Pengakuan Hati

Pengakuan Hati
BAB 5


__ADS_3

Di sekolah


Semua siswa mengikuti pembelajaran seperti biasa. Pak Rama yang merupakan guru guru Agama sedang menjelaskan materi.


"Baik karena penjelasan dari bapak sudah selesai kali ini bapak akan memberikan tugas!". Pak Rama memberikan tugas individu. Semua siswa mencatat tugas yang diberikan oleh pak Rama untuk dikerjakan.


"Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Ingat tidak ada yang boleh telat. Kalau ada yang telat tidak bapak terima!" Tegas pak Rama.


"Baik Pak" Jawab semua siswa.


Pak Rama berkemas dan meninggalkan ruang kelas. Sekarang waktunya istirahat. Dini pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. Sedangkan temannya yang lain pergi ke kantin untuk membeli makanan.


Dini mencari buku yang dicarinya di perpustakaan. Dini menemukan buku yang dicarinya. Namun buku itu terletak di rak paling atas. Dini berusaha mengambil buku itu namun letaknya terlalu tinggi bagi Dini.


Tiba-tiba tangan seseorang menggapai buku yang akan diambil oleh Dini. Dini menoleh ke arah orang tersebut. Ternyata dia adalah Aldi.


"Aldi" Dini menatap Aldi terkejut.


"Nih ambil" Jawab Aldi menyerahkan buku yang dipegang Aldi kepada Dini.


"Makasih" Jawab Dini menerima buku dari Aldi.


"Kamu ngapain ke sini Al?" Tanya Dini penasaran.


Aldi tersenyum "Baca buku dong".


"Mau baca buku bareng?" Aldi mengajak Dini untuk membaca buku bersama di perpustakaan.


Dini tersenyum "Boleh".


Aldi dan Dini belajar bersama di perpustakaan. Mereka membaca masing-masing buku yang mereka ambil.


Deni, Riska dan Zen sedang di kantin bersama. Tiba-tiba Deni penasaran mengenai kemana perginya Dini.


"Ris kamu tau Dini pergi ke mana?" Deni bertanya kepada Riska. Deni ingin menghampiri Dini.


"Tadi bilang ke aku katanya mau pergi ke perpustakaan, kenapa?" Riska memberi tahu keberadaan Dini.


"Aku duluan ya" Deni bergegas menuju ke perpustakaan.


"Mau kemana?" Tanya Riska sambil berteriak karena tiba-tiba Deni meninggalkan Riska dan Zen di kantinh.


"Ke perpustakaan!" Jawab Deni berteriak sambil berjalan menuju perpustakaan.


Deni sampai di perpustakaan. Deni mencari keberadaan Dini. Saat mencari Dini, tiba-tiba Deni menemukan Dini. Deni melihat Dini sedang belajar bersama Aldi.


Deni merasakan seperti ada sesuatu yang menusuk hatinya. Deni kesal melihat Dini sedang belajar dengan Aldi. Deni tidak jadi pergi menemui Dini. Deni kembali ke kelas karena merasa kesal.


Sesampainya di kelas Riska dan Zen sudah di kelas. Zen melihat Deni datang.


"Den udah ketemu Dini?" Tanya Zen.


Deni tersenyum terpaksa "Udah tadi".

__ADS_1


Deni duduk di kursinya. Deni menghela nafas. Tak lama kemudian Dini dan Aldi sampai di kelas bersama. Dini melihat Deni, tetapi Deni justru memalingkan pandangan karena masih merasa kesal.


"Kapan-kapan kita belajar lagi ya Din di perpustakaan" Aldi mengajak Dini.


Dini tersenyum "Boleh" Jawab Dini.


Aldi dan Dini kembali ke kursi masing-masing.


"Kamu tadi di perpustakaan bersama Aldi?" Riska bertanya kepada Dini.


"Iya tadi ngga sengaja ketemu di perpus" Jawab Dini.


Waktu istirahat telah habis. Semua siswa dan siswi kembali mengikuti pelajaran. Pembelajaran selesai, semua siswa berkemas untuk pulang. Dini dan Deni seperti biasa pulang bersama karena searah dan rumah mereka cukup dekat.


Deni masih kesal terhadap kejadian tadi namun di sisi lain Deni juga masih penasaran mengenai apa yang tadi dilihatnya di perpustakaan. Akhirnya Deni memutuskan untuk menanyakannya kepada Dini.


"Din kamu tadi di perpustakaan ngapain?" Tanya Deni penasaran.


"Oh tadi aku baca buku" Jawab Dini.


"Buku apa yang kamu baca?" Tanya Deni.


