
kami berdua sudah menginjakan kaki di dalam aula tempat pertunangan sahabat ku dan gadis ku, mengingat itu hati ku kembali terasa perih seperti ada pisau yang dengan sengaja mengiris iris bagian hatiku hingga aku merasakan ngilu yang teramat sangat di dalam sana. ken mengajak ku untuk menghampiri randy di sebuah kamar karna acata belum mulai sesuai dengan permintaan randy kami diminta untuk menemaninya agar dapat mengurangi rasa gugupnya dan itu akan menambah sakit hati ku.
tok
tok
tok
pintu yang di ketuk oleh ken terbuka dari dalam dan menampakan eajah randy yang sedang tersenyum bahagia ke arah kami.
" kalian udah dateng,,, masuk gih raka udah di dalem " ucap randy yang sudah rapi dengan setelan jas mahalnya dan sialnya bahkan akupun mengakui bahwa dia adalah laki laki yang tampan. kami melangkah masuk dan melihat raka sedang asik dengan game online di handphonenya....
" udah dari tadi lho ka?" pertanyaan ken mengalihkan pandangan raka sesaat dari ponselnya
__ADS_1
" udah sekitar setengah jam yang lalu"
"owh...... acaranya bentar lagi ya?"
"he'em" jawab raka hanya dengan deheman saja.
" ya udah mumpung kita semua udah kumpul semua , mari kita keluar acara nya udah mau mulai gue engga mau dea ampe nungguin gue nanti" ucap randy mengajak kami semua untuk meninggalkan kamar hotel menuju aula tempat acara pertunangan di selenggarakan.
kurang dari 5 menit kami sudah tiba di aula, dan disana sudah penuh dengan tamu undangan dan juga keluarga kedua belah pihak.... dan pemandangan pertama yang menyiya prrhatianku adalah wajah bahagia yang di tunjukan oleh kedua orang tua dea " sebahagia itukaj kalian" ucapku dalam hati , aku sangat iri dengan randy betapa beruntungnya randy mendapatkan dea dan berhasil mengikatnya...
dia berjalan menghampiri randy yang masih berdiri bersama kami dan menyapanya dengan sangat mesra dan manja
" hai.... yank...."
__ADS_1
"cantik banget sih?, siapa ini?" tanya randy pada dea dengan kedipan mata mengodanya
"tunangan ayank..." jawaban dea sukses membuat jantungku berdetak lebih kencang lagi " haruskah kamu menunjukannya di depan ku de?" ucapku dalam hati melihat interaksi yang di tunjukan oleh mereka. harusnya aku yang bersanding dengan dea, apa randy mencintai dea lebih dari aku mencintai nya?, pertanyaan itu terus saja yerngiang di kepala ku. dea menyapa kami semua membuat ku mengakhiri lamunanku, kulihat dea mengulurkan tangannya kepadaku dan akupun menyambutnya dengan perlahan. aku seakan enggan melepaskan pegangan kami karna aku merindukan telapak tangan yang selalu terasa pas di genggaman ju tapi dea segera menarik kembali tangannya dan mengalihkan pandangannya dan berbasa basi pada yang lain.
MC sudah menyundang dua insan yang memiliki acara hari ini ke atas panggung untuk melakukan ritual tukar cincin, sementara aku hanya duduk di pojok rungan dengan segelas minuman beralkohol yang sudah ke genggam sejak tadi untuk mengurangi rasa terluka yang sedang aku rasakan, ku lihat ken datang menghampiri ku dan mengajak ku untuk mengucapkan selamat untuk mereka
" don,,, ayo kita samperin mereka dan bilang selamat ke randy sama dea"
"lho aja sana,,,"
"engga bisa gitu don, malu sama randy" ucap ken mengingatkan ku
" lho kira gue sanggup buat ngucapin selamat sama mereka hah" bentakku padanya tapi dengan suara yg sedikit pelan tapi penuh penekanan
__ADS_1
" gue tau lho orangnya kuat, udah sejauh ini masa lho mau diem aja disini, abis itu kita pulang"
"bener ya,,,?,gue udah ngga sanggup buat lihat kebahagiaan mereka diatas luka yang ada di hati gue ken, hal yang ingin gue lakuin adalah membawanya pergi sejauh mungkin . andai saja tak kulihat senyim bahagia itu aku sudah melakukannya sedari tadi tapi ternyata dea sangat bahagia dengan pertunangan ini" aku menundukan kepala ku rasa sesak kembali menghampiri dada sebelah kiriku seakan ada beban yang sangat berat menimpanya, dan akhirnya aku beranjak berdiri mengikuti langkah ken menuju ke atas panggung untuk mengucapkan selamat berbahagia pada mereka dan selamat terluka untuk hati gue. .