
author pov....
setelah dea menutup pintu rumahnya akhirnya dea pun meluruh kelantai, air mata yang sedari tadi di tahannya akhirnya lolos juga dari kedua bola matanya. luka yang belum kering kini menganga kembali hanya karna melihat wajah doni, melihat wajah pria yang yelah melukainya sedalam ini " aku benci kamu don, aku benci" teriak dea di dalam hatinya.
sang mama yang melihat kondisi putrinya pun langsung berlari menghampirinya dan memeluknya sambil memberikan usapan lembut di punggung anaknya tersebut
"sakit ma,,,, hati aku sakit setiap lihat dia ma" ucap dea sambil menangis dalam pelukan ibunya
" iya sayang mama ngerti perasaan kamu" jawab mama sambil terus berusaha menenangkan putrinya
" kenapa dia harus muncul lagi ma setelah aku berusaha selama ini melupakannya dan ternyata usahaku sia sia ma,,, aku masih mencintai pria brengsek itu, hati aku masih sakit melihat wajahnya ma, kenapa dia tega sama aku ma"
" udah sayang,,,, suatu saat kamu aka dapat yang jauh lebih baik dari dia" " mungkin dia bukan jodohmu prcayalah Tuhan telah menyiapkan yang terbaik untuk mu" lanjut mama. dan kata kata mamanya bisa membuat dea sedikit lebih tenang. setelah selesai dengan tangisnya dea pu melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat lemas setelan menangis.
hari sudah menjelang malam dan dea belum juga keluar dari kamarnya membuat ibunya merasa khawatir dengan ke adaan putrinya. risma segera melangkahkan kakinya menuju kamar anak semata wayangnya.
ceklek
setelah pintu terbuka lebar risma segera menghampiri dea yang masih tertidur pulas.
"dea,,,,, bangun dulu nak,," ucap risma lembut pada putrinya
"enghmm" hanya lenguhan saja yang keluar dari bibir dea,dan risma segera mengecek suhu tubuh dea karna tak biasa dea susah untuk di bangunkan. setelah menyentuh kening anaknya risma pun terkejut karna suhu tubuh dea sangat panas. dengan cepat risma menghubungi dokter keluarga untuk segera datang kerumahnya.
beberapa saat kemudian dokter keluarga pun datang dan memeriksa kondisi dea beberapa saat. setelah selesai dia memberikan obat pada dea dan mengatakan bahwa dea kelelahan.
__ADS_1
" dea hanya merasa kelelahan saja dan saya lihat dari wajahnya terlihat sembab , apa dia menangis seharian ini?"
"iya dok... maklumlah anak muda"
" jangan di kasi terlalu stres itu akan sangat mempengaruhi kondisi kesehatannya" ucap dokter tersebut menjelaskan sembari melangkah keluar setelah memberikan beberapa obat pada risma dan di ikuti oleh risma kluar daro kamar dea.
setelah beberapa hari kondisi dea sudah mulai membaik dan hari ini dia menghubungi randy untuk datang kerumahnya. tentu saja permintaan dea di sambut dengan sangat antusias oleh randy karna dia juga merindukan gadis tersebut , sudah beberapa hari mereka tidak bertemu dan tidak ada kabar dari dea.
20 menit kemudian sepeda motor randy sudah terparkir dengan sangat mulus di halaman rumah dea, dia segera beranjak menuju pintu rumah dan mulai mengetuk pintu tersebut, selang beberapa detik pintu terbuka nmdan nampaklah wajah risma dengan tersenyum ramah menyambut teman laki laki putrinya. dia sangat berharap pada pria ini dia akan mampu mengembalikan kondisi dea seperti dulu lagi.
" nak randy,,,, ayo masuk" ucap risma dengan sangat ramah
" iya tante .... makasi, deanya dimana ya tan?"
" dia udah nunggu di taman belakang, kalo kamu dateng di suruh nyusulin dia kesana" jelas risma kembali sesuai dengan pesan putrinya
" nak randy tunggu sebentar"
"ada apa tante?"
" kalo boleh tante minta tolong, kamu kembalikan dea seperti dulu menjadi gadis uang ceria dan murah senyum" ucap tante risma dengan wajah yang sangat serius menatap randy
" iya tante ,,, saya akan usahakan sebisa saya "
" trimakasih ya nak" dan randy menganggukan kepalanya untuk menjawab ucapan trimakasih risma.
__ADS_1
"woi...... ngelamun aja" ucap randy mengejutkan dea yang sedang duduk termenung di sebuah ayunan yang berada di taman belakang.
" kamu ngagetin aku tau engga, kalo aku jantungan gimana?" omel dea dengan nada yang sangat kesal pada laki laki yang sedang nyengir kuda di sampingnya.
" lagian sore sore gini kamu udah ngelamun aja, pantes ayam aku pada mati ternyata itu kerjaan kamu toh"
" kox malah nyalahin aku, kamu kira aku tukang santet sampe bisa bikin ayammu mati" seru dea kembali
" kan iklan di tv kan gitu kalo bengong ayam tetangga pada mati"
" iklan aja kamu dengerin, lagian kamu bukan tetangga aku kalo kalo kamu lupa" sarkas dea cepat
" iya aku memang bukan tetangga kamu tapi calon imammu"
" itu mau mu!"
"memang"
" dasar menyebalkan"
"tapi kamu rindu kan, makanya sampe nyuruh aku dateng ke sini"
" pulang sana" usir dea sambil mengibaskan tangannya
" gitu aja kamu marah yank,,, maaf ya... ya.. ya.." ucap randy dengan memasang wajah lucunya membuat dea tak sanggup lagi menahan bibirnya untuk tertawa dan dia pun tertawa terbahak bahak melihat tampang randy.
__ADS_1
setelah debat tak bermutu mereka, mereka melanjutkan obrolan hingga menjelang malam. karna hari sudah mulai gelap akhirnya randy memutuskan untuk pulang,sebelumnya randy sudah menawarkan diri untuk menginap di rumah dea dan dihadiahi pelototan tajam dari mata dea.