
Keesokan paginya Sebelum berangkat sekolah Deni mengirim pesan kepada Dini. "Din nanti berangkat bareng ya" Deni mengajak Dini berangkat bareng ke sekolah.
Dini mendengar ada notifikasi di hpnya dan membukanya. Ternyata itu pesan dari Deni. "Oke" Dini membalas pesan Deni.
Deni mendengar ada suara notifikasi di hpnya dan membukanya. Ternyata itu balasan dari Dini. Deni merasa senang karena sudah berbaikan dengan Dini.
Deni berangkat dan menghampiri Dini di rumahnya. "Din aku udah didepan" Deni mengirim pesan kepada Dini.
"Iya" Balas Dini.
Deni melihat Dini keluar dari rumahnya. Dini menghampiri Deni "Ayo berangkat".
"Ayo" Balas Deni.
"Jangan lupa ya nanti" Dini tertawa meledek mengingatkan kalau nanti Deni harus mentraktirnya sepulang sekolah.
"Iya tenang aja" Balas Deni. Saat mereka bertaruh kalau siapa yang terakhir sampai di rumah Dini maka dia harus mentraktirnya. Saat itu Deni sengaja berpura-pura kalah dari Dini. Deni sengaja mengalahkan dirinya aga Dini yang menang. Deni masih merasa bersalah kepada Dini oleh sebab itu dia sengaja mengalah.
Deni dan Deni sampai di kelas. Riska dan Zen sudah sampai di kelas. Deni dan Dini duduk di kursi masing-masing.
"Akhir-akhir ini aku liat kalian berangkatnya bareng terus" Riska bertanya kepada Deni dan Dini yang baru sampai.
"Iya Ris Deni jadi sering menghampiri aku sebelum sekolah" Jawab Dini.
"Deni hayo... ngga biasanya kamu seperti itu" Riska meledek Deni.
"Apaan si Ris ada yang salah emang kalo aku sama Dini berangkat bersama?" Deni menyentak sambil gelagapan membalas perkataan Riska. Dini dan Zen hanya melihat Riska dan Deni yang sedang berantem.
"Iya iya aku juga cuma tanya ngga perlu pake nada tinggi" Riska merasa kesal.
"Udah-udah kegitu aja jadi berantem" Sambung Zen kesal.
"Berisik kamu ikut-ikutan aja" Balas Riska kesal. Zen hanya menggeleng-geleng melihat Riska yang sedang kesal. Bel masuk sudah berbunyi. Semua siswa mengikuti pembelajaran seperti biasanya.
Bel menandakan pulang berbunyi. Semua siswa bersiap untuk pulang. Semua siswa keluar dari kelas masing-masing.
Aldi menghampiri Dini saat bersama dengan Deni, Rizka dan Zen. "Din nanti sepulang sekolah kita ketemu bisa ngga?" Aldi bertanya kepada Dini.
"Ada apa emangnya?" Dini bertanya kepada Aldi.
"Besok ada pelajaran matematika aku pengin belajar dulu nanti malem" Balas Aldi.
Mendengar itu Deni jadi merasa kesal. Deni tidak tahan akhirnya Deni membantah ajakan Aldi kepada Dini. "Jangan nanti Dini mau keluar denganku" Balas Deni.
Mendengar itu Riska dan Zen terkaget karena tidak mengajaknya keluar bersama. "Loh kalian ngga ajak kami?" Riska bertanya kepada Deni.
__ADS_1
"Wah kamu ngga setia kawan ya Den" Sambung Zen kesal.
Deni tidak menanggapi Riska dan Zen.
"Ya udah nanti kita keluar bareng aja gimana" Sambung Aldi.
"Iya Bener banget kita keluar bareng aja gimana" Sambung Riska
"Iya kita keluar bareng aja" Sambung Zen.
Mendengar itu Deni jadi menjadi semakin kesal. "Ya udah lah terserah kalian. Akhirnya mereka berlima bersepakat untuk keluar bersama sepulang sekolah. Mereka berjanji untuk berkumpul di cafe yang sudah disepakati.
Riska dan Zen tiba terlebih dahulu. Tak lama kemudian Deni dan Dian sampai. "Din sini" Riska memanggil Dini dan melambaikan tangan. Deni dan Dini menghampiri Riska dan Zen.
"Kalian udah lama?" Dini bertanya kepada Riska dan Zen.
