
Dini, Deni dan Rio berangkat sekolah bersama. Mereka berjalan menuju halte bus terdekat. Sesampainya di halte bus mereka menunggu bus bersama. Deni masih teringat mengenai hal yang dibahas bersama Aldi tadi malam. Mengenai Dini bahwa mereka harus bersaing bersih. Deni melamun dibuatnya karena selalu kepikiran hal itu.
Dini menatap Deni yang tampak diam dan melamun. Dini menepuk kedua telapak tangannya di depan wajah Deni "Den".
Deni terkaget dibuatnya. Dini tertawa melihat Deni yang kaget dibuatnya.
"Kamu kenapa si Den nglamun terus" Ucap Dini sambil tertawa.
"Apaan si Din aku ngga nglamun kok" Balas Deni terheran melihat Dini tertawa.
"Alesan" Ucap Dini masih tertawa. Deni merasa kesal dibuatnya. Deni melirik ke arah Rio.
"Rio main HP mulu" Ucap Deni kepada Rio.
"Biasa dia emang ngga bisa lepas dari HP" Balas Dini sambil meledek Rio. Rio menatap Dini dengan tatapan sinis.
"Ngga usah ikut campur" Ucap Rio ke Dini.
"Kan susah emang kalo dibilangin" Balas Dini kesal. Rio tidak menanggapi Dini. Rio tetap bermain HP.
"Kenapa si kalian berantem terus" Ucap Deni.
"Soalnya dia susah dibilangin" Balas Dini dengan kesal sambil mengejek Rio. Rio menatap Dini lagi dengan tatapan kesal.
"Apa si mba, kenapa si suka banget ngangguin aku" Balas Rio kesal. Dini menatap Rio kesal.
"Udah Den biarin aja tuh kan emang gitu orangnya" Ucap Dini kepada Deni. Deni menggelengkan kepalanya berusaha memahami mereka berdua walaupun masih belum mengerti mengapa mereka terus seperti itu. Tiba-tiba bus sampai di halte.
"Busnya udah sampe" Ucap Dini. Rio langsung mematikan HP nya dan meletakannya di saku celananya. Semua orang bersiap untuk menaiki bus. Setiap orang bergiliran menaiki bus. Begitu pula dengan Dini, Deni dan Rio. Namun ketika mereka memasuki bus, mereka hanya melihat sisa satu kursi yang kosong. Dini merjalan menuju kursi tersebut namun dengan cepat Rio duduk di kursi tersebut mendahului Dini.
"Aku sampe di sini dulu" Ucap Rio kepada Dini sambil tertawa meledek. Dini menghela nafas berusaha menahan amarah. "Yes" Balas Dini kesal. Lagi-lagi Deni melihat Dini dan Rio berantem. Deni hanya bisa terdiam dan keheranan melihatnya.
Deni dan Dini berdiri di dalam bus dikarenakan tidak ada kursi yang kosong lagi. Bus berjalan menuju sekolah. Semua penumpang di dalam bus dengan tenang. Namun tiba-tiba ada bus mengerem mendadak dan membuat semua penumpang hampir terguncang dengan keras di dalam mobil. Dini hampir saja terjatuh namun dengan sigap Deni yang ada di belakang Dini memegang tas Dini dari belakang agar tidak terjatuh. Dini sangat kaget karena hal itu.
Dini menghela nafas lega "Hampir saja". Dini berdiri dengan tegak lagi dan menoleh ke arah Deni. "Makasih ya Den untung tadi kamu cepet kalo ngga bisa jatuh aku" Ucap Dini ke Deni.
__ADS_1
"Iya sama makannya lain kali pegangan yang erat. Kalo kaya tadi tapi ngga ada aku gimana coba" Balas Deni.
"Iya lain kali aku hati-hati" Balas Dini.
"Makannya jangan nglamun terus fokus dong" Ucap Rio ke Dini.
"Brisik kamu" Balas Dini kesal.
"Dikasih tau malah marah" Balas Rio. Dini menghela nafas "Sabar Din sabar". Dini berusaha menahan amarahnya lagi. Sebenarnya Dini sangat ingin memukul Rio tapi Dini udah cape berantem terus.
Bus sampe di halte dekat sekolah. Dini, Deni dan Rio turun dari bus. Mereka bertiga berjalan menuju sekolah bersama.