Dini tersenyum "Rahasia" Jawab Dini.


"Tadi kamu tadi janjian sama Aldi mau baca buku bareng di perpustakaan?" Tanya Deni masih penasaran.


"Ngga tadi itu cuma kebetulan aja" Jawab Dini.


Deni sampai di rumah. Dia membaringkan tubuhnya di atas kasur. Dia teringat kejadian tadi di sekolah. Karena teringat kembali Deni jadi merasa kesal lagi.


"Deni udah-udah lupakan" Gumamnya mengatakan pada diri aendiri. Deni menepuk-nepuk kepalanya agar tidak mengingat lagi.


"Deni ini salah tidak seharusnya kamu bersikap seperti itu.... Haaaaa" Deni berteriak sambil memukul-mukul mukanya menggunakan bantal.


...***********************...


Dini sudah sampai di rumah sepulang sekolah. Dini makan siang di rumah bersama adiknya.


"Sekolahmu tadi gimana?" Tanya Dini kepada Rio.


"Ya seperti biasa" Jawab Rio.


"Kamu ngga belajar lagi sama teman-temanmu?" Tanya Rio.


"Ngga" Jawab Dini.


Dini dan Rio selesai makan siang. Mamah Dini menghampiri Dini.


"Din nih uang mamah belikan gula sama garam ya buat masak nanti sore. Soalnya di dapur udah habis" Mamah Dini menyuruh nya membelikan gula dan garam di swalayan dekat rumahnya.


"Jangan aku mah Rio aja aku cape" Dini menolak.


"Ngga mau aku juga cape" Jawab Rio sambil lari ke kamarnya.

__ADS_1


"Udah kamu aja sanah berangkat" Mamah Dini memaksa Dini.


"Iya mah" Jawab Dini malas.


Dini keluar untuk membeli gula dan garam.


Aldi pergi ke swalayan tempat kemarin dirinya bertemu dengan Dini. Aldi sengaja pergi ke swalayan siapa tau Dini juga ke sana agar dirinya bisa bertemu dengan Dini. Aldi menunggu kedatangan Dini di depan swalayan. Setelah beberapa saat Aldi melihat Dini berjalan menuju swalayan dan sudah hampir sampai. Aldi langsung masuk ke swalayan dan berpura-pura kalau ini hanya kebetulan.


Dini sampai di swalayan. Saat Dini sedang mencari barang yang dibutuhkan, Dini melihat Aldi


"Loh itu Aldi" Batin Dini. Dini menghampiri Aldi.


"Aldi... " Dini memanggil Aldi.


Aldi menoleh ke arah Dini "Eh Dini". Aldi tersenyum mengetahui Dini menghampirinya. Aldi berpura-pura kalau dirinya terkejut melihat Dini.


Dini tersenyum "Kita ketemu lagi Al".


"Iya kebetulan sekali, kamu ke sini sendirian Din?" Tanya Aldi.


"Iya sendirian" Jawab Dini.


Aldi dan Dini sudah menemukan barang yang mereka cari. Mereka menuju ke kasir untuk membayar barang yang dibeli. Mereka keluar dari swalayan setelah membayarnya.


Saat Aldi dan Dini keluar dari swalayan Deni datang ke swalayan. Deni berpapasan dengan Aldi dan Dini di depan pintu swalayan.


"Deni!" Dini terkejut karena berpapasan dengan Deni.


"Loh Dini" Balas Deni yang juga terkejut karena melihat Dini di swalayan.


Aldi keluar dari swalayan di belakang Dini. Aldi terkejut melihat Deni yang tiba-tiba sudah ada di bersama Dini. "Deni! ".


Deni terkejut melihat mereka berdua ada di swalayan bersama. " Aldi kamu ke sini bersama Dini?" Tanya Deni.


"Ngga ko tadi kami kebetulan ketemu di sini" Jawab Aldi.


Deni mengangguk memahaminya.


"Din kamu besuk ke perpus lagi ngga?" Tanya Aldi kepada Dini.


"Sepertinya iya, kenapa memang?" Jawab Dini.


"Besok bareng lagi gimana?" Tanya Aldi kepada Dini.


Dini mengangguk "Tentu saja".


"Deni aku pulang dulu ya" Dini berpamitan kepada Deni.


"Iya" Jawab Deni.


"Aku juga duluan ya Den" Aldi juga berpamitan kepada Deni.


Aldi dan Dini pergi meninggalkan Deni. Deni masuk ke swalayan untuk membeli barang yang dicarinya. Saat berkeliling Deni teringat percakapan antara Aldi dan Dini. Deni menjadi sangat penasaran.

__ADS_1


__ADS_2