Penyesalanku

Penyesalanku
PERJUANGAN DONI 2


__ADS_3

setibanya aku di rumah , mama dengan tak sabarnya mengintrogasiku mengenai hasil yang aku dapatkan hari ini.


" gimana- gimana ?"


"gimana-gimana maksud mama " aku berpura pura bodoh di depan mamaku sehingga membuat mamaku kesal


"jangan pura pura bod*h deh, mama tau kamu ngerti maksud mama"


" aku ngga ketemu dea mah"


" trus trus kamu ketemu siapa?"


" aku ketemu tante risma dan dia marah banget sama aku mah"


"ya iyalah dia marah , kalo mama jadi tante risma juga udah mama gebugin kamu" seru mama ku sambil menyilangkan tangannya di dada


" kox mama ngomong gitu, bukannya bantuin"

__ADS_1


" ngapain mama bantuin anak kurang asem kayak kamu,,,, dasar anak ngeselin" ucap mama sambil belalu pergi dari hadapanku bahkan setelah beberapa langkah aku masih bisa mendengar kalo mama masih sibuk menggerutu fan mengomel tidak jelas. " sebernya anaknya mama siapa sih, bukannya bantuin malah sibuk ngomelin aku" bhatinku.


setelah hari itu aku terus sibuk mendatangi rumah dea seperti manusia yang ngga ada kerjaan . tapi sepertinya bukan hanya dea bahkan tante risma pun enggan menerimaku di rumahnya , sering kali aku di usir dari sana tapi aku tak menyerah aku selalu datang lagi dan lagi . mungkin sudah lelah menghindari ku akhirnya pintu rumah itu terbuka juga dan menampakkan wajah acuh dea di depan ku, aku segera menghampirinya disaat aku sudah berdiri di depan dea dan ingin memeluknya dea menghentikanku dengan telapak tangannya. aku kecewa tapi apa boleh buat aku hanya berharap dea dapat memaafkan ku saja aku akan sangat berterimakasih padanya.


" dea,,,,,,, akhirnya kamu mau nemuin aku juga" ucapku dengan senyum yang terus mengembang di wajahku


" ada perlu apa?" lagi aku mendapat nada keyus dan cuek dari dea setelah beberapa tahun lalu.


" aku mau ngomong sama kamu"


" trus dari tadi apa namanya kalo bukan ngomong?, cepetan dikit aku engga ada waktu banyak sekarang" ketus dea padaku


" untuk apa kamu minta maaf sekarang?, aku udah muak sama kamu, kemana aja kamu selama ini kenapa baru sekarang kamu nongol depan muka aku. lagian ga ada hal yang perlu di maafkan lagi"


" dea aku mohon ,,,,, aku sayang banget sama kamu dea, aku cinta banget sama kamu"


" kamu pikir aku percaya sama kamu??, engga!!"

__ADS_1


" tapi dea aku benetan cinta sama kamu" "dan aku bisa bukti'in sama kamu, kasi aku kesempatan sekali lagi yank"


" berhenti menyebutku dengan kata yank dari mulut mu" bentak dea padaku tapi aku ngga peduli , aku hanya ingin dea memaafkan ku.


" aku bakalan lakuin apa pun yang kamu minta asalkan kamu mau ma'afin aku"


" benar?"


" iya de,,,, aku janji:


"baguslah" ucap dea dengan senyum menyeringai di wajah cantiknya


" kamu mau aku ngelakuin apa?" tanyaku memastikan


"dengarkan aku baik baik,," dea memberi jeda sedikit sebelum melanjutkan ucapannya " pergi dari hidupku dan jangan pernah muncul lagi di depan ku karna aku sudah muak dengan mu, dan jika suatu saat nanti kita bertemu anggap saja kalo kita tak pernah saling mengenal" jawaban dea sukses membuatku diam mematung dengan pandangan yang tak dapat dari wajahnya bahkan dada ku terasa sesak dengan permintaanku dan kali ini untuk pertama kalinya aku menangis di depan dea, aku benar benar tak bisa menahan rasa sakit ini lagi dari semua hal kenapa dea harus meminta ku pergi..


" aku ngga bisa dea, tolong kasi perintah yang lain tapi jangan minta aku untuk pergi dari kamu aku mohon" ucapku se saat setelah aku berusaha menahan rasa sakit hati ku karna mendengar ucapan dea

__ADS_1


" kamu ngga lupa kan , waktu kita mulai pacaran aku udah bilang aku akan tetap berada di samping kamu selama kamu engga khianati aku , selama kamu ngga ngecewain aku tapi sekarang kamu dah hancurin kepercayaan aku ke kamu jadi sekarang kamu pergi dari rumah ku"


belum sempat aku bicara lagi dea sudah menghempaskan pintu dengan sangat kencang tapi itu tak membuat ku kaget karna hati ku sudah hancur. alasan aku untuk berjuang selama ini sudah pergi , dia meninggalkan ku. selama beberapa menit aku masih berdiri di sana dengan air mata yang trus mengalir di wajahku hingga akhirnya aku melangkah gontai untuk menuju mobil ku dan berlalu pergi dari sana.


__ADS_2