
sore menjelang doni sudah bergegas menuju tempat yang biasa dia kunjungi selama ini dan dia juga sudah meminta ken untuk menjemput dea lalu mengajaknya ke tempat yang sudah di kirimkan alamatnya via chat. doni duduk termenung di atas kursi besi panjang yang ada disana dan kilasan kilasan tentang kebersamaan dan kebahagiannya bersama dea berputar begitu saja di kepalanya membuatnya merasa sedih dan terluka , hingga dia beberapa kali menghembuskan nafas berat dan menyugar surai hitamnya kebelakang.
di tempat lain
ken sudah melajukan kendaraannya menuju rumah dea sekitar 30 menit yqng lalu dengan perasaan yang tak menentu karna ini untuk yang pertama kalinya dia datang ke rumah dea dan harus membawanya pergi entah bagaimana caranya dia bicara pada wanita itu. sekarang mobil yang di kendarainya telah terparkir manis di depan rumah dea, dia mematikan mesin mobilnya dan perlahan membuka pintu agar segera dapat keluar dari dalam mobil , dia mulai melangkahkan kakinya menuju pintu rumah uang berwarna coklat tersebut. ken mulai menekan bel rumah itu sebanyak dua kali sambil menunggu dia membalikan badannya menghadap taman kecil yang berada di depan rumah tersebut hingga dia tak menyadari bahwa pintu telah terbuka dari dalam dan menampakkan wajah seorang wanita yang sedang di carinya...
" siapa ya....?" tanya dea karna dia merasa asing dengan tubuh orang yang berdiri di depannya begitu pula dengan mobilnya, sapa'an itu berhasil mengejutkan ken hingga dia segera membalik badanya "kamu!" seru dea kembali setelah melihat wajah pria tersebut.
" hai.... dea"
"ngapain kamu kesini?"
" aku diminta untuk menjemput mu"
" oleh siapa??, biasanya randy ngga nyuruh orang dia biasanya langsung jemput aku kerumah"
"aku engga bilang di suruh randy:
"truss?"
" doni" kata simple yang keluar dari bibir ken berhasil merubah raut wajah dea menjadi sedikit menegang
__ADS_1
" aku engga mau" " kamu bisa pergi sana " ucap dea kembali setelah menjeda kalimatnya beberapa saat.
" tolong sebentar saja,, doni udah nungguin kamu di tempqt biasa"
" aku bilang ngga mau, udah pergi sana" usir dea cepat tapi ternyata tak membuat ken menyerah
"sebentar aja. dan ini kali terakhir doni minta ketemu sama kamu, aku janji. doni engga akan pernah ganggu kamu lagi:
" bener?"
"iya.... aku uang bakalan masti'in itu buat kamu. dan aku pastikan randy ngga akan tahu masalah hubungan kalian:
" ya udah tunggu bentar aku mau ganti baju" ucap dea sambil berlalu pergi tak lupa dia menyuruh ken duduk dulu di kursi yang tersedia di teras rumahnya.
20 menit menunggu akhirnya dea keluar juga dengan dandanan yang simple karna dia memang tak terlalu suka merias diri berlebihan kecuali untuk acara acara tertentu. ken mulai melajukan kendaraannya sesaat setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil. setengah jam perjalanan di lalui agar tiba di tempat tujuan mereka, disana mobil doni sudah nampak parkir dengan manis disana. ken hanya menurunkan dea saja dan dia segera pergi dari sana karna dia tahu sahabatnya itu perlu waktu untuk bicara berdua dengan mantan kekasihnya tersebut. sesuai perjanjian sebelumnya dengan doni jika mereka sudah selesai bicara maka dia akan mengirim pesan pada krn untuk mengantar dea kembali kerumahnya.
dengan langkah perlahan dea mulai menghampiri doni yang terlihat masih termenung di atas bangku tersebut. doni tak menyadari kejadiran dea hingga deheman yang keluar dari bibir dea menyadarkannya dari lamunannya ....
" ehem....."
" oh..... hai" sapa doni cepat " udah dari tadi?" sambungnya lagi " duduk dulu" ucap nya lagi membuat dea bingung harus menjawab yang mana karna doni mengeluarkan banyak kaliamat.
__ADS_1
" emmm" jawab dea sambil melangkahkan kakinya menuju sisi bangku yang masih kosong. duduk kembali berdua setelah sekian lama membuat merwka merasa canggung.
hening......
" gimana kabar kamu?" tanya doni memecah keheningan diantara mereka
" baik" jawab dea " mau ngapin nyuruh kesini" ucap dea lagi tanpa basa basi dan itu suksea membuat hati doni merasa tercubit mendengar pertanyaan yang lolos dari bibir wanita yang masih sangat di cintainya.
" kamu berubah ya..." jawab doni setelah diam beberapa saat " sekarang untuk ketempat ini aja kamu harus menanyakan keperluanku" sambungnya lagi dengan nada yang sudah bergetar menahan sesak di dadanya.
" waktu yang merubah segalanya" ucap dea singkat
" tapi tidak dengan hati dan perasaan ini"
"jangan bawa bawa perasaan sekarang" sela dea sebelum doni sempat melanjutkan kalimatnya
" kenapa?"
" aku tahu bahwa kamu sekarang udah bahagia kan bersamanya. ingatkah kamu tentang semua kenangan kita di tempat ini?" " tapi untuk apa kamu mengingat hal tak penting seperti itu"
" jangan bertele tele langsung aja mau ngomong apa?" tanya dea tak sabaran..
__ADS_1
" bahkan aku tanya kabar kamu aja sekarang kamu engga jawab de,,,, kamu tahu rasanya jadi aku?, kamu inget pertemuan kita malam itu?, malam disaat pertama kali kita ketemu dan kamu memperkenalkan diri seperti orang asing di depanku.. aku diam, kamu tahu aku berlari turun dari panggung untuk menemui mu waktu itu tapi justru luka yang sangat dalam aku rasakan malam itu" " gadis ku di cium sahabatku di depan mata kepala ku, kamu tahu perasaan aku de, bahkan aku tak sanggup untuk berlama lama disana otu kenapa aku segera berlalu dari sana setelah menjabat tangan mu." " aku terluka dea menyaksikan pemandangan itu, dan setelah lama kita engga ketemu beberapa hari yang lalu kita ketemu dan randy mengumumkan tentang pertunangan kalian," doni memberikan jeda untuk mengatur nafasnya yang terasa semakin berat dan sesak bahkan air matanya sudah tak mampu di bendungnya lagi "kamu berhasil mengancurkan hati aku sampai tak berbentuk lagi, aku bergegas bangkit dari kursi yang kududuki dan berpamitan pada kalian karna aku udah engga sanggup lagi melihat kebahagiaandi mata kalian. aku pecundang bukan?" tanya doni tapi dea masih saja bungkam
hening......