
doni pov.......
hari berganti hari, dan hari pernikahan akan diselenggarakan besok pagi. semua orang sudah melakukan persiapan begitu pun kami semua. aku duduk di sebuah kursi di depan pelaminan bersama kedua sahabatku. dada ku rerasa sesak dikala kata SAH terdengar sangat jelas di indra pendengaranku,hari ini semua sudah benar benar berakhir semua yang kuharapkan. sekuat apapun aku berusaha tegar ternyata aku tak cukup kuat untuk menghalau air mataku untuk tidak menetes di saat ku lihat dea melangkah dengan gaun pernikahan berwarna cream dan berhiaskan mahkota kecil di atas kepalanya. karna tak ingin mengundang perhatian tamu undangan lain, aku semakin menundukkan pandangan ku ketika air mataku jatuh merembes dengan begitu kuatnya. sial aku mengutuki diriku sendiri karna kelemahanku. ken yang nenyadati bahuku bergetar segera mengusap usap punggungku , dia berusaha menenangkanku.
" lho harus kuat"
"gue ngga sanggup lihat senyum mereka ken" jawabku dengan bahu bergetar dan kepala yang masih setia menunduk. aku tak bisa berpura pura bahagia dengan pernikahan mereka sementara aku adalah orang yang paling terluka. selama ini aku menjaga perasaan ku untuk dea tapi ternyata dea sudah menemukan kebahagiaannya sendiri
setelah menyelesaikan acara ijab kabul dan ucapan selamat mengalir untuk mereka berdua , MC mengundang ku naik ke atas panggung untuk mengisi acara sesuai dengan permintaan randy. posisi randy digantikan oleh orang lain untuk hari ini karna tak mungkin rasanya memintanya untuk ikut bergabung dihari kebahagiaannya.
kami segera melangkah naik ke atas panggung dan menempati posisi masing masing. sesuai dengan permintaan tandy lagu beautiful in white yang dinyanyikan oleh shane filan menjadi lagu pertama yang kunyanyikan dan kulihat binar kebahagiaan terpancar dengan sangat jelas di mata kedua pasangan yang baru saja mengucapkan janji setia tersebut .
so as long as i live i'll love you
will have and hold you
__ADS_1
you look so beautiful in white
and from now till my very last breath
this day i'll cherris
you look so beautiful in white....
disaat aku mencapai lirik lagu tersebut pandangan ku tak pernah lepas dari dea, iya lagu ini kunyanyikan dari dalam hatiku sendiri bukan permintaan dari randy semata. aku akan mencintainya selama aku masih bernafas walaupun aku hanya mencintai dalam kesndirianku dan dalam diamku. kulihat dea juga melihat kearah kami dan aku terus menatapnya sambil menyanyikan bait demi bait lagu tersebut seakan ingin mengatakan isi hatiku padanya bahwa aku teramat sangat mencintainya dan akan terus seperti itu. persetan dengan kenyataan bahwa dia sudah menikah dan dia istri sahabatku karna rasa ini hanya untuknya. entah sudah berapa kali aku berusaha membuka hati ini untuk wanita lain tapi ternyata semuanya sia sia , yang di inginkan oleh hati ini hanya dea dan dea tak pernah ada yang lain.
" serius lho?" tanyanya tak yakin dan aku hanya mengangguk sambil kembali kedepan dimana michrophone ku berada. ken memberitahu lagu yang akan kami bawa pada raka dan sean( drummer pengganti randy hari ini) . setelah intonasi lagu dari senar gitar de petik oleh ken akupun mulai bernyanyi , suasana tiba tiba menjadi hening setelah aku menyanyikan bait pertama pada lagu tersebut, ya pilihanku jatuh pada lagu yang di rilis oleh gruop band armada harusnya aku menjadi pilihanku..
*harusnya aku yang disana ...
dampingimu dan bukan dia....
__ADS_1
harusnya yang kau pilih bukan dia*....
penggalan lirik lagu tersebut aku persembahkan untuk wanita satu satunya yang ada di hati ini kecuali mama pastinyan, dengan mata yang sudah mulai memerah dan suara yang sudah nyaris tercekat di tenggorokan aku berusaha menyelesaikan lantunan lagu tersebut. kulihat dea terpaku di tempatnya dengan pandangam yang tak bisa ku baca entah apa yang sedang dia pikirkan.
lima menit kemudian sesaat setelah aku meakhiri lagu tersebut aku segera berbalik badan menuju toilet yang tersedia di hotel tersebut. ini adalah hotel yang sama dengan tempat mereka mengadakan acara pertunangan sebulan yang lalu.
tiba di toilet aku segera membasuh muka ku yang sudah mulai memerah karna air mata sialan ini yang dengan gampangnya mengeluarkan diri dari twmpat peraduannya. sepuluh menit aku berada di dalam kamar mandi untuk menangkan diri, bukankah ini sangat memalukan seperti wanita saja rutukku pada diri sendiri. aku membuka pintu dan sedikit terjingkat karna tiba tiba ku lihat ken sudah bersandar di tembok sebelah pintu kamar mandi tersebut.
" are you ok?" tanya dengan bahasa yang sok ke bule bulean
" hemm" ucapku dengan sangat malas
" kita ucapin selamat kemereka terus gue anter lho pulang, bilang aja ngha enak badan"
" gue bukannya engga enak badan tapi engga enak hati pe'a" ucapku menjawab kalimat perintah dari manusia planet tersebut..
__ADS_1
" masa lho mau pulang bilang ke randy kalo lho tak enak hati?" jawab ken lagi dengan nada yang sedikit sewot padaku. dan aku mulai mengikuti langkahnya menuju pelaminan tempat randy dan dea sedang menerima ucapan selamat dari semua orang mungkin kecuali aku.