"Belum ko kami juga baru sampai" Jawab Riska. Tak lama kemudian Aldi datang. Aldi celingukan mencari yang lain. "Aldi" Dini memanggil Aldi sambil melambaikan tangannya. Aldi melambaikan tangan kepada Dini untuk menyapanya. Aldi langsung menghampiri Dini dan yang lainnya.
"Oke karena udah sampai semua ayo pesan" Ucap Riska. Mereka melihat daftar menu makanan yang ada di meja. Semua sudah memesan yang mereka inginkan.
"Oiya Din bukunya dibawa?" Aldi bertanya kepada Dini.
"Iya dibawa kok" Dini mengambil bukunya dari dalam tas.
"Ini Al" Dini memberikan bukunya kepada Aldi.
Zen melihat Dini memberikan buku kepada Aldi. "Din kamu pinjam bukunya Aldi buat apa?" Zen bertanya kepada Aldi.
"Ih masa kamu ngga tau si" Balas Riska kesal.
"Lah emang aku ngga tau" Balas Zen kesal.
"Kamu ingat kemarin pas kita maju mengerjakan matematika?" Dini bertanya kepada Zen.
"Iya ingat kenapa, oh kamu belajar dari catatannya Aldi?" Zen ingat kejadiannya.
"Iya" Balas Dini.
"Makasih ya Al" Dini mengucapkan terimakasih kepada Aldi karena sudah meminjamkan bukunya kepada Dini.
"Iya sama-sama sudah sewajarnya sebagai teman saling membantu" Balas Aldi.
"Oke" Balas Dini.
"Sesama teman apanya" Ketus Deni tidak sadar. Deni merasa kesal melihat Dini dan Aldi berbincang akrab.
__ADS_1
Dini dan Aldi menatap Deni heran. "Gimana Den?" Tanya Aldi penasaran.
Deni hanya terdiam dan memalingkan pandangan dari Aldi. Aldi hanya tersenyum mengetahui reaksi Deni.
Riska memperhatikan sikap Deni. Riska tersenyum "Deni kamu kenapa?" Riska meledek Deni.
"Apa gimana?" Balas Deni.
Sikap Deni semakin jelas dimata Riska. Riska dapat melihat kalau Deni sedang cemburu kepada Dini dan Aldi. "Ngga papa" Balas Riska.
"Aku mau ke toilet dulu ya" Ucap Deni kepada yang lain.
"Iya" Balas Dini. Deni selesai menggunakan kamar mandi dan keluar dari kamar mandi. Melihat Deni yang baru keluar dari kamar mandi Riska langsung menghampiri Deni.
"Den Kamu suka sama Dini ya" Riska berbisik kepada Deni.
"Apa ngga mungkin lah" Deni kaget mendengar perkataan Riska.
"Kamu yakin?" Riska bertanya tidak percaya.
"Iya masa sih aku suka sama Dini" Balas Deni memalingkan pandangan dan tidak menatap Riska.
"Oke jika memang kegitu" Balas Riska berpura-pura percaya kepada Deni.
Mereka selesai makan dan keluar dari kafe.
"Aduh Aku kentang banget" Ucap Zen sambil mengelus perutnya.
"Kamu si pesan makanan dua porsi sekaligus" Balas Riska.
"Hehe iya soalnya aku tadi laper banget. Aku pikir kalo pesen satu porsi bakal kurang akhirnya pesen dua porsi deh" Balas Zen.
"Dasar" Riska menggeleng-geleng kan kepalanya tidak percaya.
"Deni bisa-bisanya kamu hanya mentraktir Dini" Zen merasa kesal kepada Deni.
Deni tidak menanggapi Zen.
"Iya dong Aku kan sahabatnya" Balas Riska meledek Zen.
"Kamu kegitu ya Den sama aku padahal aku menganggap kamu sahabatku" Balas Zen kesal. Deni tidak menanggapi lagi. Deni dan Zen memang sering bertengkar namun pertengkaran mereka hanya pertengkaran ringan sebagai sahabat dan tidak serius bagi mereka.
"Udah-udah kamu ini ya" Sambung Riska kesal kepada Zen karena berisik.
"Ya udah aku pulang duluan ya" Ucap Riska.
__ADS_1
Semuanya pulang masing-masing kecuali Deni dan Dini karena mereka di arah yang sama.