"Rio" Seseorang memanggil Rio. Dini, Deni dan Rio menoleh ke arah suara tersebut. Ternyata itu temen kelas Rio.
"Aku duluan" Ucap Rio kepada Dini dan Deni. Rio pergi menghampiri teman yang memanggilnya. Dini dan Deni kembali berjalan bersama menuju kelas.
Deni masih memikirkan mengenai bagaimana baiknya cara menghadapi Dini. Deni juga merasa khawatir kalau mungkin saja Dini memiliki perasaan kepada Aldi soalnya mereka juga sering pergi bersama.
"Din" Deni memanggil Dini dengan penuh keraguan.
"Iya" Balas Dini.
"Silahkan" Balas Dini. Deni berhenti berjalan. Deni sangat ragu menanyakannya. Namun dia harus bertanya agar tau apakah Dini memiliki perasaan kepada Aldi atau tidak.
Dini menatap Deni yang tampak diam saja. "Deni" Dini memanggil Deni.
"Din kamu suka Aldi?" Deni bertanya Kepada Dini sambil menatap matanya.
"Apa?" Dini balik tanya karena merasa belum yakin kalau Deni menanyakan hal seperti itu kepadanya.
"Kamu suka Aldi?" Deni kembali menanyakannya kepada Dini.
"Apaan si tanyanya kegitu, jangan bercanda" Balas Dini karena merasa aneh Deni menanyakan hal seperti itu.
"Aku serius" Balas Deni.
__ADS_1
"Kenapa Deni tanya kegini si tumben banget" Ucap Dini dalam hati.
"Ngga lah" Balas Dini.
"Serius?" Balas Deni memastikan.
"Iya serius, udah lah aku ke kelas duluan" Balas Dini menjadi sedikit salah tingkah. Dini pergi menuju kelas dan meninggalkan Deni. Deni tersenyum lega karena Dini ternyata tidak menyukai Aldi. Deni berjalan menuju kelas menyusul Dini yang sudah berjalan duluan. Sesampainya di kelas Deni berpapasan dengan Aldi yang akan keluar dari kelas. Namun Aldi hanya melewatinya tanpa berkata apapun. Deni berjalan menuju kursinya dan duduk sambil meletakan tasnya.
********************************
Bel istirahat berbunyi. Beberapa siswa mulai keluar dari kelas.
"Ke kantin yuk" Ucap Riska. Riska menatap Dini yang tampak sedang merapihkan buku di mejanya.
"Kamu pasti mau ke perpustakaan ya Din?" Riska bertanya kepada Dini.
"Iya" Balas Dini.
"Din ke perpustakaan kan?" Aldi bertanya kepada Dini.
"Iya, ayo" Balas Dini. Dini beranjak dari kursinya. Deni berfikir kalau sebaiknya dirinya juga ikut ke perpustakaan agar Aldi tidak punya kesempatan mendekati Dini. Deni segera beranjak dari kursinya.
"Aku ikut" Sambung Deni. Dini dan Aldi menatap Deni. "Ayo" Sambung Dini.
Zen langsung memegang tangan Deni dan mencegahnya untuk pergi ke perpustakaan. Zen ingin Deni ikut bersamanya ke kantin. "Den kamu ngga ke kantin si, ke kantin aja yuk" Zen mbukuk Deni.
Deni melepas tanyanya Zen. "Lain kali aja" Balas Deni.
"Ayo" Ucap Deni ke Dini dan Aldi. Zen kecewa karena Deni tidak ikut bersamanya.
"Udah lah ayo kita ke kantin berdua aja" Ucap Riska ke Zen.
"Ya udah lah" Sambung Zen. Zen dan Riska pergi ke kantin.
Dini, Deni dan Aldi sampai di perpustakaan. Mereka bertiga mencari buku masing-masing. Dini sedang berusaha mengambil buku yang lumayan tinggi. Dini sedikit kesulitan mengambil buku itu karena tidak cukup tinggi. Dini berusaha mengambilnya sambil melompat-lompat. Namun berulang kali dilakukannya dan masih belum bisa digapainya. Tiba-tiba ada seseorang yang mengambilkan buku itu untuk Dini.
__ADS_1