Penyesalanku

Penyesalanku
MABUK


__ADS_3

doni pov.....


setelah pergi dari tempat itu aku mulai berlari menuju jalan raya tanpa tujuan. entah kemana langkah kaki ini akan membawaku karna jujur saja aku sudah tak sanggup lagi menerima kenyataan ini bahkan air mata yang ku tahan sejak tadi tak berhenti menetes sampai saat ini" mengapa harus dea" kalimat itu selalu berputar di kepala ku, kenapa gadis yang di ceritakan randy ternyata harus dia....


setelah aku berlari entah sudah berapa lama akhirnya aku menemukan sebuah club malam, dan aku melangkahkan kaki ku untuk masuk ke dalam bangunan tersebut. aku mulai memesan beberapa minuman beralkohol tinggi karna aku ingin melupakan masalah yang sedang aku hadapi. entah sudah berapa botol aku habiskan hingga aku sudah tak dapat menopang tubuhku lagi.


pagi ini aku bangun dengan kepala yang terasa sangat sakit dan pusing, dan ku lihat di sekelilingku ternyata aku berada di kamar ku entah bagaimana caranya aku bisa sampai di kamar ku sendiri karna semalam aku masih berada di club tersebut..


tak berselang lama pintu kamarku terbuka dan munculah ken yang sedang berdiri di depan pintu kamar ku.


" gimana?" pertanyaan simple itu meluncur dari bibir ken


" kox lho bisa disini?"

__ADS_1


" pake nanya segala lagi lho,,,, menurut lho yang bikin lho tidur nyaman di kasur lho itu siapa?"


" emang siapa" tanyaku pura pura bodoh


" ya udah pasti gue lah,,,, lho mabuk ampe ngga sadar gitu, pake acara ngoceh engga jelas"


" emang gue ngomong apa?"


" pokoknya gue saranin lho jangan pernah minum di depan randy!"


" karna waktu lho mabuk, lho maki maki gie suruh balikin dea sama lho, lho kira gue randy semalam"


" iyakah???"

__ADS_1


" ngga percaya lho sama gue?" "gue yang jemput lho karna bar tender di club nelpon gue semalem. untungnya dia nelpon gue kalo dia ampe nelpon randy gimana?" tanya ken padaku tapi aku tak menjawab. benarkah aku sampai seperti itu pikiranku terus berusaha mengingat kejadian semalam tapi aku tak mengingat apapun.


setelah lama aku terdiam akhirnya aku kembali melayangkan pertanyaan pada ken " menurut lho gimana caranya gue bisa dapetin dea lagi?"


" lho udah gila hah!!!!,,, lho tau randy cinta banget sama dea, lho tega hancurin kebahagiaan mereka?" tanya ken padaku dengan nada yang sudah mulai meninggi


" terus menurut lho gue engga cinta sama dea?"


" tapi lho yang khianati dea,, lho yang bikin dea pergi dari lho kalo lho lupa"


" gue ngga sengaja , kenapa semua orang ngga percaya sama gue" ucap ku dengan nada getir karna menahan sesaknya dadaku kembali jika mengingat bahwa dea sekarang menjadi milik sahabat ku.


" sekarang mending lho tenangin diri dulu gue mau cabut,, lama lama disini gue bisa naik darah" ucap ken sambil berlalu meninggalkan kamarku dan aku tak menyahuti ucapannya. aku kembali tenggelam dalan pikiran ku yang kacau balau ini.

__ADS_1


sudah seminggu dari kejadian malam itu dan setiap hari yang aku lakukan hanya pergi ke club malam untuk menenangkan pikiranku dan harus setiap malam pun ken akan datang menjemput ku. akupun tak mengerti mengapa dia selalu datang ke club untuk menjemputku setelah kutanyakan pada bar tender tersebut ternyata ken memang sengaja meminta agar dia menghubungi ken setiap saat aku mabuk dan alasannya adalah agar orang lain tak ada yang mendengar racauanku di saat aku tak sadarkan diri. hidup ku sudah tak pasti lagi bahkan sudah tak tentu arah karna kekuatanku selama ini sudah menjadi kekuatan untuk orang lain dan sialnya orang itu adalah sahabat ku.


__ADS_2