Penyesalanku

Penyesalanku
PERTEMUAN MENGEJUTKAN


__ADS_3

doni pov....


setelah perdebatan tadi akhirnya kami sampai di lokasi acara festifal music. aku dan teman teman serempak menggunankan celana jeans panjang dan kaos lengan pendek berwarna putih, kebetulan band kami tampil di urutan nomor 2 jadi tak terlalu malam dan kami mulai bersiap siap di belakang panggung. acaranya sudah di mulai beberapa menit yang lalu.


sebelum naik ke atas panggung kami melakukan di'a bersama hingga sesaat kemudian nama band kami dipanggil dan kami serentak naik ke atas panggung. aku dan teman teman membawakan 2 lagu dan lagu terakhir pilihanku jatuh pada lagu yang berjudul " tak pernah ternilai" dari last child, lagu itu memang sering aku nyanyikan jika mengisi suatu acara entahlah tapi aku meresapi makna yang terkandung dalam lagu itu, menyiratkan perjuangan ku pada dea yang belum menunjukan hasilnya.


di tengah tengah lagu itu aku tak sengaja menangkap bayangan sosok wanita yang sangat aku rindukan, iya aku melihat dea berdiri di sisi sebelah kanan panggung dengan senyum manis yang terus merekah dari bibir merah jambunya. dia terlihat jauh lebih cantik dan sedikit berisi, ah aku benar benar merindukan semua uang ada pada dirinya" aku merindukan mu sayang" bathinku, pandangan mata ku tak pernah lepas dari dirinya, ini benar benar tak pernah ada dalam benakku bahwa d ia a kan datang hari ini melihat ku.


setelah selesai menyanyikan lagu terakhir ku , aku sedikit berlari menuruni panggung sehingga membuat ketiga temanku menatap ku dengan pandangan heran tapi aku mengacuhkan mereka semua, hari yang aku tunggu tunggu akhirnya tiba juga aku melihat gadis pujaanku sehingga aku tak perduli pada apapun lagi yang aku mau hanya melihatnya dan bertemu dia.

__ADS_1


setelah beberapa saat aku sudah tiba disisi sebelah kanan panggung , akupun segera mencari keberadaannya dan sekarang aku sudah berada di hadapannya hanya tinggal lima langkah aku sudah akan berada di depannya. senyumannya pun masih terus terpampang dengan lengkungan sempurna di wajahnya. aku mendadak membeku di posisi ku melihat senyuman yang sangat aku rindukan kin nyata aku lihat di depanku hingga..


**sayang.......


deg**


aku mendengar suara itu, suara yang tak asing di pendengarnku, aku yakin siapa pemiliknya dan sesaat kemudian ada bayangan laki laki melintas di sebelah ku yang menyadarkan aku dari lamunan ku. dan dia memeluk gadisku dengan sangat mesra belum cukup rasa terkejutku aku sudah melihat dia mengec*p bibir gadis ku di depan kedua mataku. aku membatu di tempatku sambil melihat adegan yang sangat melukai ku


" hai bro... sorry gue baru sadar kalo lho disini" tapi aku tak mampu menjawabnya" kenalin ini cewek gue dea, orang yang selama ini selalu gue cerita'in ke kalian" sambung randy lagi tapi aku masih tak bergeming di tempatku. hingga raka dan ken muncul menyelamatkanku dari situasi crowded ini.

__ADS_1


" wah jadi ini cewek lho?" tanya raka antusias " cantik" lanjutnya lagi


" iya... gue udah bilang kan bakalan ngenalin kalian sama dea. dan rak hanya mengangguk tapi tidak dengan ken dia justru menatap ku tak berkedip. se akan dia mengerti kondisi hati ku yang sudah hancur tak berbentuk


" sayang kenalan dulu sama temen temen aku" ucap randy lembut membuat hati ku semakin perih karna melihat posisi ku sudah tergantikan oleh sahabatku.


" gue raka " ucap raka mendahului, dan dea mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan kami


" ken" ucap ken datar karna memang kami sudah saling kenal dan sekarang giliranku dea mengulurkan tangannya padaku, jika dulu dia mengulurkan tangannya aku akan dengan sangat bahagia menyambutnya, tapi sekarang dia mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan perkenalan. aku tak mampu mengulurkan tanganku kali ini , tanganku terasa sangat berat dan keringat dingin sudah mengalir di tubuhku hingga senggolan dari ken menyadarkan ku

__ADS_1


" doni" hanya kata itu yang sanggup aku keluarkan dari tenggorokan ku sambil menyambut uluran tangannya, tangan yang aku rindukan tapi sekarang sudah di genggam oleh orang lain..


aku segera melepas tangan dea, jika lebih lama lagi aku memegang tangannya aku tak yakin dapat mengontrol diriku, setelah itu aku segera melangkahkan kaki ku menjauh dari mereka semua....


__ADS_2