
doni pov......
hari terus berganti hari hingga hari pertunangan dea dan randy akan di selenggarakan besok di sebuah hotelewah yanng ada di kota ku, semenjak hari dimana aku bertemu dea aku tak pernah melihatnya lagi karna aku harus menata hatiku... malam semakin larut dan pertunangan itu tinggal menghitung jam saja, beberapa jam lagi dia sudah resmi menjadi milik sahabtku ....
aku terus berusaha memejamkan mata ku tapi sampai detik ini mata ini seakan enggan untuk tertutup karna jika aku membuka mataku kembali wanitaku akan benar benar pergi dan aku sangat takut walaupun aku tahu sebenarnya jika aku tak tidur pun waktu itu akan datang juga , aku terlalu bodoh bukan?, berharap waktu akan berhenti jika aku terjaga. sebenarnya hari ini ken berniat untuk tidur di rumahku katanya untuk memastikan bahwa aku baik baij saja tapi aku meyakinkannya bahwa aku tak apa apa walau jujur sesak dan sakit yang aku rasakaan terus menggerogoti hati ku.... mungkin karna terlalu lelah akhirnya mataku terpejam...
entah berapa jam aku tertidur tapi aku merasakan tubuhku do goyang goyangkan seseorang hingga membuat aku terpaksa membuka kedua mataku, dan yang pertama aku lihat adalaah wajah ken dengan balutan jas berwarna hitam dengan kemeja putih di dalamnya...
" mau kemana lho?" tanyaku sambil menarik selimutku " ngapain pagi pagi udah nongol di rumah gue" ucapku kembali melanjutkan kallimat ku...
" eh... bege... lho amnesia?"
"maksud lho ?"
"sorry to say ya bro tapi pagi ini kita harus hadir di acara PERTUNANGAN mantan kekasih lho"
__ADS_1
DEG....
jantungku kembali berdetak dengan sangat kencang, kenapa dengan bodohnya gue ngelupain hal paling penting hari ini....
" kenapa lho hah??,, udah ingeg sekarang" tapi aku tak menjawabnya
"kayaknya lho udah inget karna sekarang lho udah berubah jadi cowok ****" sarkas ken padaku tapi aku masih saja bungkam bukan aku tak mendengarnya tapi aku harua membiasakan hati ku terlebih dahulu sebelum datang ke acara pertunangan mereka dan sialnya randy meminta kami untuk datang lebih awal agar bisa menemaninya karna dia merasa gugup. hanya sebatas gugup dia meminta kami datang lebih awal lalu apa kabar denganku?, dengan hatiku?, kalian tak akan bisa menjawabnya
" bangun,,,, mandi sana!" kata kata ken menyadarkan aku dari lamunanku , dengan langkah gontai aku melangkah meninggalkan tempat ternyaman ku yaitu kasur untuk melakukan ritual pagi ku. tak sampai 15 menit aku sudah keluar membuat ken terkejut melihatku...
" iya...."
" mandi kayak gimana?"
" bawel lho ken lama lama" setelah mengucapkan kalimat tersebut aku segera melangkahkan kaki ku menuju lemari untuk mengambil baju yang akan aku kenakan. di dalam ruangan ganti aku kembali termenung sanggupkah aku? pertanyaan itu terus saja berputar bak kaset rusak di kepala ku.
__ADS_1
" woy..... don lho ngapain disana?, beranak?"
dan pertanyaan nyeleneh itu membuat ku ingin sekali untuk menghajar wajahnya jika saja dia bukan sahabat terbaik yang ku miliki... setelah lengkap dengan pakaian ku , aku segera begegas menuju sofa tempat dimana ken sedang memainkan ponselnya dan aku segera mendaratkan pantatku disana....
"udah siap?" aku tahu maksud pertanyaan ken bukan tentang kesiapanku melainkan tentang hati ku dan aku hanya mengangguk lemah " lho yakin?" tanyanya lagi
" apa gue sanggup ya ken?" tanya ku kembali padanya
"gue yakin lho pasti bisa" dan aku kembali terdiam, tiba tiba saja ken mangagetkanku
"ayo kita berangkat"
"hemmm"
kami berdua mulai menuruni anak tangga menuju tempat mobil ken terparkir karna kami akan berangkat dengan mobil yang sama , kata ken dia khawatir padaku jika membiarkan aku mengendara sendiri...
__ADS_1
setengah jam berkendara dan kami tiba di hotel tempat mengadakan pesta hari ini... ken sudah keluar dari mobil tapi aku hanya diam saja karna masih sangat bimbang untuk melangkahkan kaki ku menuju ke dalam aula pesta tersebut...