluar untuk membeli sabun mandi di swalayan terdekat. Dini sedang mencari sabun mandi yang biasa dipakai di rumah.


"Din... " Seseorang memanggil Dini di dalam swalayan. Dini mencari-cari siapa yang sudah memanggilnya. Ternyata Aldi yang memanggilnya. Aldi menghampiri Dini.


"Aldi... kamu lagi ngapain" Tanya Dini.


"Ada yang mau aku beli" Jawab Aldi.


"Kamu mau beli apa?" Tanya Aldi.


"Peralatan mandi" Jawab Dini.


"Sendirian Din?" Tanya Aldi.


"Iya sendirian Al" Jawab Dini.


Dini sudah menemukan barang yang dicarinya. Begitu pula dengan Aldi. Mereka keluar dari swalayan bersama.


"Aku pulang dulu ya Al" ~ Dini.

__ADS_1


"Iya hati-hati Din" Jawab Aldi tersenyum.


Dini sampai di rumah. "Mah ini sabun mandinya". Dini menghampiri mamahnya dan memberikan yang sudah dibelinya.


"Mana kembaliannya?" Tanya mamah Dini.


Dini memasukan tangannya ke dalam saku untuk mengambil kembaliannya.


"Ini mah" Dini memberikan uang kembaliannya.


...***************************...


Semua siswa sudah berada di kelas untuk mengikuti pembelajaran. Pak Rahmat menjelaskan materi kepada siswa. Semua siswa menyimak penjelasan guru.


"Semuanya sudah paham? Tanya Pak Rahmat.


"Kalo ada yang belum paham bisa ditanyakan sekarang!" Tegas Pak Rahmat.


"Baik karena sepertinya sudah paham semua maka bapak akan menunjuk beberapa dari kalian untuk mengerjakan latihan soal di papan tulis!" Tegas Pak Rahmat.


Semua siswa dan siswi bersiap untuk berjaga-jaga ketika ditunjuk oleh Pak Rahmat.


"Duh gimana nih aku belum paham" Dini berbisik kepada Riska.


"Aku juga beli paham Din" Riska sambil merengut dan khawatir.


"Duh gimana nih" Dini berbisik pada dirinya sendiri khawatir.


Deni memperhatikan Dini yang terlihat gelisah.


"Din kamu kenapa?" Tanya Deni.


" Udah santai aja paling orang lain yang ditunjuk" Sambung Zen sambil tersenyum meledek Dini.


Pak Rahmat selesai menulis soal matematika di papan tulis. Pak Rahmat mengamati siswa dan siswi untuk menunjuknya mengerjakan soal di papan tulis. Pak Rahmat melihat Dini dan Zen yang sedang bercerita sendiri saat pelajaran.


"Dini dan Zen maju ke depan kerjakan soal!" Pak Rahmat menunjuk Dini dan Zen.


Dini dan Zen terperanjat kaget.


"Kamu si Zen" Dini menyalahkan Zen.


"Loh ko aku yang disalahin, udah ngga papa ayo maju aja" Jawab Zen khawatir.


Dini dan Zen maju ke depan untuk mencoba menyelesaikan soal. Mereka berdiri dan memandangi soal yang ada di papan tulis.


"Din kamu tau ngga jawabannya?" Tanya Zen berbisik.


"Ngga tau" Jawab Dini cemberut.


"Kamu tau caranya?" Tanya Dini.


"Tau dong" Jawab Zen tersenyum meledek Dini.


Dini kebingungan dalam mengerjakan jawabannya. Aldi tersenyum di tempat duduknya karena melihat Dini yang sedang kebingungan.


Zen dan Dini mengerjakan dan menyelesaikan jawaban. Zen bisa menyelesaikan jawabannya dengan sempurna. Sedangkan Dini mengerjakan semampunya sesuai dengan pemahamannya. Keduanya kembali ke tempat duduk masing-masing.


Pak Rahmat mengamati jawaban Dini dan Zen.


"Anak-anak ada yang tau jawaban Zen benar atau tidak?" Tanya pak Rahmat.

__ADS_1


"Benar pak" Jawab beberapa siswa.


"Iya jawaban Zen benar, bagus Zen!" ~ Pak Rahmat.


Zen tersenyum senang karena jawabannya benar.


Pak Rahmat menunjuk jawaban Dini.


"Bagaimana dengan jawaban Dini ada yang tau ini benar atau salah?" Tanya Pak Rahmat.


"Salah Pak itu ada yang kurang jawabannya" Jawab beberapa siswa.


Dini menutup mukanya dengan kedua tangannya karena merasa malu.


"Kamu dengar itu Dini, coba siapa yang mau memperbaiki jawaban Dini silahkan maju ke depan!" ~ Pak Rahmat.


Aldi maju ke depan untuk membenarkan jawaban Dini. Aldi selesai memperbaiki jawaban Dini dan kembali ke tempat duduknya.


"Kerja bagus Aldi, semuanya coba perhatikan dan pahami jawaban yang sudah di benarkan" ~ Pak Rahmat.


Bel istirahat berbunyi. Siswa yang lain sudah keluar kelas untu membeli makanan di kantin.


"Din kamu masih bingung sama materi yang tadi?" Tanya Deni.


"Iya Den aku masih bingung. Sebenarnya sudah lumayan paham tapi kalo mengerjakan soal yang sedikit berbeda masih bingung" Jawab Dini sambil menghela nafas.


"Mending kamu belajar bersama Deni aja Din sepertinya akan baik buat kamu" Sambung Zen.


Deni terdiam sebentar dan memikirkan bahwa memang akan sangat bagus kalo mereka bisa belajar bersama.


"Mau belajar bersama?" Deni tersenyum mengajak Dini untuk belajar bersama.


"Dini tersenyum dan antusias "iya boleh banget Den".


" Oke nanti sepulang sekolah aku ke rumahmu ya" ~ Deni.


Dini meletakan tangannya di kening hormat kepada Deni "Oke siap bos".


Jam sekolah selesai. Semua siswa pulang ke rumah masing-masing.


Dini sampai di rumah sedang beristirahat di kamarnya. Tiba-tiba ada suara pesan masuk di HP. Dini membuka HP untuk melihat ada pesan apa. Ternyata itu pesan dari Deni.


"Din aku ke rumah kamu sekarang ya" ~ Deni.


"Aduh aku lupa ada janji belajar bersama Deni" Batin Dini sambil menepuk jidat.


"Iya Den aku tunggu di rumah" Dini membalas pesan Deni.


Dini bersiap berganti pakaian dan membersihkan ruang tamu untuk belajar. Dini juga mempersiapkan minuman dan cemilan.


Deni berangkat dari rumah dan membawa beberapa buku pelajaran yang akan dipelajarinya bersama Dini.


"Udah lama rasanya aku sama Dini ngga belajar bersama, ayo semangat dengan ini kamu pasti bisa membantu Dini memahami materi" Batin Deni tersenyum dan sangat bersemangat.


Deni sampai di rumah Dini. Deni mengetuk pintu rumah Dini. "Assalamu'alaikum".


Dini keluar dari rumah dan membukakan pintu untuk Deni.


"Silahkan masuk Den" Dini menyambut kedatangan Deni.


Deni masuk dan melihat ada beberapa cemilan dan minuman di meja "Wah kamu mempersiapkan ini semua Din?" Tanya Deni yang terkejut melihat ada beberapa cemilan dan minuman di meja.

__ADS_1


__ADS_2