
doni pov.....
sudah lebih dari dua bulan aku hanya bisa terbaring di atas tempat tidur ku, seminggu setelah aku sadar dari koma aku di ijinkan untuk pulang tapi tepat harus melakukan kontrol ke rumah sakit. aku benar benar muak dengan diriku sendiri tak ada hal yang bisa kulakukan dengam keadaanku seperti ini , aku hanya bisa merepotkan kedua orang tuaku belum lagi nasib hubunganku dengan dea, aku yakin dea sudah benar benar membenci ku karna selama ini aku tak memberi penjelasan padanya.
Hari ini aku mulai belajar berjalan menggunakan kaki ku , aku sudah bosan harus menggunakan tongat untuk membantu ku berjalan . berulang kali aku jatuh tersungkur kelantai tapi aku tak pernah menyerah karna rasa bersalah ku kepada dea jauh lebih besar dari sakit yang kurasakan kini dan aku yakin luka yang telah aku torehkan di hati dea itu jauh lebih menyakitkan dari semua rasa sakit yang aku alami ini. aku sangat merindukan gadisku, merindukan senyumnya bahkan aku sangat merindukan suaranya, berkali kali aku mencoba menghubunginya tapi usahaku sia sia aku rasa dea telah memblokir nomor ponselku.
hari terus berganti bahkan sekarang sudah lebih dari 3 bulan aku kecelakaan dan aku sangat bersyukur karna aku sudah mulai bisa berjalan tanpa bantuan tongkat walaupun belum bisa seperti semula paling tidak itu menjadi semangatku untuk terus berusaha bangkit lagi..
setelah beberapa kali aku berusaha akhirnya usahaku membuahkan hasil , hari ini aku sudah bisa berjalan dengan lebih cepat dari sebelumnya dan rasa ngilu pun sudah tak terasa lagi dan hari ini aku bertekad untuk bertemu dea. aku segera bersiap siap untuk menuju rumah dea, mama yang melihatku sudah berpakain rapi pun bertanya padaku
"mau kemana kamu nak?"
" aku mau kerumah dea ma, sudah terlalu lama aku menyia-nyiakan waktu ku ma"
__ADS_1
" tapi kamu baru sembuh , paling tidak istirahat lah dulu setelah kondisi mu fit kamu boleh mengunjunginya"
" harus berapa lama lagi ma?, aku mohon ijinkan aku pergi hari ini, ada hati yang harus aku perjuangkan ma"
" ya sudahlah tapi ingat kamu harus hati hati janagn sampai kejadian yg dulu terulang lagi, mama ngga mau tiba tiba ada telpon dari polisi dan bilang kamu kecelakaan. kamu bikin mama hampir jantungan tau ngga" ucap mama dengan wajah yang tersiraat akan kekhawatiran dan kesedihan yang bersamaan
" iya ma,,, aku akan hati hati dan ngga akan bikin mama sedih lagi"
" ya udah kamu hati hati dijalan, jngan ngebut" dan aku menjawab dengan (ok) dari ibu jari dan jari telunjukku.
tok
tok
__ADS_1
tok
aku mengetuk pintu rumah dea beberapa saat kemudian keluarlah tante risma . tante risma sangat terkejut melihatku berdiri di depan pintu rumahnya,wajah yang semula tersenyum ramah kini berubah merah padam di depanku. tante risma melihat ku dari ujung rambut sampai ujung kaki sambil berkata
" untuk apa kau datang kemari!!" seru tante risma dengan wajah marahnya
" aku ingin bertemu dea tan,,,"
"berani sekali kamu muncul dirumahku setelah apa yang kamu lakukan pada putri saya!"
" saya datang kesini mau minta maaf tante sama dea" ucapku memelas
" kamu pikir dengan kata maaf mu air mata putri ku bisa hilang begitu saja"" pergi dari sini sekarang juga dan jangan pernah muncul di depan anakku" bentak tante risma padaku dan aku kembali memohon padanya
__ADS_1
" aku mohon tante,,,"
" pergi sekarang dari rumahku" setelah mengucapkan kalimat itu tante risma langsung menutup pintu rumahnya dengan sangat kencang. dan hari ini aku menelan kekecawaan ku di usaha pertama ku tapi aku tak akan menyerah untuk memperjuangkan hati ku kembali.