
author pov....
sepulangnya dari rumah dea , doni memutuskan untuk pergi ke pantai tempat yang biasa mereka kunjungi. tak ada yang berubah di tempat itu hanya suasana hatinya yang tekah berubah, krbahagiaan yang sempat dia rasakan kin telah sirna dan gadis yang selalu membuatnya tersenyum kini telah meminta dirinya untuk menjauh dan pergi selamanya. di tempat dini doni kembali memikirkan pembicaraannya dengan dea beberapa waktu yang lalu.
puas menatap laut dan menikmati hemhusan angin pantai membuat dia beranjak dari tempat duduknya , dia memutuskan pulang dengan kondisi hatinyang masih sangat kacau, ternyata tempat yang selalu bisa membuatnya bahagia itu tak mampu mengembalikan senyumannya yang telah sirna
indah yang melihat putranya kembali dengan penampilan acak acakan pun tak berani bicara mengenai hasil yang ia dapatkan dari rumah dea, karna di lihat dari tampangnya saja sudah membuktikan bahwa putranya tak baik baik saja, indah berusaha memberikan ruang untuk putranya , ia yakin jika kondisi hatinya sudah membaik doni akan menceritakan masalahnya dengan sendirinya karna selama ini dia selalu menceritakan hal apapun yang sedang di alaminya.
sudah beberapa hari kondisi doni sangat memprihatinkan, bahkan dia tak kunjung berangkat kesekolah membuat sang ibu merasa sangat cemas tapi juga tak berani bicara.
hari ini untuk pertama kalinya doni kembali melakukan aktivitasnya termasuk berangkat sekolah. setelah tiba di sekolah dia segera menuju rooftop untuk menikmati udara yang sangat segat karna cuaca masih pagi, selang beberapa menit ketiga temannya menyusul walaupun doni tak mengatakan keberadaannya melihat motornya terparkir manis di parkir sekolah membuat ketiga temanya mencari cari keberadaannya , setelah tak di jumpai di kelas rooftop sekolah adalah pilihan kedua mereka. dan disana doni tampak sangat kacau dengan penampilan yang tak seperti biasanya
" hai don,,,, kemana aja lho kox beberapa hari ini ngga hadir di sekolah?" pertanyaan dari randy mengalihkan fokus doni yang sesang menatap jauh kedepan dengan pandangam kosong .
" sejak kapan kalian datang"
" barusan dan kita lihat lho udah bengong aja pagi pagi" sambar raka
" gue ngga apa apa" jawab doni berusaha menampilakan senyumnya dan di angguki oleh mereka kecuali ken, dia hanya menatap doni tanpa suara karna dia tahu bahwa sahabatnya itu sedang tak baik baik saja tapi dia sengaja tak bertanya di depan yang lain karna menurutnya jika doni tak mau mengatakan masalahnya berarti dia memang tidak ingin ada yang tahu.
"oh ya gue mau cerita ke kalian semua" ucap randy dengan sangat antusias dan senyum yang terus melengkung dengan sempurna di bibirnya, membuat ke tiga sahabatnya terus menatap dengan rasa penasaran
" apa?" ucap raka mewakili yang lainnya
" gue ketemu cewek"
__ADS_1
" yaelah gue kira apaan" sambung raka lagi , doni dan ken hanya mendengarkan saja
" gue serius, gue ketemu cewek dah lebih dari 4 bulan yqng lalu, waktu itu dia lagi nangis di taman. dan sampe hari ini kita masih saling komunikasi dengan baik. gue jatuh cinta sama dia di hari pertama dia nyandarin kepalanya di pundak gue pas pertama kali kita ketemu"
" namanya?" ucap doni karna merasa penasaran
" rahasia donk,,, gue lagi usaha , kalo gue udah jadian sama dia pasti gue kenalin ke kalian "
" kalo gitu ngapain lho ngomong bege" kesal ken karna dia juga merasa sangat penasaran dengan wanita itu.
setelah cukup lama mereka bicara bel tanda pelajaran di mulai pun berbunyi membuat mereka segera kembali ke kelas. di perjalanan ken membisikan subiah kata pada doni " ntar lho cerita sama gue " , setelah mengatakan itu ken berlalu tanpa menunggu jawaban dari doni.
tak terasa sudah beberapa jam mereka berada di sekolah untuk mengikuti jam pelajaran dan kini bel pulang sekolah pun berbunyi semua siswa bergegas pulang tapi tidak dengan ken dan doni, mereka memutuskan membicarakan masalah doni di dalam ruang kelas yang sudah sepi
" ternyata lho masih sama ya, gue ngarasa punya temen peramal"
" udah lho engga usah mengalihkan pembicaraan" kesal ken karna doni masih berusaha menutupi masalahnya
" gue putus sama dea"
" kenapa?"
" lho inget kan dulu waktu kita dapet tugas kelompok sama keyla?"
" iya gue inget pas hari dimana lho kecelakaan kan?"
__ADS_1
" iya"
" trus masalahnya sama dea apa sampe visa putus?"
" waktu itu gue ciuman sama keyla dikamar dan tiba tiba dea dateng ke rumah gue , dia disuruh ke kamar gue sama mama" ucap doni dengan nada lemah ,jelas tersirat penyesalan dari nada bicaranya
" kox lho bisa se brengsek itu hah!" bentak ken karna dia merasa temannya begitu bodoh, " ngga inget perjuangan lho buat dapetin dia dan sekarang lho sia siain gitu aja" sambungnya lagi
"gue tahu gue salah, gue bener bener ngga sengaja karna keyla terus godain gue dan sialnya dia ngga pake baju dikamar gue"
" maksud lho apa?"
" waktu itu dia mandi di kamar gue trus gue tinggal keluar, pas gue masuk ke kamar mau nyuruh dia keluar dia malah engga pake baju dan goda'in gue, gue laki laki normal ken"
" dan sekarng lho mau bilang kalo lho khilaf?"
" gue emang khilaf waktu itu"
"tapi sekarang dea udah pergi ngga ada yang bisa bikin dia balik lagi sama lho, luka yang lho kasi udah kelewatan. lho jelasin ampe lho ****** juga dea ngga bakalan percaya sama lho"
" tapi lho tau kan gue cinta banget sama dea"
" kalo lho cinta lho ngga akan sakitin dia kayak gitu"
setelah mengucapkan kalimat terakhirnya ken memutuskan untuk pulang karna dia sudah merasa sangat kesal pada doni.
__ADS_1